a giant spot light

3K 408 107
                                        

Lisa mulai menautkan kedua alisnya disana.

Kenapa melihat wajah Ji Eun yang tak menua–bahkan semakin cantik itu mampu membuatnya kesal?

"Bantu aku." Kata Sehun yang dengan seenaknya berbisik di telinga Lisa.

Lihatlah tingkah lelaki tidak sopan ini, ia sudah melingkarkan tangannya di pinggang Lisa tanpa mohon izin kepada si pemilik tubuh.

"Wah Lisa." Ji Eun menatap Lisa dengan pandangan yang sedikit berbeda?

'Berbeda' yang dimaksudkan disini adalah, cara Ji eun menatap Lisa yang tampak tidak ramah–tak seperti dahulu ia mengingatnya.

"Halo, unnie." Lisa tersenyum tipis disana. Rasanya aneh sekali bertemu dengan orang dari masa lalumu secara bersamaan seperti saat ini.

"Halo, Oh Sehun." Ji Eun beralih memandang Sehun, "Nampaknya harapanmu sudah menjadi nyata, ya?" Entah perasaan Lisa atau bagaimana, namun ketika Ji Eun mengucapkan kata 'harapan', wanita itu menatap Lisa dengan tajam sebelum di akhiri dengan senyum andalannya.

"Kau datang sendiri?" Oh Sehun semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Lisa. Membuat Lisa sedikit bergidik disana.

Mendengar kalimat Sehun, Ji Eun pun terkekeh pelan, "Tentu saja. Apa aku terlihat menyedihkan jika datang sendiri ke pernikahan kerabatku sementara mantan tunanganku ini sudah memeluk wanita lain?"

Eh?

Kenapa Ji Eun menghunus Lisa dengan tatapan yang membuatnya kembali merasa tidak nyaman begitu?

"Kau sudah dewasa ya, nona Lisa. Bahkan kau semakin mempesona." Katanya sembari melipat kedua lengannya di depan dada dan membuat penilaian cepat terhadap Lisa.

"A–unnie pun tidak berubah. Masih cantik seperti dulu kala." Jika Lisa yang dahulu masih bersemayam di jiwa Lisa masa kini, tentu kalimat barusan takkan mungkin ia ucapkan kehadapan Ji Eun atas nama gengsi.

"Tentu saja. Aku tak boleh kalah cantik dengan wanita yang berhasil membuat mantan tunanganku pergi meninggalkanku." Katanya dengan suara yang agak meninggi hingga membuat Lisa sedikit mengerjap disana.

Jika otak Lisa tak terlambat bekerja, apa semua tuduhan yang diucapkan Ji Eun adalah mutlak untuk dirinya?

Jadi Oh Sehun memang pernah bertunangan dengan Ji Eun? Namun semuanya telah usai? Karena Lisa?

HAH?!??!

Jadi Oh Sehun sialan ini menumbalkan Lisa untuk menjadi tersangka perusak hubungan orang lain diantara mereka?! Maka dari itu lelaki ini berakting mesra dan meminta bantuannya??

Sial. Baru saja kembali ke korea dan aku sudah menerima dua gelar?!

Ya, gelar pertama adalah wanita yang ditampar pengantin wanita.
Sedangkan gelar kedua adalah, perusak hubungan antara Oh Sehun dan Ji Eun.

Jika ada tamu undangan yang seenak jidatnya merangkai benang kusut ini, pastilah mereka akan berpikir jika Lisa benar-benar merusak hubungan Sehun dan Ji Eun, sedangkan tamparan dari Somi adalah balasan karena ia sudah menghancurkan hubungan kedua orang itu. Luar biasa.

Lisa terkekeh pelan.

"Apa ada yang lucu, nona?" Kata Ji Eun yang sedikit merasa terintimidasi dengan cara Lisa tertawa.

Pandangan Lisa beralih ke arah Oh Sehun yang masih memasang poker face andalannya. Bahkan lelaki itu tak terlihat risih sedikitpun dengan adegan awkward yang sedang berlangsung.

"Tidak. Namun sepertinya kau salah paham, Ji Eun-ssi. Aku–"

"Sayang." Sehun memutar tubuh Lisa untuk menghadap ke arahnya dan menangkup pipi merah Lisa dengan kedua tangannya, "Apa kau terlalu banyak minum? Kau bilang kau mual?" Kata Sehun yang terus mengusap pipi Lisa dan membuat wanita itu mendelik hebat.

Enchanted By YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang