26

205 19 0
                                    


Happy reading!!

Queensha membuka handphone nya, membuka notifikasi yang menganggu lamunannya tadi.


+628*****

Assalamualaikum neng geulis
16.50

Waalaikumsalam
Siapa ya?
16.50

A'a ganteng wkwk
16.51

Ha?
16.51

Calon masa depan Lo
16.51

Siapa sih?
16.52


Queensha mengernyitkan dahi nya, dari mana orang ini mendapatkan nomor nya? Apa ini hanya orang iseng saja? Fikir Queensha, lalu kembali membuka room chat nya dengan orang asing itu.

+628*****

Ini gue, Alii
16.55

Oh, Ali
16.55

Iya, save ya
16.56

Iyaa
16.57
Read


Setelah melihat chat terakhirnya hanya di read, Queensha mematikan handphone nya, lalu pergi beranjak dari kasurnya. Baru satu langkah Queensha berjalan bunyi dering di handphonenya kembali mengurungkan niat nya ingin pergi. Queensha mengambil handphone nya ingin mengangkat panggilan tersebut, sambil melihat layar handphonenya. "Ali? Ngapain nelfon?" Batin Queensha. Tanpa berfikir lebih lama, Queensha mengangkat panggilan tersebut.

"Assalamualaikum, halo Queen?" Ucap Ali di seberang sana

"Waalaikumsalam, iya ada apa Li?" Jawab Queensha.

"Lo ntar malem ada acara ga?"

Queensha menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban. Tapi bukankah Ali tidak dapat melihat nya? Setelah sadar apa yang ia lakukan Queensha menepuk jidat nya.

"Halo?"

"Eh maaf, enggak ada kok Li" ujar Queensha

"Oh, ntar malam jalan yuk?" Tawar Ali

"Mmmm..." Gumam Queensha berfikir

"Gimana?"

"Aku gak berani izin Sama ibu"

"Nanti gue yang izinin, jam delapan gue kerumah Lo dah siap-siap oke?"

"Oke" jawab Queensha lalu mengakhiri sambungan telepon mereka.

Setelah itu Queensha pergi keluar kamar, ia pergi ke kamar ibunya ingin melihat kondisi ibunya. Saat membuka pintu kamar ibunya, Queensha melihat ibunya ingin beranjak dari kasur.

"Ibu mau kemana?" Tanya Queensha khawatir

"Mau nonton tv Syah" jawab ibu

"Ibu udah enakan?"

"Udah, tadi habis minum obat"

"Alhamdulillah, yaudah kalo gitu Aisyah buatin teh ya Bu?"  Tawar Queensha yang di jawab anggukan oleh ibunya.

Langsung saja Queensha bergegas pergi ke dapurnya sedangkan ibunya pergi ke ruang tamu ingin menonton TV, acara sinetron kesukaan ibunya tayang hari ini maka dari itu ibu nya terlihat seperti antusias sekali.

🌻

Kini ibu dan Queensha sedang duduk di ruang tamu, menikmati teh seraya menonton acara tv kesukaan ibunya. Sedang menghayati acara tv tersebut, tiba-tiba ibu nya bertanya pada Queensha yang membuat Queen terdiam.

"Syah, temen kamu yang pernah kesini hujan-hujanan kok gak pernah kesini lagi?" Tanya ibu Heni

"Gak papa Bu, kemaren itu kan Gavin cuma minta temenin doang Bu" ujar Queensha

"Kamu suka ya sama nak Gavin?, Ibu bisa lihat dari cara tatapan kamu ke dia" ucap ibunya yang mampu membuat Queen terdiam, ia bingung harus menjawab apa. "Wajar kok nak, ibu juga dulu pernah seperti kamu. Tapi kalau dia nya udah nunjukin sikap gak suka sama kamu, gak usah di kejer nanti kamunya yang sakit. Cowok itu semakin di kejar semakin menjauh Syah" ujar ibunya.

Queensha hanya mengangguk dengan fikiran nya yang bercabang kemana-mana. "Udah gausah di pikirin, kalo jodoh juga gak kemana Syah" ucap ibunya.

"Iya Bu, oh iya Queensha nanti mau pergi sama temen Aisyah boleh Bu?" Tanya Queensha hati-hati

"Siapa?" Tanya ibu nya

"Ali Bu namanya"

"Hm yaudah, tapi jangan kemalaman ya pulang nya" jawab ibunya. Queensha hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu mereka kembali menikmati acara yang di tayangkan di televisi.

🌻

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Queensha di kamar nya sudah siap dengan pakaiannya, saat mendengar suara deruman motor Ali, Queensha langsung bergegas keluar dari kamar menghampiri Ali.

Queensha berjalan ke teras rumah dan sudah melihat Ali dengan ibunya sedang berbicara, sepertinya Ali meminta izin kepada ibunya?. Queensha menghampiri mereka dengan menggandeng tas selempang nya. "Ali?" Panggil Queensha, sontak membuat dua orang yang sedang bercengkrama itu mengalihkan pandangannya pada Queensha.

Ali terpaku melihat penampilan Queensha yang ehm simple namun terlihat elegan, Queensha menggunakan celana kulot hitam panjang dengan sweater putih dan jilbab hitam yang melekat di kepalanya, oh ya jangan lupakan Queensha memoles bibirnya sedikit dengan liptint. "Cantik" batin Ali seraya tersenyum tipis.

"Li?" Panggil Queensha sekali lagi saat melihat Ali tak berkedip menatapnya dengan senyum senyum tipis terpaku di wajah Ali. Panggilan Queensha membuat Ali tersadar dari lamunannya, sontak menggeleng kan kepalanya.

"Iya?" Jawab Ali setelah sadar, ah ia merasa canggung setelah tercyduk memperhatikan Queensha. "Kamu kenapa?" Suara lembut Queensha terdengar di telinga Ali yang mampu membuatnya terpaku lagi. "Ah Lo apaan sih Li" batin Ali kesal lalu kembali menggelengkan kepalanya lagi.

"G-gue gak papa, Lo udah siap?" Tanya Ali berniat mengalihkan pertanyaan Queensha tadi. Queensha hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke ibunya.

"Queensha pergi ya Bu" ucap Queensha sambil menyalim tangan ibunya. Di ikuti Ali yang menyalimi tangan ibunya Queensha sambil meminta izin.

"Tante pinjem anak nya ya hehe"

"Kamu fikir anak ibu barang?" Gurau ibunya, Ali hanya mengeluarkan cengiran andalannya. "Jam sembilan sudah sampai rumah ya nak Ali" peringat ibu Queensha.

"Siap laksanakan Tante" ucap Ali sambil memperagakan hormat grak kepada ibu Queensha, lalu beranjak menuju motornya di ikuti Queensha.

"Dahh ibuu" ucap Queensha sebelum pergi dari pekarangan rumah sambil melambaikan tangannya, ibu nya hanya mengangguk seraya tersenyum kecil.

Setelah melihat mereka telah pergi dari pekarangan rumah, Bu Heni masuk ke dalam rumah melanjutkan menonton acara televisi kesukaannya yang sempat tertunda tadi. Biasalah, ibu ibu korban sinetron hehe.










Ada yang kangen Gavin ga?
Oke, jangan lupa vote ygy!!
See u

FATAMORGANA? [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang