sick in the head

2.3K 330 23
                                        

Seorang gadis cantik berambut bob yang diikat separuh tengah berjalan dengan pandangan menunduk di antara lorong yang sedikit ramai.

Beberapa orang yang melihatnya disana menyapanya dengan antusias karena sang gadis sudah jarang mengunjungi tempat yang kini sedang di jelajahinya.

Lisa melambaikan tangannya pelan saat namanya dipanggil oleh rekan kerja Sehun. Namun matanya tak lepas dari buku yang ada di tangannya saat ini.

"Pemandangan macam apa ini?" Suara familiar dari seorang lelaki membuat Lisa mengangkat kepalanya segera.

Suho sedang menghadang jalan Lisa yang dapat diduga akan masuk tanpa permisi ke dalam ruangannya.

"Dua minggu tak terlihat, ternyata kau sakit parah begini?" Suho merampas buku yang dibawa Lisa sedari tadi. Tentu saja yang di ledek mendengus sebal sembari berusaha mengambil kembali lekturnya.

"Kembalikan. Ada hidupku yang dipertaruhkan disana." Kata Lisa yang masih berusaha meraih benda yang kini sedang di angkat Suho di udara.

"Apakah ini sifat aslimu? Kutu buku?"

"Ck. Tidak. Aku sedang taruhan dengan Sehun oppa."

"..hah? Bagaimana?" Merasa kasihan dengan Lisa yang berulang kali melompat untuk menggapai lekturnya, Suho segera mengembalikan benda itu kepada gadis dihadapannya.

"Iya. Aku harus masuk 10 besar agar bisa terus main kemari."

Walau masih tak paham dengan apa yang dikatakan Lisa, dengan segera Suho merangkul pundak gadis itu dan menggiringnya menuju kantin, "baiklah, ayo oppa traktir agar kau lebih semangat belajar."

Suho tak membual dengan ucapannya. Ia sungguh-sungguh memenuhi meja mereka dengan asupan gizi lengkap untuk Lisa.

Mulai dari snack, dessert, sandwich, hingga makanan berat.

"Oppa kira aku ini babi atau apa?" Lisa memandang Suho dengan heran ketika lelaki itu masih membawa satu kantung plastik penuh yang berisi makanan ringan.

"Kau butuh banyak nutrisi untuk berjuang, bukan?" Entah Suho berniat menyemangati atau sekedar meledek Lisa, gadis itu hanya dapat berterima kasih walau alisnya ikut bertaut.

Tanpa perlu dipaksa, Lisa dapat memberitahu Suho tentang perjanjian macam apa yang dibuat dirinya dan Sehun.

Namun ekspresi sungguh-sungguh dan serius dari Lisa membuat Suho yang tadinya terbahak menjadi sedikit melunakkan tawanya.

"Kenapa kau terlihat kurus?"

Lisa mengambil sandwich serta sosis jumbo untuk dilahapnya bersamaan, "apa iya? Yah...tapi aku kalau sudah serius memang akan lupa dengan hal lain. Bahkan kalau Somi tak memukul dan menendangku, aku takkan makan dan mandi seharian."

Suho menatap takjub gadis belia yang kembali membuka bukunya sembari mengunyah sandwich disana. Krim keju yang menempel pada sudut bibir Lisa membuat Suho terkekeh pelan, "apa Sehun tahu usahamu ini?" Katanya sembari membersihkan krim keju di sudut bibir Lisa dengan tangannya.

Tentu saja Lisa menggeleng mantap, "apa kau pikir Sehun oppa akan perduli dengan proses yang kulalui? Ia hanya membutuhkan hasil. Dan aku akan membuktikan padanya jika aku ini tak pantas diremeh–"

Kalimat Lisa berhenti ketika dirinya melihat dua sosok yang familiar di ingatannya sedang berjalan memasuki kantin.

Pun Suho mengikuti pandangan Lisa yang berhenti mengunyah sandwichnya disana.

Sehun sedang berjalan dengan Ji Eun dan nampaknya percakapan mereka begitu serius. Sang pujaan hati bahkan sedang merangkul pundak wanita cantik yang wajahnya terlihat lesu itu.

Enchanted By YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang