≈Author POV≈
"Eri?"
"Hiks..."
Sosok ibu memanglah penting.
Tapi bagaimana jika sosok itu tiada atau hilang?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tidak apa Eri, tidak apa, itu hanya mimpi"
Bagi anak seperti Eri itu bagaikan mimpi buruk keduanya setelah trauma yang didapatnya.
Sejak wanita yang menikahi seorang nolep ehem! Aizawa Shouta tersebut menghilang, mimpi buruk terus menemuinya di dalam tidur.
Lebih tepatnya, wanita itu diculik karena melindunginya.
"Papa koko ni iru"
Berat bagi pria ini juga untuk kehidupannya menjadi single parent.
Merawat 2 anak sekaligus yang belum bisa mengurusi dirinya sendiri.
Ia harus mengajar untuk menafkahi keluarganya.
Dan mencerdaskan anak orang yang super hiperaktif selalu membuatnya pening :v
Terkadang ia harus membawa jagoan kecilnya ikut mengajar karena sebuah alasan juga.
"Apa ada pertanyaan?"
Membuat siapa saja jadi salah fokus karena Aizawa Shouta harus menggendong anak lelakinya.
"Kalian tidak mendengarkan ya?"
"Habisnya Sato-kun imut!"
"Kloningan sensei imut!"
"Mattaku..."
"Au!"
"KYAAA! KAWAII!"
Keadaan ini mau tidak mau harus dia terima.
Disamping kesibukkannya, dia tetap mencari info tentang istri tercintanya.
"Nandatto!?"
"Masih belum pasti Eraser Head, maafkan aku...aku sendiri tidak visa bertindak seenaknya"
"Tidak...tidak apa Hawks, asal...oh, ya ampun [y/n]"
"Aizawa!"
Ia seperti ditampar akan masa lalunya ketika megetahui wanita yang ia cintai akan dijadikan sama seperti sahabatnya yang telah tiada.
Villian memanfaatkan quirk wanitanya itu.
"Kami usahakan sebaiknya agar hal itu tidak terjadi"
"Aku mohon lakukan apapun...bawa dia pulang, hanya itu keinginanku"
Bahkan dia memohon hanya untuk wanitanya kembali.
Tatkala ia juga ikut dalam pencarian tersebut dan memantau dari jauh lokasinya.
"Huhuhu..."
"Daijoubu yo Eri"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
