"Kamu bertanya apa yang akan ku lakukan? Ya tentu saja aku ingin memiliki kamu selamanya" jawab Nino. "Maksud kamu? Itu tidak mungkin" ucap Andin. "Aku mau kamu melayani aku malam ini sayang" ucap Nino. "Enggak, enggak aku gak mau" tolak Andin. "Kamu harus mau sayang" ucap Nino. "Aku gak mau" tolak Andin lagi. "Kamu harus mau" paksa Nino sambil mencengkram tangan Andin. "Enggak, aku gak mau. Lepaskan, sakit. Aku gak mau" berontak Andin.
Nino yang tak mau Andin makin memberontak dia pun menyuruh anak buahnya menyuntikkan obat bius ke Andin. "Cepat kamu beri dia obat bius" pinta Nino. Anak buahnya pun segera menyuntikkan obat bius itu. Andin yang telah diberi obat bius pun pingsan tak sadarkan diri. "Huft, ternyata Andin sulit juga di suruh nurut" ucap Nino. Melihat Andin yang sudah pingsan, Nino pun ingin membawa Andin ke apartemen nya.
Sementara Al yang sedang berada di kantornya tiba-tiba saja kepikiran Andin. Kok, aku kepikiran Andin ya? Kok perasaan ku gak enak ya? Coba ku telpon saja. Batin Al
Al pun menelpon Andin, tetapi sudah yang keberapa kalinya Al menelpon Andin tidak menjawab teleponnya karena hp Andin langsung di matikan oleh orang itu. Al pun semakin khawatir, Al yang khawatir berniat melihat keberadaan Andin melalui GPS yang ada di hp Andin. Betapa terkejutnya Al karena keberadaan Andin yang sudah jauh dari kota. "Ini kan desa kecil, jauh dari kota? Ngapain Andin ke sana?" Ucap Al. "Kok perasaanku gak enak ya?. Lebih baik aku lihat ke sana aja" ucap Al. Al pun pergi ke tempat itu, di perjalanan Al menelpon Rendi. "Lebih baik ku telpon Rendi untuk bawa polisi, aku takut kalau terjadi apa-apa dengan Andin" ucap Al.
Al pun menelpon Rendi. "Halo Ren, kamu tolong ke kantor polisi sekarang, suruh polisi datang ke tempat saya sekarang saya akan bagikan lokasinya" pinta Al. "Baik pak" jawab Rendi. Al pun membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut Andin kenapa-kenapa. "Ya Allah, semoga Andin gak kenapa-kenapa. Tunggu saya ndin saya akan jemput kamu" ucap Al.
Sementara di lain tempat Nino yang mau membawa Andin ke apartemen nya terhentikan oleh seseorang. "Ya ampun, Andin kamu cantik sekali dan begitu menggoda" ucap Nino sambil mengelus pipi Andin. "Saya mau kamu jadi milik saya selamanya" ucapnya lagi.
Tiba-tiba datang lah seseorang dari luar yang tak lain adalah Aldebaran. "Jangan berani sentuh istri saya" ucap Al marah karena melihat Nino sedang memegang pipi Andin. "Oh, ternyata kamu datang. Saya kira kamu gak akan datang" ucap Nino. "Kenapa anda bilang seperti itu" ucap Al. "Ya, karena melihat anda yang menikahi Andin hanya karena dendam anda" jawab Nino. "Bukankah Anda tidak mencintainya bukan? Kalau gitu biarkan Andin bersama saya dengan senang hati saya akan menjaga Andin" jelas Nino. "Apa hak anda untuk menjaga istri saya" ucap Al. "Udah lah Al, biarkan Andin bersama saya. Bukankah dendam mu sudah terbalaskan" ucap Nino. "Cukup, Andin itu istri saya. Jadi saya yang berhak atas Andin bukan anda mengerti" ucap Al marah
"Tenang Al, kita akan selesaikan ini dengan baik-baik" ucap Nino. Kemudian Nino memerintahkan anak buahnya untuk menghajar Aldebaran. Aldebaran pun melawan anak buah Nino. Belum sempat Al selesai berkelahi, tibalah Rendi membawa Polisi. "Pak Al" ucap Rendi. "Rendi" jawab Al. Sementara anak buah Nino yang melihat polisi datang langsung kabur. "Sial, ada polisi. Gue harus cepat bawa pergi Andin dari sini" ucap Nino
Al yang melihat Nino mau membawa Andin langsung menghentikannya."Jangan berani membawa istri saya" ucap Al. Nino yang kaget, dia pun meletakkan Andin kembali dengan sedikit keras sehingga kepala Andin sedikit terhempas ke lantai. "Andin" ucap Al. Sementara Nino langsung segera kabur, ketika Nino hendak kabur tiba-tiba polisi ada di depannya. "Angkat tangan" pinta polisi. Nino pun langsung mengangkat tangannya karena melihat polisi yang memegang pistol. Dan polisi pun langsung membawa Nino ke kantor polisi.
Sementara Al langsung menghampiri Andin. "Andin, ndin. Bangun ini saya" ucap Al. "Pak sebaiknya bapak segera bawa buk Andin ke rumah sakit pak" ucap Rendi. "Iya Ren" jawab Al. Al dan Rendi membawa Andin ke rumah sakit, selama di perjalanan Al tak henti-hentinya berusaha membangunkan Andin.
"Andin, ndin bangun. Kamu harus bertahan saya gak mau kehilangan kamu. Kamu adalah hidup saya ndin, jangan tinggalkan saya" ucap Al sambil menangis.
"Ndin, bentar lagi kita sampai. Kamu bertahan ya" ucap Al lagi.
Sesampainya di rumah sakit, Al pun membawa Andin ke dalam. "Sus, Suster" teriak Rendi. "Iya pak" jawab suster. "Tolong bawa brankar" pinta Rendi. "Baik pak" jawab suster
Setelah brankar datang, Al menidurkan Andin di atas nya. "Ndin kamu harus bertahan" ucap Al. "Maaf pak, anda sebaiknya nunggu di luar" pinta suster. "Lakukan yang terbaik untuk istri saya ya sus" pinta Al. "Baik pak" jawab suster.
Al pun menunggu di depan ruangan. "Ya Allah selamatkan lah Andin, istri saya" Ucap Al. Tiba-tiba handphone Al berbunyi yang ternyata dari mamanya.
"Halo Al, kalian di mana? Kok belum pulang?" Tanya Rosa. Rosa yang mendengar Al sedang menangis pun bertanya lagi. "Kamu kenapa Al, semuanya baik-baik saja kan?" Tanya Rosa. "Andin mah" ucap Al. "Andin kenapa Al?" Tanya nya. "Andin tadi diculik mah" jawab Al. "Astaghfirullah, di culik? Lalu sekarang Andin ada di mana?" Tanyanya. "Andin sekarang lagi di rumah sakit mah. Lagi di ruang UGD" jawab Al. "Astaghfirullah, yaudah mama ke sana sekarang" ucapnya. "Iya mah" jawab Al. "Kamu udah hubungi papa Surya?" Tanya Rosa. "Belum mah" jawab Al. "Yaudah kamu sekarang hubungi papa Surya dulu" pinta Rosa. "Iya mah" jawab Al.
"Ya Allah, baru saja Andin keluar dari rumah sakit beberapa minggu lalu. Kenapa Andin kembali ke sini lagi sekarang" ucap Al. Al pun segera menelpon papa surya. "Halo pah" ucap Al. "Halo Al, ada apa nak?" Tanya Surya. "Begini pah, saya mau kasih tau kalau Andin masuk ke rumah sakit" ucap Al. "Astaghfirullah, kenapa bisa. Andin sakit apa Al?" Tanyanya. "Ceritanya panjang pah, nanti saya jelaskan" jawab Al. "Iya Al, sekarang Andin di rawat di rumah sakit mana?" Tanya nya. "Di rumah sakit Jakarta Hospital pah" jawab Al. "Yaudah, papa ke sana sekarang" ucap nya. "Iya pah" jawab Al.
____________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Ikatan Cinta
Historia CortaTokoh: Aldebaran Alfahri Andini Kharisma Putri El Nino Prasetya Elsa Anindita Seorang CEO PT Aldebaran Sejahtera yang bernama Aldebaran Alfahri telah salah paham dan terlanjur membalaskan dendamnya ke Andini Kharisma Putri seorang dosen di salah s...
