Lisa menatap Sehun yang juga sedang memandangnya dengan tatapan kesal.
Sehun dengan kedua tangannya yang masih mengunci Lisa. Dan Lisa yang berada di bawah lelaki itu juga sedang berusaha keras untuk tidak terlihat lemah pada posisinya.
"Sangat merusak suasana." Kata lelaki yang kini sudah bangkit dan duduk pada sudut ranjang itu.
Tentu saja Lisa dengan segala rasa ingin tahunya yang membuncah tak membiarkan Sehun menghindar. Anehnya, ia kembali mendekati Sehun dan duduk dipangkuan lelaki itu tanpa rasa malu sedikitpun, "Siapa yang merusak suasana? Aku? Pertanyaanku? Atau Ji Eun?" Katanya sembari memeluk tengkuk Sehun.
Entah keberanian darimana, namun saat ini jelas Lisa tak memegang akal sehatnya.
Pun Sehun mengalihkan matanya pada manik Lisa yang penuh dengan binar ingin tahu, "Kau bercanda?" Katanya?
"Memangnya aku bercanda? Aku sungguh-sungguh ingin tahu. Tapi aku tak mau kau marah dan pergi meninggalkanku yang masih ingin bersama denganmu." Lisa menatap Sehun seperti seekor anak anjing yang tak bersalah, "Maksudku ini keinginan anak ini." Revisinya dengan cepat.
Sehun menghela nafasnya sebal.
"Apa salahnya sih menjawab? Seperti kau akan mati saja."
"Meskipun kau berkelit, aku akan selalu menanyakan hal ini sampai kau memberiku jawaban yang memuaskan."
"Seperti pertanyaan kenapa kau memutuskan pertunanganmu dengan Ji Eun, kenapa kau mencariku, dan kenapa kau memaksaku menikah denganmu sebelum ada janin di rahimku. Rasanya terlalu banyak 'kenapa' hingga bisa kukumpulkan dan kujadikan sebuah buku."
Sehun melepas pelukan Lisa pada tengkuknya.
Lelaki itu menggeser Lisa dengan lembut dan segera berdiri. Ia terlihat akan segera meninggalkannya.
"Hei mau kemana?" Teriak Lisa yang suaranya tak diindahkan oleh Sehun.
Wanita itu pun segera berlari mengejar Sehun yang belum sempat memegang kenop pintu kamarnya, "Jangan tinggalkan aku." Mata Lisa mulai berkaca-kaca, "Kau boleh menjawab pertanyaan ini besok. Tapi malam ini jangan tinggalkan aku. Anakmu sedang ingin dimanja." Rengeknya sembari menarik ujung kaus Sehun.
"Kau menyebalkan." Kata lelaki yang sedang memijit pelipisnya disana.
Pun Lisa tak ingin kalah dengan argumen Sehun "Jika menyebalkan adalah sebuah turnamen, tentu kau adalah pemenangnya!" Namun kalimat dan tingkahnya tak berjalan beriringan.
Dibalik wajah kesalnya, Lisa kini justru memeluk Sehun dengan begitu erat.
Dan lagi-lagi suara helaan nafas terdengar dari Oh Sehun.
Dengan langkah malas, lelaki itupun menggendong Lisa kembali pada ranjangnya.
🕊
"Jadi?" Kata wanita cantik yang sedang menyeruput es kopinya itu. Pandangannya terlihat malas dan jengah pada saat yang bersamaan.
"Yah, kalau kau tidak sibuk-"
"Aku SANGAT sibuk." Katanya lagi.
"Ayolah, hanya sepuluh menit. Tidak. Tidak. Lima menit juga tak apa."
"Jadi kau, istri dari mantan tunanganku datang jauh-jauh kemari karena ingin menanyakan mengapa pertunangan kami batal? Bukankah kau sangat tidak peka Nyonya Oh?" Ji Eun melipat tangannya di depan dada pandangannya lurus menatap Lisa yang masih meringis di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enchanted By You
FanficLisa merasa jika Sehun sudah memiliki hatinya sejak lama. Walau Sehun hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Walau Sehun hanya memanggil Lisa sebagai 'teman adikku' tanpa pernah menyebut namanya. Walau usia memberi jarak diantara mereka. Walau lel...
