Perhaps I was just a walking disaster to everyone around me and you.
London - Spring
🌸
Jam terbangku bisa dibilang sudah berada di level senior untuk sekelas kompetisi antarsekolah. Aku sudah terpilih menjadi pilihan utama kiper New Gunners FC sejak berada di year 9 dan telah memiliki pengalaman dari pertandingan di beberapa kompetisi. Bersama Emre, Ryan, dan Dave, kami sering disebut sebagai angkatan emas futsal Islington High School. Meski hanya penghargaan tidak tertulis, aku tetap merasa terhormat bisa menjadi bagian dari sejarah sekolah.
Berhadapan dengan tim futsal sekolah rival bukan masalah bagiku karena kami sudah sering bertemu di final. Aku biasanya tidak pernah merasa gugup seolah-olah ada pemburu bintang yang dikirimkan Arsenal untuk memantau kami, menilai kami apakah kami layak untuk direkrut. Rasa gugup yang menjalar di sekujur tubuhku melebihi itu semua. Salah satu penonton yang telah mengisi tribun yang nyaris penuh adalah Dad.
Ini pertama kalinya Dad datang menyaksikan pertandinganku dan aku merasa momen langka ini adalah salah satu caraku membuktikan kepada Dad bahwa aku layak memperjuangkan mimpiku. Masih belum bisa dianggap sebagai lampu hijau, tetapi sudah cukup untuk menjadi motivasiku berlatih mempersiapkan dua pertandingan penting dalam sebulan ke depan. Coach Mason juga memuji peformaku yang meningkat dan semakin memotivasiku berlatih giat demi mempertahankan posisi sebagai kiper utama.
Emre-dibalik sifat baik dan sabarnya, kekurangannya adalah pelit-hampir setiap hari membawakanku minuman dari kafenya. Rasa minumannya berbeda setiap harinya, katanya agar aku tidak bosan padahal aku tahu dia membawa minuman yang sedang diskon. Ryan mengomel karena tidak diberi minuman gratis oleh Emre-kembali kekurangan yang dimilikinya, dia pelit.
Sementara Ryan, dia membantuku berlatih dengan menembakkan beberapa tendangan tidak biasa yang harus kutangkis. Dia bilang beberapa hari terakhir dia bermain sepak bola dengan anak-anak dari Selatan dan mendapati beberapa ideologi baru dari para pivot. Aku tidak begitu paham dengan maksudnya, tetapi cara Ryan itu lumayan membantuku membuka mata dan melihat dari sudut pandang para penyerang dengan lebih luas.
Anak-anak futsal lainnya juga tidak kalah suportifnya. Terlepas dari siapa pun yang menyebarkan kabar itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kabar itu juga bukan kebohongan. Tampaknya itu juga alasan tribun penonton pendukung New Gunners FC, mereka penasaran bagaimana nasib Andrew Stanley selanjutnya.
Sambil mengenakan sarung tangan, aku melempar pandangan ke arah bangku penonton dan langsung mengunci mata pada Zevania yang berada di barisan paling depan, duduk di sebelah Mikayla seperti biasanya. Kami sempat saling beradu tatap hingga gadis itu mengalihkan mata ke ponselnya. Kupikir dia tidak akan datang menonton pertandingan.
Semenjak fokus pada pertandingan hari ini, aku tidak pernah bertemu Zevania selain di kelas bahasa Spanyol. Dia juga jarang terlihat dan tidak pernah datang ke sesi latihan. Aku terlalu malu dan gengsi untuk bertanya kepada Mikayla.
Oh, tunggu. Semenjak Dave pergi, Zevania tidak pernah datang lagi. Mungkinkah pertandingan futsal membawa semacam kenangan buruk untuknya?
Lalu, kepalaku beralih kepada seseorang-yang duduk agak jauh di belakang Zevania-melambaikan tangan padaku. Itu Mum dan di sebelahnya ada Dad yang hanya duduk tanpa ekspresi, melihat ke arahku berdiri. Kurasa ini pertama kalinya juga Dad menonton pertandingan bola secara langsung. Tidak seperti orang Inggris pada umumnya yang datang ke setiap pertandingan klub kesayangannya.
Di Piala Dunia dan Euro juga, Dad tidak peduli dengan dua ajang kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu. Ketika yang lain sangat bersemangat menyambut ajang dua tahunan itu, maka bagi Dad hari-hari itu adalah musim panas biasa baginya. Beruntung aku masih diizinkan menginap di rumah Emre, Ryan, dan Dave secara bergantian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Journal: The Reasons
Novela Juvenil[BOOK #2 OF THE JOURNAL SERIES] Andrew Stanley tidak pernah menulis jurnal sebelumnya, dia benci membaca dan menulis karena menurutnya membosankan. Hobinya adalah bermain sepak bola dan tujuan hidupnya hanya satu: menjadi seorang kiper profesional y...
