Happy reading!
Jdarr Suara kilat bergemuruh
"Masuk aja Vin,hujan deras banget nanti kamu sakit'"
"yauda deh", Gavin segera turun lalu mendorong motor nya di bawah bawah pohon.
"Assalamualaikum Bu" salam Queen diikuti Gavin
"Waalaikumsalam,eh ada temennya toh sini masuk nak" jawab ibu ramah.
"Iya Tante"
"Aisyah,ambilkan Gavin handuk sama baju bapak mu ada tuh baju yang pas sama temen kamu, kasian temen kamu nanti sakit"
Aisyah? Wah pada heran yaa, jadi di tempat tinggalnya Queen kerap di panggil Aisyah ya,jadi jangan heran.
"Iya Bu"
setelah menjawab ucapan ibu, Queen langsung bergegas mengambil handuk dan baju bapaknya dulu
Ah ntahlah Queen juga tidak mengerti mengapa baju bapaknya masih di simpan ibunya."Kalian kenapa hujan hujanan nak?" Tanya ibu pada Gavin
"Maaf ya Tante, Gavin ga izin dulu tadi sama Tante."
"Saya tadi lihat Queen sendiri di halte terus saya mau anter Queen pulang sekalian ngajak Queen ke toko mainan untuk pilihin mainan yang bagus buat Adek Saya tante, tapi malah hujan dan ga sempet neduh maaf ya tante" sesal Gavin
"Gapapa nak, makasih ya nak mau anterin Aisyah pulang"
"Seharusnya saya yang terimakasih Tante"
"Vin ini handuk sama pakaiannya,ganti di kamar mandi ya sekalian bersih bersih" ucap Queen setelah mengambil yang disuruh ibunya tadi sambil memberikan handuk dan pakaian tersebut kepada Gavin
"Iya makasih,kamar mandinya dimana?
"Eh itu lurus aja terus kamu belok kiri,ntar ada pintu kamar mandinya" jelas Queen
"Oke" setelah itu Gavin langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersih bersih, Queen melihat punggung Gavin dari sejak beranjak dari tempatnya tadi hingga menghilang dari balik tembok
"Heh, jangan ngelamun kamu ga baik" Tegur ibu Heni
"Eh iya Bu hehe" tersadar dari lamunannya sambil menggaruk kepala cengengesan
"Kamu ini, udah sana ganti baju nanti kamu sakit"
"Iya Bu" setelah itu ia langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya
Jadi kamar mandi nya itu ada dua ya gaes yang satu di dapur yang satu lagi di dalem kamar Queen
Melihat Queen telah masuk ke kamarnya ibu Heni bergerak ingin menutup pintu Karena angin di luar sangat kencang
"Tante" panggil Gavin setelah bersih bersih
"Eh astaghfirullah" kaget ibu
"Eh maaf Tan, Tante mau kemana?" Tanya Gavin melihat ibu dari Queen ingin keluar.
"Ibu mau tutup pintu" jawab Bu Heni sambil menutup pintu setelah itu ia duduk di sofa
"Sini nak duduk ngapain berdiri terus? Mau cosplay jadi patung kamu emangnya" gurau Bu Heni
"Eh iya tan" sambil duduk di sofa depan ibu Heni
"Panggil aja ibu"
"I-iya Tan eh Bu"
"Anggap aja ibu kamu" ucap Bu Heni sambil tersenyum
"Iya Bu" jawab Gavin
Setelah itu bu Heni bangkit dari sofa ingin menuju dapur, melihat Bu Heni ingin pergi Gavin bertanya
"Mau kemana Bu?"
"Mau buat teh anget buat kamu sama Aisyah"
"Eh gausah repot repot Bu" segan Gavin
"Ngga repot kok, nanti kalian sakit" ucap Bu Heni sambil berjalan ke dapur
Gavin hanya terdiam lalu melamun
"Vin" panggil Queen setelah siap bersih bersih,kini ia menggunakan pakaian tidur dengan lengan panjang dan menggunakan hijab nya.
"Hm" dehem Gavin
"Ibu mana?" Heran Queen saat melihat tak ada ibunya
"Buat teh"
"Oohh" sambil menganggukan kepala paham.
Gavin hanya diam sampai ia teringat handphone nya, ia lupa belum ngabarin orang tuanya
"Eh hp gue" sambil mengambil handphone di dalam tas nya.
Tadi handphone dan kado untuk adek nya memang ia taruh di dalam tas agar tak basah, ya walaupun bakal kena hujan tapi tak terlalu basah
"Ck lowbet segala lagi" decak Gavin
"Aku ada charger sini handphone kamu biar aku cas in" tawar Queen, lalu Gavin memberikan HP nya pada Gavin
Queen pergi ke kamar nya untuk cas in HP Gavin, setelah itu ia kembali ke ruang tamu
"Gue boleh pinjem HP Lo? Gue mau ngabari nyokap bokap gue" tanya Gavin
"Boleh kok" ucap Queen langsung merogoh saku mengambil HP nya lalu memberikan pada Gavin, Gavin mengambil HP Queen lalu beranjak sedikit menjauh dari Queen
Gavin segera mengetikkan nomor mamanya lalu menekan tombol telfon
"Assalamualaikum, Halo ma ini Gavin" salam Gavin setelah panggilan tersambung
"Waalaikumsalam, ya Allah sayang kamu dimana?, Mama khawatir" jawab mama Gavin
" Jangan khawatir ma Gavin dirumah temen, kejebak hujan tadi handphone nya lowbet makanya ga sempet ngabarin mama, maaf ya ma" jelas Gavin menenang kan mamanya
"Alhamdulillah kalo gitu,yauda nanti kalo hujannya udah reda pulangnya hati hati ya..."
"Iya ma"
"Yauda kalo gitu mama matiin dulu ya assalamualaikum"
"Waalaikumsalam ma"
Setelah panggilan terputus Gavin kembali ke sofa
"Nih HP Lo makasih" memberikan HP Queen
"Iya sama sama" setelah itu terjadi keheningan sampai ibu Heni datang sambil membawa teh hangat
"Nih minum dulu biar enakan" tawar ibu
"Iya Bu" jawab mereka berdua serempak, Queen terdiam sejenak bingung kenapa Gavin memanggil ibunya dengan sebutan ibu juga.
"Ibu yang suruh gue manggil ibu Lo itu ibu" jelas Gavin seakan paham dengan keterdiaman Gavin sambil mengambil gelas yang berisi teh hangat
"Ooh gitu"
Mereka bertiga banyak berbincang sampai tak terasa hujan di luar telah berhenti
"Eh hujan nya udah berhenti, kalau gitu Gavin izin pulang ya Bu" pamit Gavin saat melihat hujan telah berhenti.
Queen pergi ke kamar mengambil handphone nya Gavin lalu memberikan pada Gavin
"Makasih" ucap Gavin
Queen hanya mengangguk kepala
Lalu Gavin menyakini tangan ibu Heni
"Pamit ya Bu"
"Iya hati hati ya nak Gavin"
"Iya Bu, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab ibu dan Queen
Saat ia membuka pintu, ia melihat ke arah Queen sejenak lalu...
"Gue pulang,makasih untuk hari ini" lalu pergi menyisakan Queen yang mematung
Gimana sama part ini?
Penasaran gimana selanjutnya?
Gas lanjut part selanjutnya bestiieee
Jangan lupa vote!!

KAMU SEDANG MEMBACA
FATAMORGANA? [SUDAH TERBIT]
Teen FictionSudah terbit di Penerbit Teori Kata Publishing! ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ Apa rasanya terlalu fatamorgana untuk kita bersama? Lalu mengapa takdir menciptakan rasa jika yang ada sebuah fatamorgana? Kita bisa bersama kan? Begitu banyak tany...