48. [KENZO?]

2.2K 201 0
                                        


Happy reading 📖

Sekali lagi Elyn menoleh ke belakang. Hatinya sudah tak karuan saat masih diikuti oleh sosok misterius itu. Kakinya sudah melemas tak kuat lagi untuk berlari. Cairan bening dari sudut matanya tak dapat lagi ia bendung.

Karena terus menatap ke belakang, ia tak menyadari sepatu heelsnya patah membuat ia terjatuh. Ia kembali menatap ke belakang namun sosok itu sudah hilang dari sana. Ia mengelus dadanya gemetaran. Saat kepalanya menoleh ke depan...

"Kenzo!!!"ucap kaget Elyn dengan perasaan lega. Cowok yang sedang berjongkok di depannya itu hanya diam dengan sorot dingin membuat Elyn heran, tak biasanya cowok itu mengabaikannya.

"Ken, tadi ada seseorang yang mengejar gue"ucap Elyn menatap ketakutan ke belakang.

"gue tau"ucap datar Kenzo membuat Elyn kembali menatap ke arah cowok dengan heran, bagaimana ia tau? namun ia terdiam saat suatu jarum menusuk ke leher sampingnya hingga ke sadarannya langsung menghilang.


***

S

elenia mondar mandir ke sana kemari sejak tadi. Hati seorang ibu tak tenang sedari tadi. Mereka yang sudah pulang ke mansion satu jam yang lalu kini disibukkan dengan hilangnya putri bungsu mereka.

Setelah pesta selesai, mereka pulang mengira bahwa Elyn sudah pulang duluan. Namun sampai saat ini belum ada kabar.

Alaska mengacak rambutnya frustasi, jasnya yang pagi tadi sangat rapi kini sudah kusut seperti pikirannya. Ia menyalahkan dirinya yang sibuk sendiri hingga tidak menempatkan mata-mata di samping adiknya seperti hari-hari sebelumnya.

Carlos menelpon anak buahnya untuk ikut melacak keberadaan anaknya. Chelsea yang sedang memangku Ben yang sudah terlelap dari tadi ikut khawatir pada adik iparnya.

"gimana pah?"ucap Selenia bertanya penuh harap pada suaminya.

Carlos menatap tak enak pada Selenia, ia terdiam sesaat sebelum menggeleng lemah membuat Selenia tambah panik.

"coba telpon teman-temannya"ucap Selenia.

"nggak mungkin mereka tau mah, mereka kan baru pulang juga dari sana"ucap Carlos.

Alaska melempar ponselnya ke lantai hingga pecah berkeping-keping, Ben yang tertidur mulai mengerjap membuat Chelsea mengelus kembali kepala bocah itu hingga kembali tertidur.

"gimana ini? Orang-orangku tak menemukan jejak sekalipun. Pasti ini sudah direncanakan sebelumnya"ucap Alaska.

Selenia kalang kabut, ia sudah berpikiran yang tidak-tidak.

Ponsel Carlos berbunyi tanda pesan masuk, ia langsung mebukanya hingga sedeti kemudian ia berekspresi panik.

"kenapa pah?"tanya Alaska.

"papah tau dimana Elyn berada, tapi kita tidak boleh membawa penjaga karena nyawa Elyn taruhan"ucap Carlos.

"cepat pah, adek pasti ketakutan sekarang"ucap Selenia.

"Chel, tetap di sini bersama Ben"ucap Alaska meemgang kedua pundak Chelsea, dibalas anggukan patuh Chelsea tanpa banyak bertanya.

Alaska mengelus sayang kepala Ben lalu mengecup puncuk kepala Ben dengan pelan takut membangunkan tidur lelap anaknya. Kemuadian Alaska beralih mencium kening Chelsea.

Nathaelyn [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang