58

1.2K 43 0
                                        

💕happy reading💕

"Apaan!?" Tanya ketus jaziya setelah sampai di gudang belakang sekolah

"Mama lo, sekarang makin gawat zy"

"Kita pulang sekarang bang!" Gallen mengangguk dan menghubungi anggotanya yang lain untuk menyusul ia setelah pulang sekolah nanti

Kedua sejoli itu keluar sekolah dengan melewati gerbang belakang seraya melajukan motornya

"Zy kita gak tau tempat mama!" Teriak gallen pada jazy yang ada di belakangnya

"Eisha tau bang, kita pulang dulu buat ajak eisha" Gallen langsung menancap gassnya dengan kecepatan di atas rata rata. Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di rumah jaziya. Eisha yang sedang membersihkan rumah jaziya di buat terkejut dengan kehadiran jaziya karena ini belum jam pulang sekolah menurutnya

"Eis lo ikut kita!" Ucap jaziya yang sudah siap dengan pakaian serba hitamnya

"Kemana zy?"

"Buat yang tadi pagi lo omongin sama gue!". Eisha mengangguk

"Aku ambil tas dulu ya!" Setelah eisha mengambil tasnya ia mengikuti jaziya untuk keluar rumah, dan mengunci pintu rumah

"Lo sama Gallen" Benar ternyata ada Gallen di sana, eisha masih trauma dengan sikap Gallen padanya waktu itu, gadis itu menggeleng takut pada jaziya. Jaziya yang paham maksud eisha berusaha menenangkan

"Bang Gallen gak jahat, dia baik cuma kurang care sama orang baru, gak usah takut gue nanti di belakang lo" Jelas jaziya. Gallen yang paham dengan gadis itu hanya menyunggingkan sedikit senyum bahkan hampir tidak terlihat. Eisha berjalan menghampiri Gallen dengan tetap nunduk

Sementara jaziya sudah siap di atas motor merahnya

"Mau di situ terus?" Tanya Gallen pada eisha

"I iya" Eisha menaiki motor tinggi Gallen dengan bantuan pundak Gallen, yakali gak pegangan anak orang kalau jatuh terus lecet kan Gallen juga yang harus tanggung jawab. Jaziya hanya menatap keduanya dengan senyum yang mengembang

Setelah 20 menit Gallen dan jaziya mengendarai motornya. Namun ternyata sulit juga menemukan tempat itu karena waktu itu eisha juga sedikit tidak sadar dan ia juga sudah lama dan hampir melupakan peristiwa buruk itu. Gallen mengentikan motornya diikuti oleh jaziya

"Dimana tempatnya eis?" Tanya jazy

"Aku juga gak terlalu ingat, tapi seingat aku ada di belakang gedung itu, dan tempatnya agak di bawah. Itu sih kalau gak salah" Eisha menunjuk bangunan gedung tua yang sangat besar. Mereka bertiga menuruni motor dan melangkah ke tempat yang di maksud eisha, sebelum mereka bergerak Gallen menghubungi semua anggotanya karena di rasa sudah jam pulang sekolah. mereka juga melihat ternyata penjaga gedung itu tidak sedikit dan memiliki tubuh yang sangat besar besar. Eisha mengamati salah satu di antara mereka netranya berfokus pada seorang pria berjas yang familiar baginya

"Zy, orang itu yang dulu juga ikut nyulik aku sama khiana di sini" Tunjuk eisha yang berada di balik tembok. Jaziya dan Gallen mengikuti pergerakan eisha. Jaziya merasa tidak asing dengan pria itu tapi di mana? Ia merasa pernah tau orang itu, sedangkan Gallen menatapnya dengan syok "om arman?" Batin Gallen

"Papanya atlaka?" Tebak jaziya yang berhasil mengingat kembali orang itu saat jaziya ke rumah atlaka waktu itu. Ia langsung mendapat tatapan dari Gallen, tau dari mana gadis kecil itu jika itu papanya atlaka

Setelah hening beberapa saat keempat inti diamond dan beberapa anggota diamond mmenghampiri mereka

"Gimana gal?" Tanya regan

"Lo rentas CCTV yang ada di dalam kita lihat mamanya jazy ada gak di dalam" Perintah Gallen. Regan langsung melaksanakan tugasnya, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya CCTV nya dengan mudah regan dapatkan

"Mamanya jazy bos!" Histeris bayu

"Ma jazy akan keluarin mama dari sana"

Mereka bergerak buat masuk kedalam dengan strategi yang udah mereka buat sebelumnya

"Siapa lo?" Tanya salah satu dari mereka

"Bukan urusan lo, kita siapa" Jawab Gallen mereka menggunakan masker untuk menutupi wajahnya supaya tidak terekspos oleh semua orang

"Lepasin tahanan lo" Ucap jaziya yang dapat mengalihkan perhatian semua orang dan dengan pria berjas tadi karena mendengar suara perempuan di antara mereka

Tanpa banyak basa basi akhirnya terjadilah baku hantam antara mereka hingga banyak yang tumbang anggota diamond karena melawan orang orang berbadan besar begitu pun dengan jaziya ia juga tumbang, benda tajam akan segera menancap pada perutnya jika ia tidak sigap beguling ke samping. Dengan gesit jaziya menendang perut lelaki itu kemudian ia langsung bangkit dan membabi buta sang lawan, Gallen tetap melawan dengan tangan kosong ia banyak mengeluarkan darah namun Gallen tetap bisa bangkit jaziya yang telah selesai dengan tugasnya ia melanjutkan tugas selanjutnya dengan eisha yang hanya diam di balik tembok sedari tadi. Kedua gadis itu berjalan memasuki gedung itu untuk mencari keberadaan anita. Jaziya dan eisha mengendap ngendap dengan tanpa adanya suara, mereka mendengar beberapa ucapan kasar dan bentakan kasar yang mereka lontarkan pada anita.

"Zy aku takut!" Ucap eisha

Jaziya mengenggam tangan eisha dan menatapnya "percaya kan sama gue?, kita akan baik baik aja!" Eisha mengangguk berusaha yakin

Dengan hitungan detik jaziya berhasil membuka pintu itu dengan tendangan kuat. Semua orang yang ada di dalam menatap pada kedua gadis itu "siapa kamu?" Tanya rena. Tanpa menjawab pertanyaan itu jaziya langsung menyerang tiga bodygoard yang ada di sana. Rena menatap gugup pada kedua gadis itu, sepertinya kedua gadis itu tidak bisa di remehkan, dengan cekatan eisha mengambil balok kayu yang ada di dalam gedung itu dan memukulkan pada kepala rena hingga wanita itu pinsan di tempat, setelah itu eisha melepas ikatan pada anita yang sudah lemas. Sementara jazy telah berhasil menumbangkan ketiga orang tadi dan membantu eisha untuk membawa anita keluar melewati pintu belakang. "Bentar gue lihat keadaan depan dulu lo tunggu mobil hitam di sini jangan kemana mana, paham?" Jelas jazy,

"Paham zy, lo hati hati!" Jaziya hanya mengangguk dan berjalan kedepan untuk memastikan semuanya. Sebuah mobil hitam telah sampai di depan eisha, ia langsung memsuki mobil itu dan berjalan menuju rumah sakit pribadi keluarga ANETHIO B

Hay gimana?, kurang seru ya, maaf ya belum bisa buat yang seru tapi next cerita aku bakal buat yang lebih seru🥰❤

Maklumin ya soalnya juga cerita pertama aku❤

Tinggalin jejak dan comment all🥰

JAZIYA (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang