Malem-malem, hujan, berkabut, hmm~ enak banget buat up haha...
Btw ATP double up loh 👀
Cuss langsung baca 😽
~~~
Karena kondisi Arabella yang masih belum membaik. Arabella terpaksa izin tidak masuk academy, dan berharap seseorang tidak mengecek kamar asramanya itu saja. Beruntungnya dia punya Tommy disini. Setidaknya kucing oren itu akhirnya berguna dengan sangat baik, tidak hanya berbaring, dan tidur terus, dan hanya bangun saat dia mengatakan kata ajaib 'ikan'.
Arabella mendengus kesal. Dia benar-benar bosan sepanjang hari di kamar terus.
Hachim!
Sepertinya efek memakai pakaian pendek semalam dapat Arabella rasakan sekarang.
"Terkutuk lah kau Hans."
Karna lelaki itu Arabella harus menderita flu, dan sudah cukup banyak menghabiskan banyak sapu tangan. Di dunia ini tisu masih belum ditemukan.
"Nona, saya membawakan Anda teh lemon."
Arabella bisa mendengar suara Raya yang diikuti suara langkah kakinya.
Hidung yang memerah, dan wajahnya seperti orang mabuk bisa Raya lihat. Arabella benar-benar sakit sekarang.
"Terima kasih Raya."
"Ini sudah tanggung jawab saya memenuhi kebutuhan Anda Nona." Ucap Raya memberikan secangkir teh beraromakan lemon yang hangat.
Arabella menyeruput teh lemon yang seketika menghangatkan tenggorokan dan perutnya. Sekarang dia merasa jauh lebih baik. Arabella melihat air berwarna coklat yang sedikit keruh itu, dan seketika bayangan maniak sihir itu terlintas di otaknya.
'Aku penasaran apa yang maniak sihir itu lakukan saat aku tidak ada?'
'Apa yang baru saja aku pikirkan?! Kenapa juga aku harus memikirkan si maniak sihir itu juga?'
Tanpa sadar alis Arabella berkerut. Raya melihat sekitar mengetahui semua benda masih berada ditempat yang sama.
"Nona saya hanya ingin mengingatkan untuk beberapa hari kedepan sebaiknya Anda berhenti membaca buku."
Arabella baru ingat. Selama dia pergi ke academy Tommy akan memasang boneka yang persis seperti dirinya, dan selalu menghabiskan sepanjang hari di kamar untuk membaca buku. Agar tidak curiga Arabella sudah mengatakan jika buku-buku yang sedang dia baca juga adalah rekomendasi Elios dan juga beberapa buku yang membuatnya tertarik dia ambil dari perpustakaan.
"Raya sangat perhatian ya... ."
Raya tersenyum mendengar pujian dari Arabella.
"Nona harus lekas sembuh."
"Siap!" Seru Arabella bersemangat dan memberi hormat kepada Raya seperti seorang tentara.
Ditengah perbincangan mereka berdua terdengar seseroang mengetuk pintu. Raya segera menghampiri dan membuka pintu putih yang lebih tinggi darinya itu.
"Y-Yang Mulia, semoga berkah Dewa Dewi selalu bersama Anda!" Pekik Raya yang langsung membungkuk hampir sembilan puluh derajat.
Arabella yang penasaran berusaha mengintip siapa yang berada diambang pintunya itu. Tanpa perlu waktu lama Raya lekas membuka pintu lebih lebar dan meninggalkan ayah dan anak itu berdua.
Lelaki bersurai putih keabu-abu itu tersenyum dan melangkah mendekat. Seseorang yang harus Arabella panggil 'papa' ini menanyakan keadaannya.
"Apa masih sakit?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku... Tuan Putri?
Fantasía"A-aku... Siapa? Arabella?" Hans, karakter second lead di 'Darah Kaisar' yang aku sukai tidak punya happy ending yang aku inginkan. "Gimana kalau kamu aja yang buat Hans bahagia?" Pertanyaan itu langsung aku iyakan dan siapa sangka aku menjadi putr...
