"Ah, Aku merindukan bayi kecilku." Ucap Arabella karena melihat Tommy hadir lagi malam ini menemaninya disela kesibukan Hans.
Sejujurnya dengan kehadiran kedua sosok yang terlihat menyilaukan mata itu membuat istana yang terkenal suram ini terasa lebih hidup lagi. Sosok Arabella yang terlihat seperti malaikat dengan bakatnya dalam sihir yang tidak perlu dipertanyakan lagi, karena mereka telah mendengar bagaimana Arabella dengan diam-diam bersekolah di academy Xavier dan tidak ada satu pun yang menyadarinya.
Lelaki yang nampak seperti kesatria pendamping yang Arabella bawa itu sebenarnya adalah wujud familiar Arabella yang semua orang tau, Tapi Tommy yang suka nempel kepada Arabella seperti anak kecil yang tertarik akan sesuatu.
"Master, Anda ingin apa?"
"Master! Lihat!"
"Master... ."
Berbagai ekspresi bisa Arabella lihat. Ini adalah Tommy yang dia kenal.
Sepertinya Arabella merindukan sosok anak kecil, wujud Tommy yang dulu. Tommy mengumpulkan keberanian dan mengubah ukuran tubuhnya. Perlahan menyusut memperlihatnya anak kecil laki-laki dengan pakaian kebesaran yang dia pakai seperti jubah bisa Arabella lihat.
Arabella tersenyum dan menggendong Tommy kecil. Mengusap wajah dan kepalanya. Melihat seberapa banyak perubahan yang dia lewatkan untuknya selama ini.
"Annora kecil ingin apa?"
Melihat Masternya tersenyum membuat Tommy lekas memeluk leher Arabella.
"Annora ingin Master!"
"Haha, masih tetap sama." Usap Arabella disela perkataannya.
Suara anak kecil yang dia kenal selama ini terngiang dikepalanya membuat Arabella bahagia bisa mendengarnya lagi. Arabella terus menggendong Tommy berkeliling kamar, memangkunya sembari membaca buku tentang Negeri Tanah Hitam ini, dan tak luput juga tugasnya sebagai seorang ratu yang tidak hanya duduk diam. Arabella sudah menyapa para tetua yang terlihat membeku diam saat melihatnya. Seperti biasanya Tommy nya ini selalu selangkah lebih maju darinya.
Dapat Arabella tebak Tommy semalam berkunjung dari kamar ke satu kamar hanya untuk memperingati para tetua busuk itu.
"Annora kecil ingin mahkota bunga?"
"Ya Master! Annora ingin mahkota bunga yang beeeesar!" Merentangkan kedua tangannya yang ingin nanti mahkota bunganya sebesar apa.
"Haha, Kau sangat menggemaskan." Arabella yang tidak tahan mencubit hidung Tommy kecil itu yang hanya terkekeh senang menerima perlakuan yang Arabella berikan padanya.
"Baik, kita ke taman dan mengumpulkan beberapa bunga ya."
"YEAH!!! MAHKOTA BUNGA UNTUK ANNORA!!!"
Melihat akting Tommy yang begitu alami membuat Arabella tidak bisa menahan senyuman. Dia juga sering kali mencium dahi anak kecil itu. Harumnya yang Arabella sukai selalu berhasil membawanya keingatan masa lalunya sebagai penjaga gerbang.
"Maaf sebelumnya Yang Mulia."
Arabella mengenali pemilik suara itu tanpa perlu berbalik. Lelaki tua bercadar itu berdiri diambang pintu kamarnya.
"Kenapa Gil?"
"Seorang tamu sedang menunggu Anda sekarang."
Arabella melihat perubahan eskpresi Tommy nya itu. Dia nampak sangat sedih karena tau jika dirinya pasti akan lebih mementingkan tamu tak diundang itu.
"Katakan padanya aku akan segera datang." Melihat Gil sudah pergi Arabella mengusap sisi wajah Tommy kecil. "Annora, maaf ya. Aku harus pergi. Aku janji kita lain kali akan membuat mahkota bunga. Bahkan sebesar yang kau mau."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantasy"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
