BAB 51 : PILIHAN

1.6K 170 7
                                        

Bacanya pelan-pelan aja yaa^^

Soalnya ini juga panjang dan dah mau dipenghujung juga cerita ini

Cuss langsung baca 🤸🏻

~~~

Langit biru cerah yang dia sukai hadir kembali hari ini. Sinar mentari yang terasa hangat menyentuh kulitnya. Semilir angin sejuk membuatnya terpejam menikmati. Dia bisa mendengar suara deburan ombak. Pasir yang terasa berbeda bisa dia rasakan dengan kaki telanjangnya. Saat dia membuka mata, hamparan laut biru yang begitu luas memanjakan matanya.

Kilau air yang begitu indah dengan burung laut yang berterbangan diudara sedang mengintai mangsanya.

Arabella terdiam menikmati keindahan alam ini.

"Ini... Laut? Ini benar-benar laut."

Mata Arabella menyipit karena kedua pipinya yang terangkat membentuk senyum lebar tidak percaya.

"Ini laut!"

Langkah kakinya membawa lebih dekat ke bibir pantai. Arabella bisa merasakan pasir yang terasa basah dan tiba-tiba sapuan ombak datang membasahi hingga mata kakinya.

"Dingin."

Arabella melangkah lebih jauh lagi, akan tetapi langkahnya membawanya ke danau dimana dia sering menghabiskan waktu luang disana.

Arabella bisa melihat tak jauh dari sisinya dua pasang angsa yang bisa Arabella berpasangan itu terlihat sedih. Telur mereka telah hilang dan hanya menyisahkan sebutil telur saja. Karena merasa sangat sedih salah satu angsa pergi meninggalkannya. Angsa yang tetap tinggal dan berusaha merawat telurnya itu perlahan meninggalkan karena merasa depresi dan memilih mengerami telurnya dari pada mencari makan.

Arabella kembali melangkah dan tempat kembali berubah. Jalan pasar yang penuh sesak Arabella tau ini dimana.

Malam dimana dia bersama Hans menghabiskan waktu bersama, disinilah tempatnya.

Arabella tersenyum tipis mengingat kenangan itu. Arabella kembali melangkah lagi. Academy Xavier yang sepi kini dia berada disana. Perpustakaan, tempat dia latihan, atau kamar asrama nya yang masih kosong bisa Arabella lihat semuanya.

Arabella yang sedang menikmati tempat yang pernah dia kunjung, berbanding terbalik dengan adik perempuan yang sedang membuka kotak yang Arabella berikan padanya.

Alexa membukanya dan melihat jika itu adalah kertas yang sama dia berikan kepada sang kakak untuk hadiah ulang tahun nya sudha terisi oleh coretan.

Alexa mengambil satu dan membacanya.

Kertas pertama berisi. "Jaga kesehatanmu."

Kertas kedua Alexa baca. "Jaga Aidan dan keluarga yang lain untuk ku."

Alexa kini mengambil kertas ketiga. "Alexa, bisakah kau memakai gaun putih yang sudah aku siapkan untukmu nanti, untuk hari bahagiamu nanti."

Alexa tersenyum dan melihat sebuah kota besar dan segera dibuka. Benar saja, itu gaun putih yang Arabella sudah belikan padanya. Alexa menggerutu. "Kenapa kakak ingin aku cepat menyusulnya?"

Alexa mengambil kertas keempat. "Jangan terlalu sering memukul kepala Aidan."

Alexa tertawa lepas membacanya.

"Itu tidak mungkin. Itu seperti sudah menjadi kebiasaanku. Jika tidak memukul kepala bocah es itu tanganku terasa gatal."

Alexa kembali membaca kertas kelima. "Sering ingatkan papa untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga."

Aku... Tuan Putri?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang