Pukul 19.30 wib satya kembali ke rumahnya setelah mengurus dark knight tadi, memberitahukan seluruh anggota dark knight tentang kehadiran queen mereka. Hal ini bertujuan agar mereka juga mau melindungi thea saat dirinya tidak ada.
Selain edo dan edward tentu mereka semua menyambut antusias pengumuman satya itu. Edward tidak bisa menolak meskipun masih kesal dengan thea yang justru menganggap lain dari maksud ucapan nya tempo lalu
Edward kan menyuruh thea untuk melihat leadernya, untuk meninggalkan giur dan memilih satya, bukan malah memberikan kesempatan lagi untuk giur. Kalau edo sudah jelas, karena edo juga kesal mengingat bagaimana susahnya thea untuk melirik satya selama ini.
Satya menghampiri amel di sofa bersama dengan antony di sebelah nya "dimana thea?"tanya nya bingung
Amel menghela nafasnya lelah "dia gak mau keluar dari kamar, bunda juga gak tahu kenapa dia gak berani turun"ocehnya
Satya tersenyum tipis, dia memahami sikap thea itu, "satya ke atas dulu bun"pamitnya diangguki wanita itu
Sampai di kamar thea, satya langsung saja membukanya menggunakan kunci cadangan, melihat thea yang berdiri menghadap jendela membuat senyuman satya merekah
Tangan kekar satya melingkar sempurna di perut thea, memeluknya dengan lembut, sedikit membungkuk untuk meletakan kepalanya di pundak thea, sesekali pria itu mencium leher thea dengan lembut. "Ngapain hm?"tanya nya
Nafas satya di leher thea membuat gadis itu merinding, setelah sebelumnya dia bahkan tidak menyangka dengan sikap satya kepadanya. Thea menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
Satya terkekeh "sayang...."serunya
Thea menegang, seperti ada ribuan kupu kupu yang bertebangan di perutnya sekarang. "Sayang?"beo thea gugup
Satya mengangguk, membalikan tubuh thea agar menghadapnya, sementara tanganya masih memeluk pinggang thea posesif "iya, kenapa?gak boleh aku manggil gitu hm?kan kamu pacar aku"jelas satya
"Sejak kapan?"cicit thea gugup,
Demi apapun, degup jantungnya sangat tidak baik, berdekatan dengan satya akan berakibat buruk nanti buat jantungnya. Satya tersenyum manis menatap pacarnya itu
"Mulai sekarang, thea adalah milik satya, pacar satya, calon masa depan satya, mau kan hm?"tanya nya
Thea mengangguk polos, lagipula memang tidak bisa menolak satya bukan?, Cup
Thea menegang, satya tersenyum manis setelah berhasil mengecup pipi kesukaanya itu, "eh kok merah pipinya"ucap satya semakin membuat rona merah itu bertambah merah
Thea sudah tidak tahan dengan sikap baru satya, dia segera memeluk satya erat menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang satya, hal ini membuat satya semakin terkekeh senang, astaga menggemaskan sekali
"Kenapa gak mau turun?bunda udah nungguin kamu loh"ucap satya menggendong thea untuk duduk di kasur
Posisinya sekarang satya mendudukan thea dalam pangkuanya, thea masih asik bersandar di dada bidang satya, bersikap manja kepada satya tidak salah kan?, Bukankah pria itu sudah menjadi pacar thea?
"Sayang, kok aku gak dijawab hm?"tanya satya sekali lagi
Thea mendongak menatap satya polos "thea takut kehadiran thea ganggu keluarga kamu"jawabnya
Satya tersenyum "bunda itu udah nunggu kamu datang ke rumah ini dari lama sayang, gak mungkin bunda merasa terganggu sekarang"jawab satya menjelaskan
"Jadi---ayo kita kebawah"sambung satya mengangkat thea seperti bayi untuk ia bawa turun
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romansa. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
