Happy reading !♡
Sudah sejauh mana kamu melangkah
Untuk melupakan semua jejak
Perasaan kamu terhadap ku?
-Narendra Gavin Ardiansyah
"Gue gak mau basa basi, jadi lang-"
"Dari tadi Lo udah basa basi nyet!" Potong Bara
Gavin yang tak terima ucapannya di potong tentu kesal, ia menendang tulang kering Bara dengan keras.
"Akh sakit goblok" ringis Bara sambil mengusap tulang kering nya.
"Diem gak usah potong omongan gue!"
Bara hanya menggumam menjawab ucapan Gavin.
Ketua Tigerangers itu mendengus kesal lalu mulai membuka suara."Gue curiga sama Lo"
"Curiga apaan, emang gue maling?"
"Motif Lo bantuin gue apa?"
"WHAT? bantuin Lo? Ogah!" Pekik Bara sambil menampilkan ekspresi jijiknya.
"Lah? Jadi tadi apa kalo bukan bantuin?" Tanya Devan.
"Gue tolongin Queensha, bukan Lo! Ke GeEr an banget!" Ketus Bara
"Dah ah, gak jelas. Gue mau balik" ujar Bara hendak beranjak pergi, namun baru selangkah ia berjalan Gavin mengeluarkan pertanyaan yang membuat langkahnya terhenti.
"Lo suka Queensha?"
"Kalau iya, masalah sama Lo?" Tanya Bara balik, Gavin termenung sejenak.
"Lo mau gabung di geng gue?" Tawar Gavin
"Ogah!" Ketus Bara lalu pergi meninggalkan warung mang Ucok.
Sepeninggalan Bara, para anggota Tigerangers terdiam sejenak. "Baru kali ini ada yang nolak Tigerangers sumpah!" Celetuk Rega
"Ho'oh, sebenarnya dia itu siapa sih?! Sok banget" timpal Ardan.
"Gue rasa, dia bukan dari orang biasa" ucap Keenan yang menyimak sedari tadi, sedangkan Gavin masih termenung dengan berbagai pertanyaan yang bersarang di kepalanya.
Jenuh dengan segala kebingungan, Gavin merogoh saku nya mengambil benda pipih segi empat panjang. Membuka roomchat nya dengan seseorang.
Entah mengapa Gavin memikirkan gadis yang selalu mengganggu pikirannya.Ensha Alay🐰
Anda
|Dmn?
14.30|Di rumah
|Kenapa?
14.30|Gue jmput skrg
14.30|Hah? Mau kemanaa?
14.31|Gue otw, siap-siap!
14.31
Setelah mengirimkan pesan tersebut Gavin bangkit dari duduknya beranjak pergi. "Gue cabut"ujarnya sambil menyambar kunci motornya yang di meja, lalu pergi dari warung mang Ucok tanpa menunggu jawaban dari yang lain.Inti Tigerangers hanya melongo melihat ketua nya yang pergi, seharusnya mereka memang sudah tak heran lagi.
"Kemana dah tu bocah" ujar Ardan.
"Tanya dengan rumput yang bergoyang" celetuk Devan.
Dengan polosnya Ardan melihat rumput yang ada disitu, lalu kembali mendongak melihat Devan dengan muka polosnya, agaknya dia sedang lemot "mau gue tanya, tapi rumputnya gak goyang" ujarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
FATAMORGANA? [SUDAH TERBIT]
Teen FictionSudah terbit di Penerbit Teori Kata Publishing! ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ ★✿ Apa rasanya terlalu fatamorgana untuk kita bersama? Lalu mengapa takdir menciptakan rasa jika yang ada sebuah fatamorgana? Kita bisa bersama kan? Begitu banyak tany...