💕happy reading💕
Kelima gadis yang sedang berjalan di Koridor akan melangkah ke tempat loker mereka, karena setelah ini mereka ada jam untuk olahraga. Memang mereka juga akan melewati lapangan indoor yang sudah berpenghuni beberapa siswa bermain basket. Namun langkah jaziya terhenti karena ada seseorang yang mengenggam tangannya "masih marah?"
Jaziya menatap malas orang di depannya "gue gak mau di ganggu dulu sama lo!"
"JAZY" teriak Gallen dari jauh sambil berlari mendekat
"Tuh makin rumit kan" Bisikan mitha pada sasa
"Takut ih gue" Sahut rani bisik
"Ikut gue, gue mau ngomong" Ucap Gallen dengan menarik jaziya. Namun atlaka juga menarik jaziya, kembali tarik menarik di mulai antara keduanya. Keempat temannya yang hanya menyaksikan juga ikut prihatin dengan jaziya "kak gallen, atlaka kayak bocah aja!" Ucap sasa ketus
"Iya bener lepasin kasihan jazy nya!" Sahut mitha
"Gak! Gue dulu yang mau ngomong!" Jawab atlaka tetap datar dengan menatap gallen
"Gue mau ngomong sama jazy" Balas gallen tak kalah sengit dengan menarik jazy, atlaka ikut menarik. Sepertinya ia tidak bisa kayak gini terus. Akhirnya jaziya menghempaskan kedua tangan lelaki itu hingga terlepas
"Denger ya buat lo, gue gak mau ngomong apa apa sama lo" Jaziya menjeda sebentar kemudian beralih menatap gallen "dan lo gue butuh waktu buat siap dengerin penjelasan dari lo, tapi yang pasti itu gak sekarang!" Jazy melangkah meninggalkan keduanya, kedua lelaki itu saling tatap dengan tajam "gue gak akan biarin lo deket sama jazy" Keempat teman atlaka datang untuk menghentikan mereka
"Gue akan buktiin ke lo, kalau gue akan bisa dapatin jazy". Gallen pergi dari hadapan kelima lelaki itu
"Aman bos?" Tanya ojan
"Hm" Kemudian berjalan ke arah lapangan indoor kembali
☃☃☃
"Kenapa sih lo gak ngomong aja sama atlaka kalau lo sepupuan sama Gallen" Ucap jani tiba tiba dengan memasukan seragam nya di dalam loker. Sekarang mereka telah berganti seragam olahraga
"Maaf untuk soal ini gue gak bisa biarin semua orang tau, biarin jika udah waktunya semua tau dengan sendirinya" Jawab jaziya
"Tapi gue kasihan sama mereka, dan semua siswa siswi mandala juga sedih karena renggangnya hubungan persahabatan mereka" Ucap mitha yang membuat perhatian jaziya terakihkan padanya
"Maksud lo?"
"Gays pak bandi udah di lapangan, buruan!" Ucap gadis yang berada di ambang pintu
"Iya makasih na" Mereka berjalan ke arah lapangan. Namun saat jaziya berjalan seseorang dengan tidak sengaja menghadang jazy dengan kakinya karena jazy bermain HP sementara temannya yang lain bercanda dan bertegur sapa dengan siswa lain. Hampir saja gadis itu terjatuh jika tidak ada yang menolongnya. Ia tersentak dengan tangan yang memegang lengan dan pinggangnnya
"Lain kali kalau jalan jangan main hp!" Jaziya menatap netra biru indah milik atlaka dengan cepat jaziya memutuskan kontak matanya
"Hm, makasih" Kemudian jaziya berlalu di ikuti oleh keempat temannya
"Dingin banget kayak kutub!" Ucap arden
"Lo naksir sama dia tla?" Tanya baben. Atlaka hanya mengukir ulasan senyum sedikit, ingat hanya sedikit ya
"Alhamdulillah akhirnya punya bu bos juga kita" Sahut ojan dengan tangan di gerakan seperti berdoa
"Tunggu gue cairin kutub itu" Kemudian atlaka berjalan pergi
"Prrriiitttttt, semua baris ya, ayo cepat cepat" Teriak pak bandi
Seluruh kelas 11 IPA 2 telah berbaris dengan rapi
"Baik, saya hari ini gak bisa ngajar kalian olahraga karena saya ada acara pertemuan antar sesama guru olahraga dengan sekolah lain, jadi kalian bebas mau olahraga apa aja, asalkan jangan ada yang bolos! Paham?" Jelas pak bandi
"PAHAM PAK"
"Dion kamu kesini" Dion melangkah mendekat ke arah pak bandi
"Bapak harap kamu bisa mengondisikan anggota kamu, tunjukin tanggung jawab kamu sebagai ketua kelas!" Pak bandi memegang pundak dion
"Siap pak laksanakan"
"Ya sudah anak anak saya pamit dulu, asslamualaikum"
"WAALAIKUMSALAM"
setelah kepergian pak bandi datang kelima lelaki tadi, heran gak sih jam pelajaran malah keliyaran gak jelas di luar kelas, dasar brandal emang
"Semua pergi gue mau pakek lapangan ini!" Ucap atlaka
Apa apaan yang benar saja main ngusir ngusir. Emang dia pikir dia siapa enak aja. Kelima gadis yang sedang asik dengan bola vollinya sekarang berpusat pada keributan itu
"Yon pergi jangan bantah bos!" Kata arden
"Pergi semua!" Ucap sarkan
Semua menepi memberi ruang untuk kelimnya bermain. Dan ada juga yang pergi meninggalkan lapangan. Jaziya bingung dengan sifat cowok itu tadi aja baik sekarang kayak iblis
Tuh kan lama up nya soalnya tugas daring banyak banget, maafin ya! Tapi aku berusaha buat up kok! 💕
❤semangatin aku ya🥰
Jangan lupa tinggalin jejak❤🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZIYA (On Going)
Novela JuvenilBukan menceritakan tentang gadis lemah ataupun kuat, tapi menceritakan seorang gadis yang dapat rapuh dan kuat dengan bersamaan. Kisah seorang gadis yang akan tetap kuat meski di balik itu ada kata kata lelah setiap tindakannya. Keadaan yang mengaja...
