50

210 17 1
                                    

Happy reading !♡

Mungkin perasaan ini ribet,
Dan takdir itu sulit di terka
Tapi di lain hal, aku tidak pernah
Menghadirkan rasa sesal
Telah menjatuhi perasaan ku untukmu
Sedalam anala
-Queensha Nursabrina Aisyah

Kini mereka bertiga sudah sampai di rumah sakit, hingga berhenti tepat di depan ruangan yang di maksud Queensha tadi, mereka melihat seorang gadis yang sangat mereka kenali melambaikan tangan ke arah mereka.

"Huaaa Queensha gue kangen samaa loo" rengek Acha sembari memeluk sahabatnya yang tak hari sekolah hari ini.

"Lebay" ledek Queensha, yang di bilang lebay menekuk wajahnya.

"Ish, gue serius! gak ada lo sepii tauu" ucap Acha setelah mengurai pelukan mereka. Mereka bertiga terkekeh kecil.

"Eum sha, yang di dalam ruangan ICU itu siapa?" Tanya Reysa.

Queensha menghela nafas nya lesu, "Al" jawabnya lesu.

Mereka bertiga melototkan mata nya shock, "Alandra?" Tanya Kia ragu. Dengan tak semangat gadis dengan hijab bergo hitamnya mengangguk.

"Astaga kenap-" ucapan Acha terpotong saat suara seseorang yang terasa tak asing memotong ucapannya.

"Ayang?" Panggil Raga.

"Loh?" Ucap empat gadis itu serentak dengan terkejut.

Mereka terkejut saat melihat inti Tigerangers berada di rumah sakit yang sama. Keenan menghampiri gadisnya, "Kamu bilang mau jenguk saudaranya Queensha?" Tanya Keenan.

Reysa mengangguk, "iyaa, ini juga lagi jenguk" ujar Reysa.

Kekasihnya sedikit mengerutkan keningnya bingung, "di ruangan ini?" Tanya Keenan lagi.

"Iyaa" jawab Reysa.

Mereka berdua yang sibuk berbincang, berbeda dengan Queensha dan Gavin yang saling menatap tanpa menyapa.

"Eh, bukannya ini ruangan Oji ya?" Tanya Devan pada Queensha yang masih bersitatap dengan Gavin. Sontak tatapan mereka berdua terputus.

"Hah? Oh iyaa ini ruangan Al" jawab Queensha sedikit linglung.

"Al?" Celetuk Ardan dengan bingung.

"Iya, Alandra Oji Binara. Dari kecil memang di panggil Al" ungkap Queensha.

Mendengar penjelasan Queensha, serentak mereka semua mengangguk mengerti.yj

"Kalian... kenal Al?" Tanya Queensha.

"Anggota Tigerangers Sha" jawab Devan.

"Hah serius?" Ucap Queensha speechless, tapi tak lama ia mengangguk walaupun sedikit hati nya masih ada yang ganjal rasanya.

"Eum yaudah, kalian mau jenguk nih kan?" Tanya Queensha pada mereka semua.

"Iya dongg" balas mereka serentak, eiitts terkecuali Keenan dan Gavin yang hanya mengangguk singkat.

"Yaudah jenguk gih, tapi gantian ya masuknya. Aku ada urusan sebentar" pamit Queensha, setelah mendapat anggukan dari teman-temannya bergegas ia pergi.

Inti Tigerangers saling melirik satu sama lain, "Siapa dulu ni?" Tanya Ardan.

"Menurut lo?!" Ketus Gavin dengan sinis. Sudah jelas-jelas ia ketuanya, malah di tanya seperti itu.

"Sensi amat njir" geleng Ardan sambil mengusap dadanya sabar.

"Gue duluan masuk, ntar habistu lo pada" instruksi Gavin, setelah itu masuk ke dalam ruang ICU.

Gavin masuk dalam ruangan dengan rasa sesak, ia melihat Oji terbaring lemah dengan banyak luka di Anggota tubuhnya. Oji, adek kelas yang mampu menghidupkan suasana kembali. Gavin merasa sesal, seperti ia tak becus menjadi ketuanya ketika melihat anggotanya seperti ini.

FATAMORGANA? [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang