19. [BIRTHDAY PARTY]

3.2K 301 1
                                        

Happy reading 📖


"jadi baju gue mana"tanya Elyn.

Thania memberhentikan mobil di samping jalan. Grace mengeluarkan paper bag lalu melemparnya ke belakang tempat duduk Elyn membuat cewek itu menangkapnya langsung.

"baju lo berdua mana?"tanya Elyn.

Grace dan Thania tidak menjawab, mereka membuka jaket besar di tubuh mereka menampakkan gaun di baliknya.

"hehe, kita udah pakai duluan"cengir Grace.

"cepat gantinya, kita hampir terlambat"sambung Thania membuat Elyn bergegas membuka paper bag itu, sebuah gaun bewarna biru tua terlihat di depan mata.

"kok gaun gue terbuka, gue nggak nyaman pakai baju beginian"protes Elyn menatap gaun dengan belahan dada agak rendah dan bawahan setinggi di atas lutut.

"gue mana tau selera lo bego, mau bagaimana lagi, gue belum bawa jualan gue"ucap Grace.

"gue pakai baju ini aja deh"ucap Elyn menunjuk kaos yang masih membaluti tubuhnya.

"lo gila El, lo mau ke party atau ngemall. Pakai itu aja deh lagian belahannya cuman sedikit, noh baju si Grace aja lebih parah"ucap Thania sambil menunjuk baju yang dikenakan Grace yang bewarna silver yang ketat di tubuh gadis itu, apalagi roknya berada di paha.

Elyn menghela napas menatap gaun di depannya.

"yaudah"ucap Elyn mulai mengenakan gaun itu.

"noh kan nggak kebuka amat, cocok kok di tubuh lo"ucap Thania.

"hayokk, buruan jalan"ucap Elyn.

"siapa bilang mau jalan sekarang, Grace laksanakan tugas lo"ucap Thania membuat Grace mengambil sesuatu di dalam tas selempangnya.

Grace berbalik menghadap Elyn lalu membuka kotak yang berisi make up.

"lo mau ngapain"ucap Elyn

"ya make up over lo lah"ucap Grace mulai menjalankan aksinya berkarya di wajah Elyn.

"jangan tebal-tebal, gue nggak mau jadi badut"peringat Elyn dibalas anggukan oleh cewek itu.

"ok selesai, hayukk gas"ucap Grace membuat Thabia langsung menghidupkan mobil membuat benda beroda empat itu meninggalkan tempat itu.

Mobil milik Thania terparkir rapi di parkiran bar, mereka bertiga turun dan mulai masuk ke dalam. Banyak pandangan mata mengarah pada mereka terlebih pada Elyn yang berada di tengah-tengah membuat gadis itu gugup, sedari tadi ia mulai merasa tak nyamannsejak melangkahkan kaki di tempat ini.

Mereka masuk ke salah satu ruang VVIP yang telah di booking sang pemilik pesta.

"wah gue pikir lo nggak dateng, by the way thanks ya"ucap Monica yang menghampiri Elyn, kalau Thania dan Grace? Mereka sudah pergi duluan ke tempat makanan yang sudah tersedia. Gadis pendek itu telihat anggun dengan gaun maroon yang menempel di tubuhnya.

"happy birthday ya, ini buat lo"ucap Elyn memberi sebuah bingkisan kecil pada Monica.

"wahh, makasih lagi. Yuk nikmatin aja pestanya semoga nyaman"ucap Monica dibalas anggukan oleh Elyn.

Elyn melangkahkan kakinya duduk di sofa ujung sambil mengamati sekitar, ruangan yang redup yang hanya ditemani lampu kelap kelip dan beberapa lilin di atas meja membuat bulu kuduk Elyn merinding sendiri.

Ia berusaha mencari kedua sahabatnya namun tak terlihat di pandangannya mengingat banyaknya tamu yang hadir di sana.

Sofa di sebalahnya bergerak membuat ia menoleh di mana seorang cowok asing tengah menatapnya dalam, Elyn karena mulai gelisah berdiri bersiap melangkah namun terhenti saat tangan dingin itu menariknya untuk kembali duduk.

Nathaelyn [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang