Ini hari pertama Ferrol berada di batam.
Atasan langsung menunjuknya untuk menjadi kepala cabang perusahaan di daerah itu.
Dan tentu disana ada Renata yang akan membantunya.
Ferrol begitu menyesal menerima pekerjaan sebagai kepala cabang perusahaan di batam.
Memang di batam banyak pekerjaan yang menguntungkan, hanya saja ia tidak ingin melihat Renata.
Baru saja ia rasakan kemesraan antara dirinya dan Nadia kini harus terusik oleh Renata.
Ferrol sangat tahu sifat dan watak Renata.
Pasti dia tidak akan tinggal diam dengan keadaan Ferrol dan Nadia saat ini yang berjauhan.
" Hai. Sedang sibuk ya ? "
Ucap Renata dengan manja saat memasuki ruangan Ferrol.
" Ada apa Renata ? "
" Aku hanya merindukan dirimu. Apa itu salah ? "
Ucap Renata yang mendekat dan langsung memeluk Ferrol.
Ferrol melepaskan pelukan Renata.
" Hentikan Renata. Aku sudah menikah. Dan aku sangat bahagia dengan pernikahan ku ini. "
Ucap Ferrol menjauhi Renata.
" Aku tahu Ferrol. Tapi tidak kah kau merindukan belaian dari seorang istrimu ? Dan menemanimu melepaskan seluruh hasrat birahimu ? "
" Apa-apaan kau ini ? Keluar dari ruangan ku sekarang. "
" Kau tidak bisa begitu saja mengusir ku dari sini dan perusahaan ini. Kau lupa aku jiga pemilik sebagian saham diperusahaan ini ? Dan yah, keberadaanmu disini itu semua aku yang sudah mengaturnya. "
" Kau sudah gila Renata. Berulang kali aku katakan jauhi aku. Diantara kita sejak awal tidak ada hubungan. Kau sendiri yang memutuskan untuk mengejar pria idamanmu. Semuanya sudah terlambat. "
" Itu bagimu. Tapi bagiku tidak. Meskipun kau kini sudah beristri. Aku masih punya peluang besar untuk kembali masuk di kehidupanmu. Apa lagi..ibu mu sangat menginginkan seorang cucu. Aku bisa mewujudkannya. Asalkan kau mau kembali padaku dan tinggalkan serta lupakan Nadia. "
" Aku bilang pergi Renata. "
Namun Renata terus memancing Ferrol dengan tidak sungkan menyentuh daerah selangkangannya dan mendesah di kupingnya.
Pria normal dimanapun sudah tentu ia akan terpancing dan bergairah dengan hal tersebut.
Renata yang melihat Ferrol mulai bergairah semakin intens melakukan sentuhan sentuhan sensual di daerah vital.
Ia sudah sangat terbiasa akan hal itu.
Karena untuk bercinta bukan hanya sekali pernah ia lakukan.
Dan hal yang sangat tidak di inginkan itu pun terjadi.
Nadia yang kala itu tengah menikmati sarapan paginya tiba-tiba tak sengaja menyenggol gelas minum hingga jatuh berserakan.
Hatinya menjadi was-was dan merasa begitu terpukul secara tiba-tiba.
Dan dirinya langsung saja terpikirkan akan Ferrol.
" Ya Allah. Apa yang tengah terjadi padaku. Mengapa aku tiba-tiba saja terpikirkan Ferrol dan hati ini terasa terpukul dan sedih. Apakah Ferrol baik-baik saja. "
Batin Nadia.
Nadia segera mengambil handphone dan menghubungi Ferrol.
Berkali-kali ia mercon menghubunginya namun tak satu pun panggilan Nadia di jawab.
" Angkat dong sayang. Aku ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya ?. "
Pikir Nadia.
Nadia pun berinisiatif menelfon kedua mertuanya untuk memastikan keberadaan Ferrol.
Namun kata Fera kalau empat puluh lima menit yang lalu ia baru saja menghubungi Ferrol dan ia baik-baik saja.
Hanya saja ketika menutup telfon katanya ia harus memeriksa beberapa pekerjaan yang menumpuk.
Nadia mencoba berpikiran positif.
Mungkin saja Ferrol mengadakan meeting penting mengenai pekerjaan.
* * *
Holla semuanya.
Gimana ?
Seru nggak ?
Disini akan mulai bermunculan masalah demi masalah dalam pernikahan keduanya.
Akankah Ferrol & Nadia mampu melewati ???
Nantikan kelanjutannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian vote & komen.
!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Kau Aku dan Dia
Romance"Mungkin ini yang terbaik untuk kita, seiring berjalannya waktu aku akan mencoba untuk mencintainya sambil melupakanmu... Jujur sampai detik ini aku masih mengharapkanmu Renata Anindita.." ucap Feroll dengan nada lirih sambil menatap foto wanita ya...
