33. [GANGGU ALASKA]

2.3K 199 3
                                        

Happy reading📖

"ini sepertinya luka akibat terkena air panas"ucap Gara menunjuk luka memerah milik Elyn.

Nathaniel menghampiri brankar dengan khawatir. Ia menahan tangan Gara yang mau mengoleskan saleb ke paha Elyn.

"saya saja, kalian boleh pergi"ucap Nathaniel tak suka.

"kita di sini saja"ucap Kenzo.

"kalian nggak usah cari kesempatan melihat tubuh pacar gue, sono"usir ketus Nathaniel.

"posesif banget sih"dengus Lay lalu berjalan keluar diikuti mereka kecuali Willna yang masih enggan beranjak.

"ngapain masih di sana"delik kesal Nathaniel membuat Willna tersentak. Willna terkejut karena untuk pertama kalinya Nathaniel memberikan tatapan kesal dan ucapan tidak mengenakkan membuat ia mengepal menatap tubuh Elyn. Kemudian ia mengubah ekspresi wajahnya dengan sendu dan bola mata mulai berkaca menatap Nathaniel.

"tangan Willna juga melepuh kak Nat"ucap sedih Willna memperlihatkan lengannya yang sudah diperban.

"tangan lo yang luka bukan kaki lo, jadi lo bisa berjalan keluar"ucap datar Nathaniel membuat Willna lagi-lagi terkesiap. Dengan air mata yang meleleh keluar, Willna pergi sambil berlari. Saat ia sudah keluar, ia berbalik. Ia geram, biasanya jika ia seperti ini maka Nathaniel akan mengejarnya.

Rahang Willna mengeras dengan sorot tajam menatap pintu ruang kesehatan dengan amarah meletup.

"tunggu pembalasan gue bit*ch"umpatnya.

Sementara di dalam, Elyn mulai mengerjap matanya saat merasakan perih di pahanya. Ia menatap melotot ke arah Nathaniel yang duduk di brankar sambil mengobati lukanya.

"kamu lagi ngapain"ucap Elyn berusaha duduk namun tubuhnya ditahan Nathaniel.

"tiduran, kenapa bisa luka?!"gas Nathaniel mengabaikan ucap Elyn.

Elyn gugup gelisah saat ditatap Nathaniel dengan tajam.

"aku nggak sengaja ketumpahan air panas semalam"ucap bohong Elyn, jika ia mengatakan sebenarnya, ia yakin jika cowok itu tidak percaya dan menuduhnya yang tidak-tidak.

***

Elyn berjalan ke arah tangga dengan pelan.

"Elyn!!!"

Elyn memejamkan mata saat suqra papahnya yang juga baru pulang bersama Willna, ia memikirkan apalagi yang sudah Willna hasuti papahnya itu.

Carlos agar terkejut dan kasihan saat melihat paha Elyn yang di perban, ia ingin menanyakan namun egonya berkata lain.

"apa pah?"tanya Elyn.

"sejak kapan kamu berfoya-foya tidak jelas!"marah Carlos.

Elyn terkejut lalu menatap Willna yang memegang lengan ayah seperti ketakutan melihat tatapan Elyn.

"maksud papah apa?"tanya Elyn tak mengerti.

"kamu nggak usah mengelak, papah udah cek black card kamu. Hanya dalam beberapa hari kamu sudah menghabiskan delapan ratusan juta lebih. Sejak kapan kamu boros! Papah tidak mengajarkan kamu seperti itu Elyn!"murka Carlos.

Nathaelyn [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang