38. ["SORRY, NGGAK KENAL"]

2.3K 226 0
                                        

Happy reading

Thania memandang jauh dimana salah satu sahabatnya, Grace. Cewek bar-bar itu sedang tertawa riang dengan Willna? Heol, Thania tak habis pikir tentang persahabatan mereka yang mulai meregang.

Ia memijit pelipisnya yang berdenyut. Di sisi lain ia tak mau berdekatan dengan Willna jika harus menemui Grace, di sisi lain juga ia memikirkan Elyn. Entah bagaimana keadaan sahabat pertamanya di kampus ini. Ia menjauh pada gadis itu karena ragu, jika ia berdekatan maka Grace kurang setuju, malah menjauhinya. Lalu apa yang harus ia lakukan? Siapa sebenarnya dalang sesungguhnya lalu bagaimana mengembalikan keadaan semula seperti sedia kala? Ia rasa kepalanya akan pecah sebentar lagi. Ia berbalik menjauhi tempat itu.

Elyn yang juga menatap Thania dan Grace serta Willna dari jauh menggeram marah, bagaimana semudah itu Grace mempercayai ular itu.

Untuk beberapa hari ini Willna dengan terang-terangan mengambil hati orang tuanya dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang ia mau termaksud mengambil salah satu sahabatnya.

Ia juga cukup bersyukur beberapa hari ini, Chelsea sering bertukar kabar walau hanya melalui ponsel dan hari ini, gadis yang lebih tua dua tahun darinya itu akan berkunjung ke rumahnya. Elyn sangat nyaman berdekatan dengan gadis itu, sifatnya yang ramah dan sabar membuat ia seperti memiliki seorang kakak. Mereka berdua juga begitu dekat.

Elyn berharap banyak jika abangnya Alaska dengan Chelsea berjodoh, ia suka memiliki kakak ipar seperti gadis itu.

"hay baby"

Elyn terkejut saat wajah tak berdosa Lay muncul di depannya dengan suara cepat.

"apa lagi!"ketus Elyn bersikedap yang dibalas wajah manyum cowok itu.

Elyn langsung menampol mulut sok imut cowok memyebalkan itu.

"baby tega sama abang"ucap Lay meringis mengusap mulutnya bekas tampolan temannya itu.

"sekali lagi panggil gue baby, gue sepak lo yah, tinggal request pilih alamat sepaknya ke mana"cerocos Elyn menatap tajam ke arah Lay.

"kalau di hati lo boleh nggak?"tanya Lay dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Lay.

Bukannya tergoda, Elyn malah menjambak rambut Lay dengan sadis. Ia menyatupadukan kekesalannya pada cowok itu juga pada ular licik yang mengganggu ketentraman hidupnya.

"aarrgghh, oh God rambut anime gue. Woy El lepas, sakit astaga. Hueee"ucap Lay berusaha melepaskan tangan Elyn.

Karena tak tega melihat wajah memelas cowok itu, dengan terpaksa Elyn berhenti menjadi salah satu anggota kategori rimba.

"rambut mahal gue"ucap Lay menatap nanar pada beberapa helai rambut yang ia rawat segenap jiwa dan raga kini terlepas dari sumbunya.

"makanya nggak usah goda gue, gue bukan tergoda nantinya tapi pengen memotong bagian tubuh lo menjadi sekecil-kecilnya lalu disumbangkan pada orang yang membutuhkan"ucap asal Elyn dengan galak namun terlihat imut sebenarnya.

Lay langsung mnncubit pipi agak berisi milik Elyn dengan gemas.

Tangan Lay ditepis kasar oleh seseorang yang baru datang langsung memeluk posesif pinggang Elyn menjadikan mereka tontonan gratis dipagi ini.

Nathaelyn [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang