36

183 18 0
                                    

Happy reading !♡

"Gue harap, gue selalu lihat senyum Lo sha. Gue juga berharap kalau gue yang jadi alasan Lo bahagia, walaupun nanti kita memang ga bisa bersama. I love you ensha"
-Narendra Gavin Ardiansyah

"eh pin itu kucingnya lucuu bangett" ujar Queensha saat mendapati kucing kuning dengan bulu yang bersih duduk di tengah-tengah antara mereka berdua

Gavin hanya melihat tanpa merespon apapun, kucing itu duduk diam menatap danau dengan senyap. Kucing itu sangat anteng hingga Queensha gemas sendiri, ia berinisiatif memetik satu buang Daisy lalu meletakkan di kepala kucing itu.

"Meongg~" kucing itu bersuara seolah menyukai perbuatan Queensha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Meongg~" kucing itu bersuara seolah menyukai perbuatan Queensha.

"Yeyyyy dia sukaaa" ujar Queensha sambil bertepuk tangan senang. Gavin tersenyum tipis melihat Queensha yang sedang bersenang hati, ada rasa bahagia melihat senyum manis Queensha.

"Gue harap, gue selalu lihat senyum Lo sha. Gue juga berharap kalau gue yang jadi alasan Lo bahagia, walaupun nanti kita memang ga bisa bersama. I love you ensha" batin Gavin sambil menatap Queensha dalam.

Bukan tak berani untuk menyatakan secara langsung, hanya saja Gavin memiliki alasan dan di tambah dengan gengsi nya yang setinggi langit itu. Tak tau mengapa Gavin ragu, bisakah ia bersatu dengan Queensha nantinya?.

Merasa di perhatikan Queensha menoleh pada Gavin yang masih memperhatikan nya. Ah Queensha jadi tersipu, ia melambaikan tangan nya di depan muka Gavin hingga lelaki tersebut tersadar.

"Apin kamu kenapa?" Tanya Queensha pada Gavin

"Gue gak papa ensha" jawab Gavin dengan nada lembut.

Please di saat seperti ini Queensha ingin berteriak, ia salting tidak tertolong. Ck ia sangat payah menyimpan raut salah tingkah nya itu, lihat saja ia sudah menahan senyum sambil mengalihkan pandangan ke arah danau guna menyembunyikan semburat merah di pipinya.

"E-ensha apa?" Tanya Queensha gugup menimalisirkan rasa salah salting nya itu.

"Ya Queensha lah, biar beda dari yang lain juga" ujar Gavin sembari tersenyum miring.

Queensha tersenyum malu, kucing yang sedari tadi diam kini kembali mengeong menyita perhatian dua remaja yang asik pada dunia nya hari ini. Kucing itu jadi merasa tersingkirkan dan menjadi nyamuk padahal ia adalah kucing yang lucu.

Kucing itu pergi ntah kemana tujuannya, mungkin ia kesal karena tak di anggap tadi. Huh dasar kucing baperan!.

Sudahlah lupakan kucing caper itu, fokus kembali pada Gavin dah Queensha dengan suasana hening nya. Mereka tutup mulut dengan segala pemikiran mereka Yang berkecamuk.

Ddrttt

Suara dering ponsel Gavin membuat mereka berdua tersentak dan kembali sadar, Sang pemilik ponsel tersebut beranjak pergi sedikit menjauh dari Queensha.

Gadis itu hanya melihat sekilas lalu kembali menikmati pemandangan yang menenangkan. Tuhan, bolehkah ia meminta seperti ini terus dengan lelaki yang ia sukai ini?. Hingga tak lama Gavin kembali, "Lo udah puas belum disini?"

"Udah kok, yuk pulang" ajak Queensha, Gavin hanya mengangguk lalu berjalan duluan. Saat melewati taman bunga Daisy tadi, tanpa sepengetahuan Queensha, lelaki tersebut memetik beberapa tangkai bunga Daisy.

 Saat melewati taman bunga Daisy tadi, tanpa sepengetahuan Queensha, lelaki tersebut memetik beberapa tangkai bunga Daisy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memetik bunga Daisy tersebut, Gavin menyusul Queensha yang telah sampai di kendaraan nya. Selama di perjalanan terjadi keheningan hingga sampai di rumah Queensha.

"Makasih ya Vin, udah ajak aku tempat se indah itu. Makasih juga buat hari ini, hari yang gak bakal aku lupain pokoknya" ujar Queensha seraya tersenyum manis.

"Iya sama-sama, makasih juga udah temenin gue" ujar Gavin tersenyum tipis.

Queensha hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapinya, lalu ia berbalik ingin masuk ke rumah. Tetapi baru saja ia berbalik badan, Gavin menarik tangan Queensha membuat gadis itu kembali menghadap Gavin.

Gavin mengeluarkan bunga dari dalam tas nya, dan menyerahkan pada Queensha.

"Tadi gue petik ini buat Lo, siapa tau Lo lagi kangen suasana tadi" ujar nya dengan sedikit kekehan kecil.

"Iyaa, makasii apin" ujar Queensha setelah menerima bunga tersebut.

"Sama-smaa enshaa" jawab Gavin dengan nada lucu, lalu mereka berdua tertawa lepas.

"Udah ah gue mau cabut, jangan kangen sama gue" ucap Gavin lalu memakai helm full face nya. Tak lama ia buka kembali kaca helm tersebut.

"Loh kenapa?" tanya Queensha

"Assalamualaikum" ucap Gavin

Queensha terkekeh kecil "waalaikumsalam, byee apin hati-hati di jalan" ucap Queensha, lelaki tersebut hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi dari pekarangan rumah.

Queensha masuk ke dalam dengan menggenggam bunga Daisy yang tadi di beri Gavin, ia tersenyum lebar.

"Assalamualaikum Bu"

"Waalaikumsalam Syah, eh bunga dari siapa?" Tanya ibu Heni melihat anak semata wayangnya pulang Dengan menggenggam bunga.

Queensha gelagapan "Hah i-itu dari anu-"

"Ehm dari Gavin yaa, ciee" ledek ibunya. Queensha tersenyum malu-malu sambil menganggukkan kepalanya

"Aduh anak ibu lagi kasmaran" ledek Bu Heni

Ketahuilah bahwa ibu Heni tidak melarang anak nya untuk jatuh cinta namun ia sangat melarang keras jika sudah pacaran atau pun berhubungan lebih dekat. Ibu Heni mewajarkan perasaan anak nya, karena ia dulu juga pernah muda. Namun siapa sangka jika pemikiran seperti itu berdampak seperti apa nanti kedepannya?.

"Udah sana bersih-bersih, kamu udah shalat kan?"

"Udah Bu, yaudah kalau gitu Aisyah ke kamar ya" pamit Queensha yang di angguki oleh ibunya.

Kini Queensha masuk ke kamar sedangkan ibu di dapur memasak cemilan. Baru membuka pintu kamar, Queensha kembali keluar menghampiri ibu nya.

"Bu ada vas bunga gak di pakai?" Tanya Queensha setelah sampai di dapur

"Ada tuh di kamar ibu, ambil aja. Kosong kok"

"Okey, makasih ibu sayang" ujar Queensha setelah mengecup pipi sang ibu, lalu ia mengacir pergi ke kamar ibu nya. Bu Heni hanya menggelengkan kepalanya melihat anak gadis nya yang masih saja bersikap seperti anak kecil.

"Mana ya" gumam Queensha dengan kepala celingak-celinguk mencari Vas bunga.

"Nah itu dia!" Ujar Queensha riang, lalu mengambil vas bunga tersebut dan keluar dari kamar ibunya.

Agak freak ya tapi gapapa
To be continued
Jangan lupa vote ya famorsers
See u !♡

FATAMORGANA? [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang