"Mungkin ini yang terbaik untuk kita, seiring berjalannya waktu aku akan mencoba untuk mencintainya sambil melupakanmu...
Jujur sampai detik ini aku masih mengharapkanmu Renata Anindita.."
ucap Feroll dengan nada lirih sambil menatap foto wanita ya...
Hari demi hari,bulan berganti bulan telah di lalui. Nadia begitu tekun dalam menyelesaikan setiap studynya.
Kini komunikasi antara Nadia dan Ferrol mulai merenggang. Keduanya asik pada apa yang tengah mereka geluti.
Mengetahui hal tersebut Renata tidak tinggal diam saja. Dia mengambil kesempatan untuk menggoda Ferrol. Namun kini ia lebih agresif dari sebelumnya.
Ferrol berusaha agar tidak terpancing oleh bujuk rayu Renata. Ia mencoba menghindar setiap kali bertemu atau bertatap muka dengan Renata. Ia takut akan terpancing oleh bujuk rayu Renata yang semakin hari semakin membuatmu resah.
Kini setiap keduanya bertemu dalam suatu rapat pembahasan perusahaan. Renata suka melakukan hal-hal yang dapat membangkitkan birahinya. Ditambah lagi Ferrol memang belum pernah melakukan hal intim bersama Nadia dan dia adalah laki-laki normal yang pastinya bisa tergoda dengan hal-hal sensual.
Setiap kali ia berhasrat. Ferrol segera pergi dari kantor dan kembali ke apartemen. Ia mencoba melepaskan hasratnya dengan cara melakukan onani sambil membayangkan Nadia.
Setelah satu semester terlewatkan. Kini tiba liburan musim panas. Nadia begitu bahagia. Ingin rasanya ia kembali ke indonesia dan melepas rindu dengan suaminya dan orang-orang tersayang.
Ferrol yang mengetahui hal tersebut memberikan Nadia kejutan. Ia mengunjungi Nadia di london.
Siang itu Nadia tengah sibuk membuat makan siang. Tiba-tiba ia mendengarkan seperti ada suara keributan dari arah bawah. Bergegas ia keluar dan memastikan ada keributan apa. Tidak biasanya terjadi keributan diwilayahnya itu.
Ketika dilihatnya Ferrol datang dengan membawa buket bunga ia bergegas memeluknya dengan erat.
" SURPIZE !!! "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keduanya tampak begitu bahagia saling berpelukan erat.
" Gimana ? Kamu suka dengan bunganya ? "
Nadia hanya mengangguk. Wajahmu merona.
" Ayo masuk. "
Ajak Nadia sambil menggandeng tangan Ferrol.
" Kamu baru saja selesai memasak ya ? "
" Iya. Tadi aku sedang memasak makan siang. Dan aku dengar seperti ada suara keributan. Ternyata itu kamu. Aku pikir ada apa. "
" Coba aku lihat istri aku sedang memasak apa ? "
" Aku hanya memasak makanan simpel ini. Cobalah. "
Ucap Nadia sambil menyuapi Ferrol.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Wow..ini enak. Ayo kamu juga ikut makan bersamaku. "
Ajak Ferrol sambil menyuapi Nadia. Keduanya terlihat bahagia. Nadia yang tengah mencuci piring setelah makan malah terus di cumbui Ferrol dan di peluk erat dari belakang.
" Kalau seperti ini. Kamu mengganggu ku. "
" Biar saja aku menjadi pengganggu. Aku kangen. Lagi pula kau kan istriku. "
Ucapnya dengan nada berat. Nadia mulai merasakan desiran nafas Ferrol di lehernya.
" Ayo kita nonton. Sepertinya ada film bagus. "
Ucap Nadia mengalihkan Ferrol. Dan keduanya berjalan menuju kedepan TV.
Disaat menonton TV pun Ferrol terus menyerang Nadia dengan berbagai macam cumbuan. Nadia berusaha menolaknya namun dirinya pun mulai berhasrat. Semakin ia di cumbu ia semakin menginginkannya dan tidak ingin lepas.
" Bagaimana sayang ? Apakah kau sudah siap untuk satu hal ini ? "
" Aku belum siap jika aku hamil nanti. Ini baru satu semester yang aku lalui. "
Ucap Nadia sambil memejamkan matanya.
" Tenanglah. Aku sudah membeli alat kontrasepsi sebelum kesini. "
" Aku takut Ferrol. "
" Tenanglah. Kita akan lakukan ini bersama-sama dengan perlahan dan santai. Kau nikmati saja. "
Dan keduanya pun resmilah pada saat itu melakukan hubungan intim selayaknya suami dan istri.
Nadia sering merintih,itu dikarenakan ini pertama kalinya ia melakukannya. Ferrol pun dengan hati-hati melakukan gerakannya.
" Sakit Ferrol. "
Ucap Nadia dengan nada lirih. Dilihatnya ada bercak darah mengenai di seprai putih. Ferrol yang turut melihatnya tersenyum senang. Ia senang karena istrinya berhasil di perawani olehnya.
" Tenanglah Nad. Itu darah perawanmu. Jangan takut. "
Dan kejadian intim di antara keduanya terus berlanjut hingga dini hari. Kalau pun berhenti itu hanya di selingi makan atau mengemil.
* * *
Hai... Maaf ya kalau Part ini Agak Fulgar.. Jangan lupa terus dukung karya-karya aku dengan like dan komen. Terimakasih kalian semua masih setia membaca karya ku ini.