Okay malam ini up 👀
Cuss langsung baca^^
~~~
Alexa yang mengikuti langkah Aidan yang menarik Arabella begitu saja dari lantai dansa. Alexa melihat sepasang kekasih yang keluar dari ruangan yang baru saja Aidan masuki. Tentu saja semua orang bertanya-tanya.
Kenapa?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenapa Aidan menarik Bella keluar dari lantai dansa?
Alexa mengetuk pintu putih besar itu, dan mendengar Aidan yang membentak Arabella. Mendengar itu membuat Alexa tentu saja geram. Kenapa Sang kakak harus sampai di bentak.
"Aidan!" Pekik Alexa masuk ke dalam pintu begitu saja, tapi segera Arabella melesat keluar di ikuti Aidan yang meneriaki nya.
"Kakak!"
Semua orang membelalak mendengar panggilan itu. Semua orang mengetahui hanya satu orang yang Aidan dan Alexa panggil kakak.
"Tuan Putri Arabella?"
"Dimana Tuan Putri?"
"Mana? Mana?"
Tentu saja semua menoleh mencari gadis bersurai hitam legam seperti malam yang tak berujung, dengan netra amethyst yang terlihat sangat berharga seperti layaknya sebuah permata. Tapi dimana? Dimana Tuan Putri Arabella mereka tak melihatnya dimana pun.
Arabella yang terus melangkah menjauh sedangkan Aidan yang terus mengejarnya dibelakang diikuti oleh Alexa yang kebingungan dan menuntut jawaban dari Iadan yang terus menghiraukannya.
"Kakak!" Pekik Aidan sekali lagi membuat semua orang menatap Bella dan Aidan bergantian.
Bugh!
"Ah! Maaf!" Pekik gadis bernetra diamond yang baru saja menabrak bahu Arabella dan membuat minuman yang dia bawa tumpah ke gaun Arabella.
Arabella sontak berhenti, dan menatap Rea yang baru saja tidak sengaja menumpahkan segelas minuman ke gaun pemberian Alexa.
"Kau!" Bentak Arabella yang tidak terima dan tergesa-gesa karena Aidan masih mengejarnya.
"M-maaf, B-Bella, maaf, aku... Aku sungguh tidak sengaja." Cicit Rea yang menahan tangisnya yang terlihat jelas matanya yang berkaca-kaca.
Arabella menoleh bergantian Rea dan Aidan bergantian.
"Ishh, Rea aku minta maaf, tapi aku harus pergi, maaf!" Pekik Arabella segera lenggang pergi melihat Aidan semakin mendekati, tapi bocah es itu lebih cepat yang dari Arabella sadari.
"Bella!" Cengkraman Aidan menarik pergelangan tangan Arabella.
Arabella menoleh, menatap tajam Aidan mengisyaratkannya untuk melepaskannya.
"Zidan!" Geram Arabella yang bisa Aidan baca.
"Tidak! Ikut aku!"
Aidan melirik Rea yang menatap kagum dan sekaligus iri kepada Arabella. Aidan melihat gaun Arabella yang sudah ternodai minuman berwarna segera tangan lainnya bergerak, menyapu permukaan gaun Arabella segera noda itu terangkat seperti gumpalan cair melayang di udara.
"Zii... ."
"Kak Bella."
Arabella diam seribu bahasa begitu pun juga semua orang. Rea yang melihat itu begitu iri bagaimana Bella begitu diperhatikan oleh Pangeran begitu juga Tuan Putri.
"Maafkan kami semuanya, kami bertiga harus pergi sekarang. Silahkan lanjutkan pestanya." Seru Alexa yang berhasil menarik perhatian semua orang. Alexa segera menarik Aidan dan Arabella keluar dari pesta dan lekas dalam sekejap mata mereka berada dibagian Utara academy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantasy"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
