Hari ini double up, yeah!!
Cuss langsung baca^^
~~~
"Apa kau sudah bertemu dengan nya?"
Seseorang yang memunggungi gadis bersurai pirang keemasan itu menatap jauh ke depan. Mereka sekarang berada di luar ruangan. Jam setelah makan malam adalah jam bebas semua murid.
Gadis itu hanya diam melihat punggung kosong itu perlahan muncul sebuah sayap. Sepasang sayap putih yang mungkin lebarnya lebih dari setengah meter itu terbentang lebar di depan nya.
"Semoga Dewi Fortune bersama mu."
Setelah mengatakan satu kalimat itu dengan satu kepakan sayap dia pergi. Theresa hanya memandang makhluk sesama ras nya itu. Tujuan nya, alasan dia datang ke tanah ini hanya satu. Gadis bersurai hitam legam dengan netra amethyst yang begitu memikat. Tuan Putri pertama yang beruntung nya dia langsung menemukan gadis itu sedang menyamar, dan betapa tidak beruntung nya Arabella, sihir penghalang yang diberikan oleh Tommy tidak mempan kepadanya.
"Semoga Dewa Dewi memberkati mu."
Theresa lekas berbalik pergi meninggalkan tempat itu. Berpikir tentang rencana pertama nya untuk dekat secara alami dengan kedua adik Arabella, tapi sepertinya Dewi Fortune memang berada dipihak nya sejak awal.
Betapa beruntungnya Theresa tidak perlu repot-repot untuk dekat dengan adik target nya. Arabella muncul di depan nya. Mana mungkin dia akan melewatkan kesempatan emas ini.
~~~
Kamar yang terasa lebih senyap dari biasanya. Tommy tetap setiap menunggu Arabella untuk bangun. Karena kelelahan nya, dia berakhir seperti ini.
"Akan ku lempar si mata satu itu ke neraka."
Dia marah. Kucing oren itu marah. Dia ingin berteriak. Ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya ini. Tapi itu semua percuma. Percuma saja dia melakukan itu tetapi Arabella masih terbaring lemah.
Kucing oren itu mendekat dan duduk tepat di samping Arabella yang sedang terbaring. Menatap sendu renkarnasi Master nya yang entah sudah keberapa kali.
"Master."
Tommy benar-benar berharap renkarnasi Master nya kali ini tidak lah menyakitkan. Entah itu bagi Master nya atau dirinya sendiri.
"Thom... Thomas... ." Racau Arabella ditengah tidurnya memanggil nama asli kucing oren itu.
Telinga kucing oren itu berdiri tengak dengan mata nya melebar. Netra kuning keemasan nya yang terlihat bulat sempurna seperti kelereng, terlihat sangat jelas.
"M-master... ."
Tommy terharu. Sungguh. Tommy berharap Master nya mengingat dirinya. Mengingat semua yang pernah dia lakukan kepada nya.
Kaki depan kucing itu menyentuh lengan Arabella. Menatap sendu tubuh fana itu. Ingatan kematiannya sebelum menjadi Arabella tiba-tiba muncul dikepalanya. Di dunia mana pun itu, kematian Master nya akan selalu menjadi kenangan terburuk Thomas.
~~~
Arabella melihat seorang gadis kecil yang sangat periang tumbuh dengan keluarga kecilnya. Ibu nya yang memiliki senyum manis yang pernah ditemui dengan lelaki yang dia yakini penuh perhatian itu sedang menggendong gadis kecil itu.
"Ollie sayang papa, mama."
Suara nya terdengar sangat menggemasnya sembari memeluk leher lelaki itu. Arabella terkekeh, dan berbalik melihat gadis kecil itu sudah tumbuh besar. Arabella seperti melihat perjalanan hidup seseorang sekarang. Gadis bernama Ollie itu tumbuh menjadi gadis remaja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantasy"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
