Part 32

1.4K 153 36
                                        

"Seperitnya putri anda terlalu banyak bergerak hingga membuat luka jahitan itu sedikit terbuka. Tapi jangan khawatir, saya sudah menanganinya" Jelas dokter itu pada wanita yang berwajah cemas.

Helaan napas Irene terdengar setelah dokter itu menjelaskan kondisi putrinya.

"Ah, syukurlah" 

Dokter itu mengangguk lantas berpamitan untuk keluar dari ruang rawat.

"Saya permisi"

Segera Irene membuka gorden yang menjadi penghalang. Disana, posisi Yerim yang duduk dengan kedua putrinya yang menemani. Ia pun duduk di sisi ranjang.

"Apa masih sakit?"

Gelengan lemah itu membuat Irene serta kedua anaknya sedikit lega. Sebelumnya mereka panik karena melihat darah yang keluar dari luka itu. Beruntung Yerim tidak jatuh pingsan. Irene bangga pada Yerim karena Yerim menuruti perintahnya untuk tetap sadar.

"Lain kali kau jangan bertemu mereka lagi. Mereka Jahat. Mereka tidak pantas untuk jadi temanmu" Ujar Seulgi melarang adiknya untuk bertemu dengan anak orang jahat.

"Hmm aku juga akan melarang gadis itu untuk bertemu denganmu lagi disekolah. Bila perlu kau bisa pindah ke kelas lain untuk menghindarinya" lanjut Joy mendukung.

Setelah kejadian ini dapat mereka yakin bahwa Yuju dan Sinb memng bukanlah orang baik. Apalagi ibunya dulu juga hampir membunuh Yerim dan itu membuat mereka harus berhati-hati dan menjauhkan Yerim dari kedua gadis itu.

"Kenapa?"

Irene bertanya karena putri bungsunya melamun dan tidak menanggapi perkataan kedua kakaknya tadi.

Perkataan yang menyakitkan dari Yuju juga Sinb masih terngiang di kepala Yerim. Dirinya masih bertanya Apa alasan mereka berkata seperti itu? Mengapa mereka menjauhinya? Dan masih banyak lagi yang Yerim pikirkan hingga dirinya tidak sadar kedua kakaknya berbicara dengannya.

"Hei"

Yerim langsung tersadar setelah Irene menyentuh tangan dan menggenggamnya.

"Kenapa?" Tanya Irene sekali lagi.

"Aku mau pulang" cicitnya pelan.

Kali ini Seulgi maju lalu mengelus rambut adik bungsunya.

"Ya. ayo kita pulang"

Mereka pun mengangguk lalu bergegas pergi dari sana.

"Mau di gendong?"

"Tidak. Terimakasih"

"Yasudah ayo. Pelan-pelan"

Irene membantu putrinya bangkit dari ranjang. Setelah itu, menuntun putrinya untuk menuju mobil. Tak lupa Joy juga Seulgi mengikuti dari belakang.

***

"Aku sangat membencinya, Unnie"

Dengan terisak Sinb terus mengatakan kalimat itu. Tidak sanggup menerima perilaku ibunya yang sudah di luar batas.

"Ssst, sudah. Tidak baik membenci Eomma sendiri" peringat Yuju

Padahal, Yuju pun sama. Tapi berusaha untuk tidak terlalu membencinya karena bagaimana pun juga Sojung ibu kandung mereka.

"Tapi karena dia kita kehilangan Yeri, Unnie"

Memang benar. Karena perbuatan kejam ibunya mereka jadi kehilangan sosok teman yang sedari kecil mereka anggap seperti saudara.

Dari dulu, mereka sudah kehilangan kasih sayang seorang ibu. Kadang ada  kadang menghilang, itulah sojung pada Yuju juga adiknya Sinb. Sekalinya datang kerumah mereka, Sojung sama sekali tidak peduli dengan kedua anaknya dan hanya berdiam di kamar untuk tidur lalu setelahnya pergi dan lama tidak kembali. Entah apa yang dilakukan Sojung di luar sana yang membuat Yuju juga Sinb diacuhkan.

TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang