Penasaran, disini siapa yang lagi nunggu ATP up, komen yaa
(つ≧▽≦)つ
Cuss langsung baca aja(◕ᴗ◕✿)
~~~
Mark tau jika Bella masih tetap putrinya, tapi permintaannya yang ingin bersama Hans cukup membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Bahkan Arabella juga menjelaskan kepada Aileen dan Arion jika dia ingin menikah dengan Hans. Setidaknya itu yang ingin dia lakukan untuk saat ini.
"Huwaa... Kakak Bella mau nikah. Nanti Alexa main sama siapa?!!!"
"Kak, benarkah? Kenapa harus dengan dia?! Ayolah kak, aku bisa mencarikan lelaki yang lebih baik dari pada dia."
Alexa dan Aidan tidak berhentinya bertanya kepadanya. Ini memang mendadak, tapi dia sendiri juga tidak mempunyai waktu lebih banyak lagi. Dia ingin segera melihat happy ending lelaki itu dan itu tujuan kenapa dia ada disini.
Lagi pula itu hanya pernikahan sederhana yang tidak diketahui banyak orang. Bahkan Arabella terkekeh saat melihat bagaimana Hans yang malu berbicara dengan Aileen perihal hubungan mereka berdua.
Arabella bisa melihat Mark yang menggandeng tangannya menuju altar, dan Tommy yang duduk dibarisan terdepan dengan setelan yang membuatnya terlihat rapi. Arabella bisa melihat siapa yang menjadi saksi pernikahannya ini. Hanya keluarganya yang sekarang, maniak sihir, perdana menteri, dan beberapa perwakilan dari pihak Hans juga.
Arabella merasa gugup saat melihat Hans dengan penampilan rapinya dengan surainya yang dia potong lebih pendek sekarang. Tapi, yang membuatnya terkejut adalah siapa pastor mereka.
Melihat Mark sudah memindahkan tangannya ke Hans kembali tempatnya. Arabella bisa melihat Aileen yang berusaha tidak menangis disini, tapi dia tidak bisa menahannya. Dia melihat Bella kecilnya sekarang sudah besar.
"DI HARI YANG MEMBAHAGIAKAN INI KITA BERKUMPUL UNTUK MELIHAT DUA INSAN INI BERSATU. TUAN PUTRI PERTAMA, ARABELLA ALMORE DE ALDRICH, DENGAN... ." Berbalik menunjuk ke Hans dengan tangannya yang tertangkup dengan memegang sebuah kalung yang berlambangkan matahari. "YANG MULIA, HANS... ."
Arabella sepanjang acara tidak bisa berhenti menatap pastor di depannya itu. Tata cara pernikahan yang membedakan disini adalah bagaimana tidak ada scene ciuman untuk kedua mempelai. Melainkan meminum sebuah cawan cukup besar dan kedua mempelai akan meminum dari satu cawan yang sama secara bergantian.
'Kakak, apa itu kau?'
Pastor itu bisa mendengar suara itu. Itu suara Arabella. Pastor itu hanya tersenyum tipis.
'Sudah sangat lama ya, Bella kecil ku.'
'K-kakak... .'
Arabella bisa melihat penampilan yang kakaknya itu tampilkan saat ini. Baju khas para penganut khas berwarna putih menjuntai hingga batas mata kaki. Surainya berwarna hijau keabu-abuan tua yang sepanjang pinggangg itu. Netra kuning keemasaannya yang sama seperti dia ingat dulu. Mungkin hanya Arabella disini yang menyadari siapa sosok yang berada di depannya ini.
Tepuk tangan yang bergemuruh bisa Arabella dengar. Tapi, dia masih berfokus pada sang pastor yang tak berhentinya tersenyum dan mengatakan sesuatu yang berhasil membuat Arabella membelalak.
'Aku akan menunggumu, Bella.'
Setelah acara pernikahan sederhana itu semuanya berjalan seperti yang Arabella kira, tapi melihat bagaimana Hans yang masih malu dan terkejut sering kali dengan kehadirannya di kamarnya. Dalam waktu itu juga Arabella tidak bertemu dengan sang kakak.
Kenapa dia menunggunya?
Apa yang dia tunggu?
Apa pencariannya selama ini akan berakhir?
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantastik"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
