Happy reading 📖
E
lyn memundurkan tubuhnya hingga kepentok di pintu. Ia menatap Willna dengan terkejut.
"lo nggak usah main-main sama gue"perimgat Elyn.
Willna terkekeh pelan sambil memajukan tubuhnya, ia mengelus sayang pada mulut silet lalu menatap Elyn dengan senyum lebar.
"hayo takut yah? Haha"ucap Willna.
"lo psikopat gila!"pekik Elyn.
"gue suka sebutan lo buat gue"balas Willna santai membuat Elyn melotot, Willna benar-benar psikopat.
"lo sebenarnya mau apa sama gue!"geram Elyn.
"mau gue? Hm, gue mau yang sudah menjadi milik lo berpindah ke gue"ucap Willna dengan santai.
Ia mengelus pelan pipi Elyn lalu mengangkat tangannya yang satu membuat Elyn menutup mata pasrah dengan apa yang akan dilakukan gadis gila itu.
Sreett
Elyn tidak merasakan sesuatu pada dirinya namun ia mrndengar suara sayatan. Pelahan ia membuka matanya dan terkejut saat melihat Willna menyayat pipinya hingga aliran cairan merah pekat berembes keluar.
"itu contoh, setelah ini lo juga"seringai Willna tanpa meringis sedikitpun. Ia membersihkan bekas darah di silet menggunakan ludahnya lalu ia bersihkan dengan tissu. Kemudian,
Srett
Pipi satunya lagi menjadi korbannya sendiri. Elyn merogoh ponselnya meminta tolong pada Nathaniel namun ia lupa jika ponselnya berada di dalam kelas.
"come on sister, lets play with me"ucap lirih Willna membuat Elyn berpindah tempat dengan cepat. Willna tersenyum tipis, ia perlahan mendekati Elyn yang menjauhinya.
"it is a game"ucap Willna.
Ia melempar silet itu kearah Elyn.
Brak
Saat itu juga Willna terjatuh bersamaan pintu didobrak paksa dari dalam. Willna memasang wajah tak berdaya dengan pura-pura pingsan.
"Elyn?"lirih Nathaniel menatap tak percaya pada pemandangan di depannya, begitu pun pada teman-temannya yang lain.
"ini nggak seperti yang kamu pikirin, dia melakukannya sendiri"bela Elyn berusaha meyakinkan mereka. Namun Nathaniel hanya diam melangkah mengangkat tubuh Willna yang tergeletak di lantai.
"ternyata aku sudah salah menilaimu"datar Nathaniel meninggalkannya di sana membuat Elyn terdiam. Bisakah ada yang percaya padanya? Elyn menatap orang lain yang masih ada di sana.
"gue mohon, percaya sama gue"lirih Elyn sambil menghapus air matanya, ia menatap ke arah Grace dan Thania namun keduanya hanya diam menatapnya tak percaya. Grace menarik tangan Thania pergi diikuti oleh Rakan dan Daniell.
Elyn menunduk dalam dengan bahu bergetar hebat. Ia terisak pilu, tak ada yang mempercayainya. Namun tangisannya mulai reda saat sepasang kaki berdiri di depannya. Ia sangat berharap jika itu adalah Nathaniel. Namun saat ia mendongak, ternyata bukan cowok yang ia cintai namun Lay. Cowok tampan itu merengkuh tubuh Elyn membuat tangis Elyn pecah antara kecewa karena bukan seseorang dia harapkan dan juga tangis sedikit lega saat cowok itu berada di sini.
"gue percaya sama lo, walaupun kita nggak lama kenal. Gue yakin seratus persen bahwa lo bukan pelakunya. Sebisa mungkin gue cari kebenarannya"ucap Lay membuat hati Elyn menghangat.
"makasih udah percaya sama gue, gue benar-benar bersyukur punya lo"balas Elyn.
***
Plak
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Novela JuvenilEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)