Back again😘
Vote yahh⭐
Thypo bertebaran:v
Happy reading📖
Suasana pagi yang cukup mendukung untuk memulai hari. Beberapa toko bahkan gedung gedung menjulang tinggi di langit mengingatkan bahwa kita berada di zaman serba canggih dan modern.
Semilir angin yang berhembus menyapu jalanan yang padat akan kendaraan beroda yang hilir mudik kesana kemari.
Beberapa aktivitas mulai dilakukan, suasana kampus pagi ini cukup ramai akibat penutupan ospek. Para mahasiswa baru yang berjumlah ratusan memenuhi arena lapangan karna kegiatan sebentar lagi dimulai.
"pagi adek-adek!"sapa seorang senior perempuan.
"pagi senior"balas mereka.
"berdasarkan dengan usulan yang telah kami usulkan dan telah disetujui bapak dekan, pada hari terakhir kalian ospek akan dilaksanakan sebuah game pencarian prince and princess tahun ini. Tentu gelar ini akan tetap melekat sampai kalian selesai di kampus ini, dan sebagai hadiah khusus dari dekan, pasangan terpilih ini akan mendapatkan full beasiswa. Cara bermainnya gampang, yaitu menemukan sebanyak-banyaknya bintang berukuran kecil yang berada di dalam kampus dengan waktu dua jam saja dan bagi yang beruntung, ada sebuah tempat yang terdapat bintang dalam jumlah banyak"ucap panjang lebar senior itu.
***
Kegiatan pelaksanaan game sudah dimulai sepuluh menit yang lalu, peserta ospek kini sibuk mencari bintang kecil yang dibilang.
Elyn dan Thania serta sosok tak diundang siapa lagi kalau bukan Grace. Gadis itu terus menempel pada mereka dan ngerocos dari tadi, bahkan Thania heran, itu mulut nggak capek apa.
"ini kita dari tadi nggak nemu apa-apa,oh God badan gue lemes"komentar Grace.
"ya sabar donk, ini tuh baru sebentar"balas Thania.
"gimana kita cari mencar aja, kalau gini terus kalau dapat nggak ngerebutin"usul Elyn.
"okedeh, bay"ucap Grace meninggalkan mereka.
"aneh tuh anak, gue duluan El"ucap Thania meninggalkan Elyn sendirian.
Elyn mulai menyusuri koridor dengan mata melirik kesana kemari. Bahkan sudah satu jam lebih ia tak mendapatkan satu pun.
"ini gue kenapa selalu kena sial sihhhhh"sungut Elyn menghentak-hentakan kakinya. Ia sudah geram dari tadi hingga mulai melepaskan unek-uneknya di tempat sepi.
Ia memukul mukul udara dengan perasaan dongkol.
"waktunya tinggal lima belas menit dan gue belum dapat satu pun. Sial, sial, sial"umpatnya.
Tuk
I
a menendang tempat sampah hingga isinya keluar berceceran. Dengan malas ia memungut kembali dan memasukkannya ke dalam.
Ia menyeringit bingung saat memungut sebuah kotak ukuran kecil bewarna gold, membukanya hingga sedetik kemudian ia melompat-lompat saat tau di dalamnya terdapat bintang yang dicarinya dalam jumlah banyak. Ia rasa ini yang dibilang senior itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Ficção AdolescenteEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)