💕happy reading💕
Lelaki tampan yang terbaring di bangkar menatap gadis yang berbicara padanya
"Seperti yang lo lihat sekarang!" Jawab gallen
"Bang anak orang lo apain?" Tanya jazy menatap curiga gallen. Sementara mama gallen dan cika sedang asik bermain di sofa
Gallen mengernyit bingung menatap jaziya, siapa yang di maksud anak orang?
"Siapa?"
"Eisa lo aapin?"
"Gak gue apa apain
" Eisa siapa zy?" Sahut mayang
"Calon mantu tante, te!" Balas jaziya dengan tertawa renyah
"Bener, gal mama mau dapat calon mantu?" Tanya mayang pada gallen
Gallen hanya diam membuang muka ke arah lain, karena jika Gallen menjelaskan sedetail apa, jika sudah ada hubungannya sama jaziya mayang akan lebih percaya sama jaziya daripada Gallen sendiri, jadi percuma juga jelasin nya
"Ya udah mama ke anita dulu ya!" Pamit mayang. Jaziya hanya mengangguk dan tersenyum
"Cika sama kakak aja disini!"
"Gak mau, aku mau lihat tante anita aja, sebel sama bang Gallen" Dengan muka di buat marah cika berjalan menghentak hentak keluar ruangan mengikuti mayang
"Gue mau ngomong masalah atlaka"
"Apa?, yang kemarin, gue juga udah waspada kok!"
"Tapi yang ini beda, lo harus tau ini. Atlaka gak seburuk yang kita kira, dan dia gak sejahat yang kita kira"
"Bang lo benci kan sama atlaka, ngapain masih belain dia, pakek bilang gitu segala!" Sewot jaziya
"Dek, dengerin abang. Abang emang benci sama dia tapi lo tau kan gue itu juga mau cari kebenaran tentang itu semua, dan dari pengamatan temen gue sejauh ini semua yang kita kira itu salah. Emang yang kemarin itu papanya atlaka, dan lo tau sebelum kejadian kita kesana atlaka sempet kesana juga dia di suruh arman buat nyakitin tante anita dan lo tau apa yang di lakuin atlaka, dia nolak buat nglakuin itu karena dia udah mulai muak dengan sikap papanya yang selalu jadiin dia robotnya" Gallen tetap menatap jaziya. Sementara gadis itu tetap acuh dengan penjelasan Gallen
"Satu lagi yang harus lo tau, kenapa selama ini atlaka mau jadi robotnya arman, karena jika dia gak nurut sama arman semua imbasnya akan ke mama dan adiknya, apalagi sekarang tambah lo yang lagi deket sama dia, atlaka gak mau semua orang yang di dekatnya terkena imbas dari itu semua. Dan gue saranin lo jangan terlalu benci dan dendam sama atlaka, karena semua itu bukan sepenuhnya salah dia, munurut gue!"
"Terus gue harus gimana bang?"
"Gue rasa dia butuh lo, buat saat saat ini, dia selalu jadi pelampiasan kemarahan arman. Tapi ingat kita harus bersikap seolah olah kita gak tau apa apa!"
Jaziya diam menatap gallen yang juga menatapnya "terus gimana sama mona dan perempuan itu?"
"Lo tetap waspada, jangan sampek lo lengah dengan mereka. Kalau bisa lo bisa manfaatin atlaka" Ucap gallen dengan senyum smirk
Jaziya ikut tersenyum penuh arti "oke bang, ya udah gue mau ke mama dulu, kamu jangan kaku kaku sama eisa bang!" Goda jaziya
"Udah sana, dasar anak kecil!" Ucap gallen. Jaziya berjalan keluar
"Zy kamu gak pulang dulu, buat beres beres?" Tanya eisa
"Nanti aja sekalian, masih males pulang gak ada mama soalnya!" Ucap jaziya
"Di dalam mama sama siapa?"
"Sama tante mayang, aku keluar soalnya pembahasan orang tua, gak enak kalau aku juga di dalam!" Jelas eisa
"Ya udah, ikut gue yuk"
"Kemana?" Tanya eisa
"Cari makan, laper gue belum makan tadi"
Kedua gadis itu berjalan melnelusuri lorong rumah sakit dengan sesekali bercanda dan tertawa lepas. Namun jaziya menangkap seseorang yang familiar. Seperti tau orang itu, tapi apa mungkin itu yang dia maksud, jaziya menggeleng gelengkan kepala untuk memastikan bahwa itu hanya halu nya saja. Namun ternyata salah! Itu memang dia lelaki itu lagi. Ngapain di sini?, siapa yang sakit?. Buru buru ia menyembunyikan eisa untuk lewat belakang halaman rumah sakit untuk menghindari mereka
"Eh jaziya, ngapain disini?" Tanya arden yang menyadari jaziya melangkah di depannya
"Ssg lah!" Jawab singkat jaziya
"Apaan tu cantik" Gombal baben
"Suka suka gue!" Sewot jaziya
Gadis itu akan melangkah pergi, namun sebuah genggaman tangan berhasil membuat ia mengurungkan niatnya "maaf"
"Bulshit!" Jaziya menghempaskan genggaman itu hingga terlepas kemudian berjalan pergi
"Mampus kan lo, di cuekin ga sudi banget dia lihat muka lo" Ledek arden. Di antara mereka memang arden lah yang paling berani ngebully ketua mereka
"Parah sih, marah banget tu pasti!"
"Awww, sakit banget anjing ini!" Sahut seseorang yang baru keluar dari ruang pemeriksaan
"Siapa suruh sok jadi jagoan sendiri monyet!" Sewot baben
"Mampus kan lo" Sahut sarkan. Sementara atlaka hanya diam, entah apa yang sekarng ia pikirkan yang jelas sekarang dirinya sedang tidak baik baik saja
Gimana, maaf ya baru update lagi, soalnya banyak tugas juga💕
I love you❤
Makasih buat yang masih setia nungguin up aku, yang masih ngikutin aku🥰
Semoga kalian gak bosen ya sama ceritanya😌
Kasih semangat buat aku ya, dengan vote dan comment oke🤗❤🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZIYA (On Going)
Roman pour AdolescentsBukan menceritakan tentang gadis lemah ataupun kuat, tapi menceritakan seorang gadis yang dapat rapuh dan kuat dengan bersamaan. Kisah seorang gadis yang akan tetap kuat meski di balik itu ada kata kata lelah setiap tindakannya. Keadaan yang mengaja...
