Hai semuanya!
Ada yang masih simpan cerita ini di perpus? Atau malah udah lupa? Wkwkwk
Maaf ya aku lama banget updatenya
Yang lupa bisa baca lagi part sebelumnya, makasih
Varsha menggeliat kecil. Kedua matanya mengerjap pelan menyesuaian pencahayaan yang diterima oleh retina mata. Setelah sedikit meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, Varsha meraba nakas yang ada di samping tempat tidurnya. Varsha mengambil sebuah ponsel yang tergeletak di sana.
Dengan mata sipit sembari menyesuaikan cahaya ponsel yang mendarat di retina matanya, Varsha membaca sebuah pesan masuk dari Al, pacarnya.
Rasa mengantuk Varsha mendadak saja lenyap. Bola matanya melebar sempurna disertai dengan senyuman bahagia yang tersungging di bibir tipisnya.
Al : Gue jemput
Meskipun sudah pernah beberapa kali dijemput oleh Al, tatap saja rasanya itu bahagia banget.
Varsha tidak mau membuat Al terlalu lama menunggu. Dengan cepat, Varsha melompat turun dari tempat tidur lalu berlari memasuki kamar mandi untuk menyegarkan tubuh agar nanti bisa tampil cantik di depan Al.
***
Setelah selesai bersiap, Varsha menunggu Al di teras rumahnya. Senyumannya masih tersungging lebar menunggu kedatangan Al. Hal sederhana seperti ini saja sudah membuat Varsha sangat bahagia.
Tin!
Sebuah motor melaju dengann kecepatan sedang, lalu berhenti di depan Varsha. Senyum Varsha pudar. Itu bukan Al. Varsha maju beberapa langkah mendekati cowok yang sedang melepas helmnya itu.
"Lo ngapain di sini, Sha?" tanya Rangga pada Varsha.
"Enggak usah bego deh, Ngga. Ini rumah gue, ya jelas gue ada di sini. Yang ada itu lo yang ngapain di sini?"
Rangga manggut-manggut.
"Woi! Bukannya dijawab malah manggut-manggut doang!"
"WC rumah lo kosong, kan? Nah kebetulan gue butuh!"
Rangga berjalan cepat melewati Varsha, lalu memasuki rumahnya. Varsha berbalik badan menatap tubuh Rangga yang baru saja hilang ditelan pintu. Varsha menggelengkan kepalanya pelan.
"Pantes aja Amara ogah sama lo, Ngga, Ngga."
Varsha kembali berbalik badan, lalu menatap ke arah gerbang. Kenapa Al belum juga datang ya?
Ting!
Ponsel Varsha berbunyi. Cepat-cepat Varsha mengambilnya. Takutnya itu dari Al. Benar saja, Al mengiriminya pesan yang langsung membuat senyum Varsha pudar.
Al : Sori, Sha, gue nggak jadi jemput lo. Gue bareng Amara
Varsha menghela napas pelan. Lagi-lagi, Al php. Padahal Varsha sudah bahagia banget membayangkan akan berangkat ke sekolah bareng Al, tapi ternyata Al justru bareng Amara. Kenapa sih Varsha selalu dinomor-duakan?
"Kusut banget itu muka?" celetuk Rangga yang datang dari belakang Varsha.
"Enggak usah ngeledek lo! Gue lagi badmood!"
"Sayang sama sakit hati itu sepaket. Kalau nggak mau sakit hati, ya jangan sayang sama cowok," ucap Rangga sambilalu.
"Udah berpengalaman ya."
Rangga tidak mempedulikan ucapan Varsha, dia berjalan mendekati motor, lalu menaikinya. "Btw, thanks wcnya."
"Ngga! Lo nggak mau nawarin bareng apa?! Nggak peka banget! Udah tau ada cewek cantik di sini masih aja dianggurin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvarsha
FantasySetelah kedatangan Varsha Callista Valencia, Alfarellza Keandre Asvathama harus terjebak dengan gadis cantik yang terus mengejar dirinya tanpa malu tapi sialnya gadis itu justru selalu membuat hatinya menghangat. Tapi Al tetaplah Al. Bagi dirinya...
