BAB 16 : MANIAK SIHIR

1.5K 239 16
                                        

"Bell, Bella." Panggil si kucing oren menunjuk-nunjuk pipi gadis yang terlelap tidur, dan sepertinya bunga tidur tidak ingin lekas pergi dari nya.

Kucing oren itu menggoyang-goyangkan ekor nya kesana kemari. Menggoyangkan tubuh Arabella, tapi gadis itu belum juga kunjung bangun.

"Lihat! Kue mu dimakan Rey!"

"Kuee!!" Pekik Arabella langsung bangun dan menatap linglung sekitarnya. Bibir nya yang manyun dan mata nya yang masih belum terbuka sempurna mendapati Tommy duduk disamping nya.

"Giliran kue bangun. Ini sudah pagi kau ingat kelas mu kan. Ayo bangun."

Arabella menggaruk tungkuknya dan menguap sesekali. Meregangkan tubuhnya ke udara, dan menyibak selimut yang membungkus tubuhnya di malam hari.

"Nyam nyam... Masih ngantuk, hoammm... ."

Tommy menggeleng kan kepala keheranan. Dia mendorong Arabella agar lekas bangkit dari kasur nya.

"Emm, sabar, bentar lagi ya. Nanggung masih ngantuk."

"Ayo cepat bangun. Kau ada kelas pagi hari ini, ingat!"

Arabella melirik Tommy yang berusaha mendorong tubuh besar dengan tubuh kucing nya itu.

"Iya, ya, ya. Bawel banget sih!" Gerutu Arabella lekas bangun mandi dan berganti pakaian. Mengambil gaun yang menurut nya cocok untuk kelas pertama kalinya.

Arabella mengambil gaun berwarna hijau dengan motif bunga, dan rok panjang dibawah lututnya.

Tommy masih bisa melihat wajah mengantuk gadis itu. Dia menguap beberapa kali sembari menyisiri rambutnya.

"Aku siap, ayo, hoam... Berangkat."

Dengan sekejap mata mereka berdua berada di kamar asrama Arabella. Bersamaan tiruan Arabella yang masih tidur di ranjang.

"Hari ini, seingat ku ada kelas menghitung dan... Apa ya?" Arabella mencoba mencari kertas yang bertuliskan jadwal nya.

Arabella mengambil beberapa buku dan pena. Memeluknya dan berjalan ke pintu.

"Tommy aku berangkat dulu ya, da dah~"

Tommy mengeong sebagai jawabannya. Arabella membuka, dan menutup pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya. Gadis itu senang akhirnya bisa bersekolah di academy Xavier ini. Mengingat covid-19 masih merajalela membuat harus terkurung di dalam rumah seharian penuh.

Semua orang saling menyapa dan mengobrol dengan orang yang mereka kenal. Disini Bella yang sebagai gadis yang disponsori Marvin Grafton yang tentu tidak diketahui banyak orang membuatnya kesulitan membaur dengan yang lain, yang rata-rata mereka semua mempunyai pin di kelas elite ini.

"Selamat pagi, Bella." Sapa Theresa ceria tiba-tiba muncul disampingnya.

"Ah! Selamat pagi, Tessa. Apa tidur mu nyenyak semalam?" Ujar Bella yang bernada basi disini.

Theresa tersenyum dan langsung murung. "Entah lah aku mendapat teman sekamar yang mendengkur."

"Haha, aku saran kan kau menyumbat kedua telinga mu dengan kapas."

"Ya, aku sudah melakukannya, tapi tetap saja dengkuran masih terdengar."

Bella tidak menyangka jika Theresa akan mendapatkan teman sekamar yang ternyata suka mendengkur. Ini membuat nya mengingat kakak nya itu. Kakak laki-laki yang super duper menyebalkan. Yang kalau di pagi hari suka mengambil selimutnya pergi.

"Anu, selamat pagi, Theresa, Bella." Sapa Rea yang datang tergesa-gesa karena takut terlambat dan mereka sudah di ambang pintu kelas mereka hari ini yang kebetulan sama.

Aku... Tuan Putri?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang