≈Aizawa POV≈
"Ngh~"
Sudah pagi...
Kepalaku pening rasanya, masih ngantuk.
"Shota"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku menoleh ke arah suara lembut yang memanggilku.
[Y/n], istriku memberiku baju.
"Ada apa? Jangan vuat aku begini terus dong Shota , tangabku bisa pegal"
Ah, ya semalam, malam yang panas.
Aku bisa lihat perbuatanku membekas di tubuhnya.
Aku menarik tangannya pelan agar aku bisa mengurungnya lagi dalam belengguku.
Aku bisa melihat wajahnya dari atasku.
"Shota?"
Aku ingin memeluknya dulu.
"Shota doushita?"
"Tidak apa, hanya mau begini sebentar"
"Oh, uhm...baiklah"
Elusannya di kepalaku membuatku nyaman.
Aku beruntung menikahinya.
Aku suka menghabiskan waktuku dengannya meski cuma sekedar memeluknya begini.
"Ikanaide..."
"Watashi wa koko yo, Shota"
Tapi aku rasa...
Ini hanya bunga tidur yang terasa nyata.
Aku mendongak menatapnya yang tersenyum manis padaku.
"Usotsuki..."
"Doushita no Shota? Warui yume desu ka?"
"Hm..."
Jika ini mimpi, aku tidak mau bangun.
🐈🐈🐈
≈Author POV≈
Alarm berbunyi menunjukkan jam 7 pagi.
Sebuah pasang mata terbuka menatap langut kamarnya.
Setituk air mata meluncur mulus ke pipi.
Tangannya mematikan alarm.
Setelahnya mengusap kasar wajahnya yang tampak lelah.
"Warui yume janai yo [y/n]...ii yume da"
Sudut bibirnya tertarik ke atas sedikit mengingat mimpinya yang indah.
