Selamat membaca.
Semoga kalian suka
_love me too_
Thea tersenyum bahagia, sedikit berlarian menuju pantai dengan tangan yang mengenggam erat tangan besar milik giur. Gadis itu begitu tidak sabar untuk semakin mendekati air, suasana sore hari yang tidak panas ditemani semilir angin menyejukan seolah mendukung kebahagian thea saat ini. Tidak pernah thea sangka sebelumnya giur akan menepati ucapan nya,
Tadi siang tepat nya saat jam istirahat berlangsung,secara mendadak giur menghampiri kelasnya untuk menyeret thea makan bersama di kantin, dimana hal itu hampir tidak pernah giur lakukan selama hampir satu tahun ini mereka menjalin hubungan. Berbeda sekali dengan giur yang pertama kali mendekatinya, tidak cukup disitu saja, giur bahkan menyuapi nya begitu lembut, mengajaknya bercanda ria, dan terakhir menjanjikan untuk membawa thea ke pantai favorit gadis itu.
"giur buruan dong, thea mau main air"ucap theatidak sabar.
Giur menggelengkan kepala nya melihat betapa antusiasnya thea saat ini, dengan pasrah dia membiarkan thea menarik tangan nya,.
Senyuman manis terukir indah di bibir milik thea, membuat wajah nya semakin berkali lipat terlihat lebih cantik. "suka?"tanya giur merapikan anak rambut thea yang sedikit berantakan.
Gadis itu menoleh, mengangguk sebagai jawaban, setelah itu berlari meninggalkan giur semakin mendekati air, sebelum akhirnya ia kembali melangkah mundur saat ombak mendatanginya.
"athea," tegur giur sembari membersihkan seragam nya yang sedikit basah akibat sikap usil gadis itu.
Thea tertawa lepas, menatap bagaimama reaksi pria itu, seolah belum puas thea kembali mengambil sedikit air di tanganya kemudian kembali membasahi seragam milik giur. Menyadari giur yang menatapnya semakin kesal, thea segera berlari menjauhi giur. Berakhirlah kedua remaja itu berlarian kesana kemari,dengan suara tawa thea yang mengalun indah
Lelah untuk berlari thea berhenti membiarkan giur menangkap nya, sama seperti nya pria yang saat ini memeluk tubuh nya dari belakang juga tengah menetralkan kembali nafasnya yang sempat tak beraturan karena lelah berlarian
"nakal ya sekarang"ucap giur mengacak rambut thea dengan lembut
Gadis itu tersenyum manis "thea haus,"ucap nya
Giur mengangguk, merangkul thea untuk berjalan di sisi nya membeli minuman.
Di temani dua buah kelapa muda disisinya, keduanya saat ini sudah duduk berdampingan menikmati suasana pantai dengan tenang.
"thea punya tebak tebak an, apa giur mau dengar?" tanya thea antusias
Giur menoleh, mengangguk sebagai jawaban sembari membawa tangan thea kedalam genggamanya.
"giur lihat ayam disana, itu tuh ayam di samping gerobak sate"tunjuk thea yang segera diikuti oleh giur
"iya, terus apa?" tanya giur
"kenapa ayam bunyinya petok petok petok," ucap Thea tanpa memudar kan senyuman di wajah nya
Giur mengernyit "kamu ngerjain aku ya"
Thea menggeleng ribut, "jawab aja, giur kan pinter"
"ya karena itu takdir mereka thea"
"salah" saut thea
"ya terus apa coba,gak mungkin kan ayam bunyinya meoww"
Thea tertawa "kenapa ayam bunyi nya petok petok petok?, kalau bunyinya cilok cilok cilok itu abang cilok, dan kalau bunyinya aku sayang giur itu bunyi thea untuk giur" jelasnya
Giur diam mematung, tidak bisa ia sembunyikan kagi senyumanya, merasakan detak jantung nya yang mendadak bergemuruh karena ucapan gadisnya, meskipun itu terdengar konyol
Cup
Giur kembali memalingkan wajah nya, sial pipi nya pasti sudah bersemu merah layak nya tomat, segera dia menarik thea dan memeluknya dengan erat, menyembunyikan wajah nya di ceruk leher gadis itu.
"kok bisa gitu"ucap giur tanpa melepaskan pelukanya
Thea tertawa, mencari kenyamanan dekapan pacarnya, "ya karena takdir"
"terus, alasannya ayam bunyinya petok petok kenapa"tanya giur lagi lembut
"gak tau hihi," jawab thea sedikit menahan tawa nya
"mungkin karena ayam jantan namanya petok,si ayam betina cinta mati, makanya bunyi nya gitu"tambah thea semakin gak jelas, aneh nya ini lucu bagi giur
Giur melepaskan pelukan keduanya, menatap thea dengan lekat, mencium kening thea sedikit lama. "i love you athea"
Buliran bening menetes dengan mudah nya dari pelupuk mata thea, membalas tatapan giur dengan sendu, dengan bergetar menahan isak thea menjawab "i love you too, my prince"
Keduanya masih betah menatap satu sama lain, thea yang sudah tidak kuat menahan tangisnya, akhirnya pecah juga, giur tersenyum lembut menghapus air mata thea dengan sangat hati hati
"stttt kenapa nangis?"
Thea menggeleng "hiks,thea seneng denger giur bilang cinta thea," isaknya
Giur terkekeh "aku selalu mencintai kamu thea, sangat"jawab nya
"Kalau begitu apa boleh thea minta sesuatu?"ucap thea pelan hampir tidak terdengar
Giur mengangguk,menunggu gadis itu kembali berbicara "jadikan thea prioritas giur, thea mau selalu disayang giur, gak mau lagi berbagi, thea gak sanggup lihat giur berubah akhir akhir ini"ucap thea penuh harap, menatap giur berkaca kaca
Senyuman di wajah tampan giur memudar, melepaskan genggaman mereka, "gak bisa"
Thea terkekeh hambar, "aku menjadikan mu prioritas utamaku giur dan kamu menjadikan tania prioritasmu, sesimple itu kita berbeda, aneh nya aku gak bisa berbuat apapun"ucap nya kembali berurai air mata
"jangan lagi thea, kamu menghancurkan mood ku sialan"umpat giur menatap tajam gadis itu
"ini aneh giur, kau memberiku cinta dan luka di waktu bersamaan"lanjut thea
"STOP ATHEA,"
Thea terlonjak kaget, bukan yang pertama kali emang, tapi tetap saja ia tidak menduga ini
Gadis itu menunduk "maaf"cicitnya
Giur menghela nafas nya berat, menarik tubuh rapuh thea kedalam dekapan nya, mencium surai rambut thea sesekali,
"gadis malang"komentar seseorang tidak jauh dari keberadaan mereka, yang sengaja mengikuti mereka sejak awal tanpa disadari keduanya.
.
.
.
.
.
Mendingan punya cowok kulkas ya dari pada cowok kasar, hm!!!!!
_love me too_
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romantik. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
