💕happy reading💕
"Dek, kita lanjutin besok ya?" Tawar gallen
"Gak bang gue maunya sekarang, cari mama" Tolak jazy
"Besok kita juga sekolah, gak lihat sekarang jam berapa?" Gallen masih tetap sabar
"Gak mau bang, kalau lo mau pulang! Pulang aja, gue cari mama sendiri!" Ucap tegas jazy
"ZY NURUT SAMA GUE, JANGAN SUSAH DI KASIH TAU! LO JUGA BUTUH ISTIRAHAT, LO GAK BISA CARI MAMA DENGAN KEADAAN LO KAYAK GINI" bentak tegas gallen, jazy diam takut dengan kemarahan gallen, lelaki itu memang penyayang dengan keluarga, tapi jika sudah marah semua anggota diamond bahkan jazy sendiri hanya bisa diam tak berkutik
gallen merangkup wajahnya menyesal telah membentak jazy. Kenapa ia bisa kelepasn gini?. Gallen berjalan memeluk tubuh jazy yang bergetar "maafin gue dek, gue gak bermaksud buat bentak lo"
Bukanya jazy lebay, tapi ia memiliki trauma jika di bentak oleh orang terdekat, terlebih itu keluarganya sendiri, tapi ia akan baik baik saja jika seseorang itu tidak terlalu dekat dengannya
"Pulang ya, ke rumah gue" Tutur pelan gallen, jazy mengangguk. Kemudian menatap gallen
"Janji abang gak bakal bentak jazy lagi, hiks"
Gallen tersenyum mengangguk "janji"
Mereka melajukan motornya membelah kita jakarta, terlihat gedung gedung yang menjulang tinggi dengan indahnya mencakar langit yang menghiasi suasana gelap pada hari ini. Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di depan rumah bernuansa grey yang mewah
☃☃☃
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari saya" Tanya wanita paruh baya yang sorot mata menajam
"Saya cuma pengen anda dan anak anda mati! Hahaha" Jawab wanita tua yang membawa tongkat baseball
"Jangan pernah bermimpi buat hancurin saya, rena karena itu gak mungkin" Ucap tegas anita
"Eh tante, gak usah sok percaya diri, anak tante aja buat cari tante gak bisa!" Sahut mona
Anita menyorot tajam pada keduanya dengan mata yang sudah memerah "kalian tunggu sebentar lagi, jazy akan datang selametin saya!"
"Hahaha, tungguin aja anita, gak bakal datang anak kamu"
"Kenapa kalian selalu menghancurkan hidup saya, apa kurang puas kalian udah ambil kehidupan saya dan anak saya, anda udah dapatin mas bimo, kurang apa lagi" Anita menatap rena dengan marah, namun ia tak dapat berbuat apa apa karena ia di ikat di kursi usang
"Kurang nya satu lo mati dan anak lo, karena dengan masih adanya lo dan anak lo, gue sama anak gue gak bisa dapatin kekayaan bimo" Jawab rena dengan tertawa datar. Kemudian mereka berjalan meninggalkan anita sendiri di dalam rumah tua itu, dengan keadaan yang kacau
"Saya akan buat jazy betekuk lutut di hadapan saya tante, atas apa yang telah dia perbuat sama saya!" Kata tegas dari mona sebelum berjalan pergi
"JANGAN SENTUH ANAK SAYA!" teriak anita
Anita akhirnya meloloskan cairan bening dari netranya, setelah beberapa saat lalu ia tahan agar tidak terlihat lemah di depan mereka
Vote dan comment nya dong yuk yuk🥰😌
Ikutin terus cerita aku, kalian bakal nemuin hal hal yang gak kalian sangka di sini😉😘
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZIYA (On Going)
Fiksi RemajaBukan menceritakan tentang gadis lemah ataupun kuat, tapi menceritakan seorang gadis yang dapat rapuh dan kuat dengan bersamaan. Kisah seorang gadis yang akan tetap kuat meski di balik itu ada kata kata lelah setiap tindakannya. Keadaan yang mengaja...
