Author double up hari ini, yeah! Yang belum baca scene Bella sama Ly baca bab sebelum okay👌
Cuss langsung baca 🤸🏻
~~~
Meskipun pada awalnya lelaki bernetra merah ruby itu lebih banyak diam dari biasanya, tapi Arabella berhasil menarik Hans keluar dari ruang kerjanya yang terasa sangat tidak mengenakkan itu.
Sejujurnya ini ide yang dia dapat pagi hari dan dengan cepat dia bergegas meneleport mereka berdua keluar istana. Membawa mereka berdua dibawah matahari yang terasa hangat tidak menyengat sama sekali.
"Hans, ayo."
"Bella, aku harus membaca laporan hari--"
"Tumpukkan kertas itu bisa menunggu, tapi hari cerah ini tidak akan datang dua kali, Hans."
Hans hanya bisa mendesah paruh dan mengikuti langkah Arabella yang membawa mereka yang berada dipinggir hutan masuk ke pedesaan. Dengan cepat Hans menjentikkan jarinya dan seketika pakaian mereka berdua berubah. Arabella yang memakai gaun berdominasi hijau emerald dengan Hans yang memakai pakaian sederhana yang bisanya para lelaki desa pakai.
"Apa kau mau bertaruh sesuatu?"
Pertanyaan yang Arabella lontarkan membuat Hans mengerjit keheranan.
Taruhan apa yang Arabella maksud?
Setelah melewati tiga jam penuh kekecewaan, Arabella keluar dari stadium dengan kedua pundaknya yang merosot kebawah dengan Hans yang keluar tersenyum lebar karena dia menang telak dari Arabella.
"Ini tidak adil tau! Padahal aku yang mengajakmu!" Seru Arabella tidak terima dengan kemenangan Hans.
Hans melirik Arabella yang merengek seperti anak kecil. "Salah siapa kalah terus."
"Cih! Lain kali aku akan menang. Lihat saja nanti!"
"Ya, ya, ya aku akan menunggu kekalahanmu yang lain, Bell."
"HANS!!!!"
"Kenapa sayang?"
"Eh?! S-sayang?"
"Iya."
"Hans! Berhenti mempermainkan ku bodoh!"
"Tidak ada salahnya mempermainkan istri ku sediri bukan."
"Kau suami tidak berperikemanusiaan."
"Ya, memang, karena aku ini iblis."
"Hans!"
"Ya, kenapa sayang?"
Arabella merasa tersudut tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tanpa dia sadari kejadian hari ini akan sangat dia rindukan kelak dimasa depan. Arabella yang terlihat masih marah membuat Hans gemas dan terus menggodai Arabella ditempat umum. Bahkan dia dengan berani mencium pipi gadis itu ditengah kota.
"Huh?"
Hans mencubit hidung Arabella. Meniru kebiasaaan Arabella ketika gemas akan sesuatu.
"Terima kasih untuk hari yang menyenangkan ini, Bella."
Arabella tersenyum lebar melihat Hans yang tersenyum lebih lebar dari yang pernah dia ketahui.
Seakan malam yang panjang akan segera berakhir. Bunga tidur yang datang sebagai pertanda buruk akan segera sirna.
Hans, apa dia akan bahagia kali ini?
Arabella tanpa mengucapkan apa yang mengganjal dipikiran membalas senyum yang terasa menghangatkan hatinya itu. Mereka berdua tidak berhenti membuat kisah baru disetiap langkahnya. Canda dan tawa mereka membuat semua orang yang berpapasan dengan mereka tidak bisa berhenti menatap pasangan yang sangat serasi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantasia"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
