*note: play the music up there to more feelin
Lisa memaki dalam hati berpuluh kali.
Air mata pada pelupuk siap terjun payung jika ia sudah tak mampu membendungnya lagi.
Kakinya yang gemetar pun masih kuat berlari sekuat tenaga tak tentu arah.
Yang ia pikirkan hanya menjauh dari lelaki yang tak pernah absen dalam mimpi buruknya.
Lisa tak tahu jika kadar bencinya pada seseorang mampu membuat perutnya terasa mual hanya dengan memandang wajah orang tersebut.
Terlarut dalam kesibukannya melarikan diri, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Lisa dengan menghadangnya hingga ia menghentikan langkah.
Tentu saja Lisa tahu siapa pemilik mobil itu.
"Tak usah jadi pahlawan kesiangan." Desis Lisa pada Sehun saat lelaki itu keluar dari dalam mobil dan menghampirinya.
"Masuk."
"Tidak."
"Masuk."
"TIDAK!" Lisa menghentakan kakinya kuat kuat pada aspal yang tak bersalah.
"Lalisa, masuk." Suara Sehun yang lembut tetap terdengar tegas di telinga Lisa. Lelaki itu sedang menahan pintu mobil yang ia buka dengan manik yang tak lepas dari gadis dihadapannya.
Walau mendengus sebal, Lisa menuruti kalimat Sehun pada akhirnya.
Tentu saja Lisa mengesampingkan gengsi karena jujur saja ia takut tersesat jika terus berlari tak tentu arah.
Pun Sehun segera menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah kemudi.
Mobilnya kini melesat cepat di tengah jalanan yang tak begitu ramai.
Di dalam sana terbalut oleh sunyi yang hanya bersuarakan tiktok pada dashboard.
Dan pada tempatnya, Lisa berusaha mengatur kembali nafasnya yang sempat habis.
Entah mengapa saat bersama lelaki di sebelahnya itu, ia merasa sedikit tenang saat ini.
🕊
Sehun menghentikan mobilnya pada sebuah cafe yang tampak asri.
Masih tidak berkata apapun, ia memilih untuk segera keluar dari mobilnya dan mengetuk kaca Lisa agar gadis itu mengikutinya.
Lisa yang sedang malas melakukan apapun itu lebih memilih untuk bersandar, melipat kedua tangannya di depan dada dan menutup mata.
Tentu saja Sehun tidak menerima pemandangan yang disaksikan.
Lelaki itu segera membuka pintu mobil dan membuat Lisa terpaksa untuk tidak menutup matanya kembali.
"Aku sedang malas makan atau apapun itu."
"Aku juga malas mencarimu jika kutinggal dan kau hilang lagi."
"Aku tidak akan kemana-mana. Aku lelah setelah berlari. Aku mau tidur."
"Kau bisa tidur di dalam sana. Cepat aku lapar." Kata Sehun yang kini tengah menarik tangan Lisa dengan sedikit paksa.
"Hih!" Gadis itu mendengus sebal, namun tentu kalimat Sehun diturutinya kembali. Tumben sekali.
Saat melangkah menuju cafe yang letaknya sedikit masuk ke dalam, Lisa mulai sadar dimana ia berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enchanted By You
FanfictionLisa merasa jika Sehun sudah memiliki hatinya sejak lama. Walau Sehun hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Walau Sehun hanya memanggil Lisa sebagai 'teman adikku' tanpa pernah menyebut namanya. Walau usia memberi jarak diantara mereka. Walau lel...
