💕happy reading💕
Beberapa anggota diamond telah tumbang begitupun dengan para penjaga itu. Jaziya berlari menghampiri gallen yang sudah lemas karena banyaknya keluar darah dan luka. Ia membantu gallen untuk pergi dari sana dan mengintrupsi anggota diamond lainnya untuk pergi juga sementara pria ber jas tadi telah pergi entah kemana
ANETHIO B sebuah tulisan ukir yang tertera pada gedung putih besar dan menjulang tinggi. Anggota diamond dan jaziya yang membantu gallen memasuki gedung itu. Beberapa perawat menghanpiri mereka untuk membantu pengobatan. Setelah semua di tangani petugas rumah sakit jaziya berjalan untuk mencari eisha dan mamanya
"Jazy" Panggil eisha. Jaziya langsung berlari menghampiri eisha yang sedang duduk menunggu di depan ruang pemeriksaan
"Gimana kedaan nyokap gue?" Tanya jaziya
"Aku juga belum tau zy" Setelah itu seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik keluar dari ruang pemeriksaan. Jaziya melangkah mendekat ke arah wanita itu
"Nyonya anita tidak pa pa, hanya luka dan sedikit syok dengan kejadian yang menimpanya, tapi perlu di rawat di sini selama tiga hari biar saya tau perkembangan pada mama anda!" Jelas Rosa
"Oh, iya makasih dok, kapan mama di pindahin di ruang rawat?"
"Nanti sudah bisa di pindahin tapi nunggu infusnya habis ya!" Jaziya mengangguk dan tersenyum tulus. Rosa telah melangkah pergi. Jaziya berjalan kembali duduk di bangku rumah sakit yang diikuti eisha
"Makasih ya, udah bantuin gue buat nemuin nyokap!" Tutur jaziya pada eisha
"Udah kewajiban aku zy buat membantu satu sama lain, dan aku juga mau nebus kesalahan aku dengan cara selalu bantuin saudara sahabat aku!" Jelas eisha tulus. Eisha memeluk jaziya yang di balas pelukan juga oleh eisha
"Aku beliin minum dulu ya buat kamu" Eisha akan beranjak pergi
"Sekalian aja! Gue juga mau lihat kondisi bang gallen dan yang lain!" Eisha mengangguk. Mereka berjalan menelusuri koridor rumah sakit
Jaziya menghampiri segrombolan lelaki muda dengan jaket kebanggan yang selalu melekat pada badannya masing masing "gimana kedaan kalian?"
"Aman, cuma ya gini wajah gue yang ganteng jadi lecet!" Ucap David mengpede
"Kalau mimpi jangan lupa bangun, muka kayak pantat sapi aja ngaku ngaku ganteng lo" Sahut bayu
"Sirik aja lo anji_awww" Belum selesai David menyelesaikan ucapannya lengannya di tepuk jaziya
"Eh_sakit ya maaf maaf gak sengaja!" Ucap jaziya tulus
"Ah elo zy, kalau luka gue robek lagi, lo yang gue salahin pertama kali, awas aja lo!" Omel David
"Iya iya sorry, ellah cowok bukan?, anak motor masak gitu aja sakit!" Ejek jazy
"Lo jangan sekate Kate zy, Meskipun gue anak geng motor, gue juga tetep punya perasaan jadi bisa juga ngrasain sakit!"
"Gak usah curhat nyet, gk saatnya lo curhat!" Sahut regan
"Neng eisha teh, kenapa diam bae?" Tanya bayu
"Takut lo makan!" Ketus jaziya.
"Ck". Seorang perawat keluar dari ruang pemeriksaan gallen. Jaziya dan eisha langsung mendekat
"Keluarga pasien?" Tanya perawat itu
"Saya adiknya Sus, gimana?"
"Lukanya tidak terlalu parah, tapi buat pemulihan pasien harus opname di sini selama satu minggu" Jelasnya
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZIYA (On Going)
Genç KurguBukan menceritakan tentang gadis lemah ataupun kuat, tapi menceritakan seorang gadis yang dapat rapuh dan kuat dengan bersamaan. Kisah seorang gadis yang akan tetap kuat meski di balik itu ada kata kata lelah setiap tindakannya. Keadaan yang mengaja...
