Happy reading 📖
M
iss Cathy menatap kagum pada anggota cheers yang berjumlah dua belas orang sedang berlatih dengan sungguh-sungguh. Ia tak salah memilih kapten baru itu melihat potensi luar biasa dari sang kapten.
"oke anak-anak, karena waktu kita sudah selesai, besok kita lanjutkan lagi. Kalian mendapatkan nilai plus dari saya, kalian sangat hebat. Silahkan pulang, Miss undur diri"ucap Miss Cathy mulai berjalan dengan tenang menuju pintu latihan.
Setelah Miss Cathy keluar, mereka duduk sejenak mengistrahatkan diri dengan masing-masing air mineral. Elyn menatap dirinya di cermin memperlihatkan tubuhnya yang dipenuhi keringat. Ruang latihan yang full kaca itu selalu memantulkan aktifitas mereka.
"enak yah jadi lo, gue heran selama lo di kampus ini kayaknya lo mendapat banyak keberuntungan"
Elyn dan yang lain memusatkan perhatian mereka pada Pevita. Pevita Grade, seorang mahasiswa fakultas hukum semester lima yang memiliki paras cantik dan seksi. Pevita adalah salah satu yang tidak terima saat Elyn terpilih jadi kapten mereka dengan mudah, sedangkan dirinya dari waktu semester awal berusaha keras untuk mencapai posisi tersebut, namun sampai sekarangpun usahanya tak dilirik oleh Miss Cathy, pelatih mereka.
"lo ngomong sama gue kak?"tanya Elyn menunjuk dirinya.
"lo pikir gue ngomong sama siapa?!"ketus Pevita.
"gue nggak ngerasa dapat keberuntungan kok"balas Elyn.
"nggak usah sombong lo. Lo pikir dengan wajah cantik lo, lo bisa kuasai semuanya? Lo dengan mudah terpilih jadi kapten, sementara kita yang sudah lama di sini nggak terpilih. Trus lo dapat memikat seorang Nathaniel yang sudah terkenal akan sifat tak tersentuhnya, bahkan lo sekarang jadi pacarnya, lo pakai pelet apa?!"ucap Pevita dengan wajah memerah marah.
Pevita juga dari dulu menaruh hati pada Nathaniel pada awal bertemu, namun dirinya tak cukup memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.
"kok lo ikut campur urusan pribadi gue sih kak, gue juga karena terpaksa nerima jadi kapten dan gue nggak pake pelet yang lo maksud"balas Elyn tak terima.
Pevita berdiri menghampiri Elyn dengan amarah meletup.
Plak
Elyn memegang pipinya yang panas nyeri saat mendapatkan tamparan keras dari Pevita.
"lo kok main nampar?! Gue nggak pernah buat masalah ya sama lo!"ucap tegas Elyn mendorong Pevita hingga seniornya itu jatuh terduduk.
"sialan lo!"umpat Pevita berdiri, ia bersiap menampar Elyn namun tangannya dicegah.
Pevita menatap marah Claudya, teman anggota cheersnya.
"lo nggak usah jadi pahlawan di sini, nggak guna"peringat Pevita.
Claudya Annesca, mahasiswa fakultas desainer itu hanya menatap datar Pevita. Gadis pendiam itu melepas tangan Pevita.
"gue bukan mau jadi pahlawan. Suara lo mengganggu ketenangan gue"ucap Claudya dingin membuat Pevita mendengus.
"udah Pev, kita cabut aja"ucap teman Pevita membuat mau tak mau Pevita meninggalkan tempat itu sesudah menatap sinis Elyn. Namun, langkah mereka terhenti saat Nathaniel sudah bediri di pintu menatap mereka datar terlebih pada Pevita.
"lo apain cewek gue?!"tanya dingin Nathaniel membuat Pevita menelan ludah takut.
Pevita hanya diam tak tau harus menjawab apa. Nathaniel melangkah menghampiri Pevita lalu berdiri di hadapan cewek itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Ficțiune adolescențiEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)