sakit

11 0 0
                                        

Ini sudah beberapa hari sejak thea bangun, sesuai janjinya satya tidak meninggalkan thea sedikitpun, pria itu bahkan menginap dan membolos sekolah hanya untuk menjaga thea.

Gadis itu tidak banyak bicara, sejak dia bangun hingga kini, thea hanya memandang kosong sekitarnya, kadang juga dia memperhatikan satya secara diam diam.

Satya tersenyum lembut, duduk di kursi samping ranjang thea "makan dulu, gue suapin"

Thea tidak bereaksi apapun, gadis itu tetap sama hanya memandang satya lekat tanpa berucap. Satya menghela nafasnya lelah, memalingkan wajah nya beberapa detik lalu kembali menatap thea sembari tersenyum.

"Makan thea, biar lo bisa ketemu giur nanti"bujuk satya, mulai menyuapkan satu sendok bubur ke mulut thea

Satya tersenyum miris, melihat bagaimana thea menurutinya setelah dia menyebutkan nama giur. "Enak kan hm, harus habis ya,biar perut thea gak sakit nanti"ucap satya

"Habis makan minum obat ya,"

Thea menggeleng, satya tersenyum lagi "kenapa?pahit ya?, Enggak lah, nanti sambil lihat gue aja biar gak pahit"

Satya beranjak menaruh kembali piring kosong ke atas nakas, lalu meraih obat untuk thea, "yuk,minum dulu pelan pelan"

Dengan sangat hati hati dan telaten satya merawat thea, seperti sekarang, setelah memberikan thea obat, satya pergi mengambilkan kursi roda lalu menggendong thea untuk duduk di kursi roda. Membawa gadis itu jalan jalan ke taman rumah sakit agar thea tidak bosan.

Satya duduk berlutut di hadapan thea, membiarkan celananya kotor karena bersentuhan dengan tanah. "Cantik, thea adalah gadis nomor dua yang tercantik di mata satya, apalagi kalau lagi senyum,"

Thea tidak menjawab,

"Penasaran, siapa yang nomor satu?"tanya satya

Thea mengangguk

Satya terkekeh pelan, "tentu saja bunda satya, hahaha tapi---bunda galak, kalau thea baik,"

Thea memalingkan wajah nya, menatap sekeliling, begitu banyak bunga, langit biru yang cerah, dan udara segar membuat thea sedikit baikan

"Kalau udah boleh pulang dari sini nanti, gue mau bawa lo ke taman penuh bunga lebih dari taman ini, mau gak?"tanya satya

Thea menoleh, lalu mengangguk. "Iya, nanti ya, gue juga bakal beliin apapun yang lo mau"

Pukul 20.00

Selama seharian satya tetap berada disisi thea, mengajaknya mengobrol, bercanda, menemani gadis itu meskipun masih tidak ada tanggapan dari thea, tapi satya cukup sabar, dia tetap tidak ingin meninggalkan gadis nya itu.

Satya keluar dari kamar mandi,lalu duduk di sofa, melirik thea yang ternyata belum tidur menatap pintu lekat

"Thea nungguin giur?"tanya satya memecahkan fokus thea

"Besok lo udah boleh pulang, gue janji, giur pasti dateng buat nemuin lo, jangan khawatir lagi oke"sambung satya

Hingga pukul 22.00, ruangan itu diselimuti keheningan, satya berbaring di sofa sembari memainkan ponsel nya, membiarkan thea istirahat. Mungkin setelah mengantar thea pulang besok, satya harus menerima kenyataan pahit, sampai kapan pun, seseorang yang belum bisa melepaskan masalalu nya itu tidak akan pernah bisa menerima kehadiranya.

Satya menoleh, terlihat lah wajah damai thea yang sedang tertidur lelap. Pria itu tersenyum tipis, beranjak mendekati gadis nya.

Cup

Satya menghela nafasnya berat, melihat keadaan gadis yang ia cintai seperti ini sangat membuat hati satya sesak, satya bisa melakukan apapun untuk kebahagiaan gadis itu, tapi kenapa dia tidak menoleh kearahnya?.

Mungkin setelah ini, satya akan semakin sulit untuk kembali jatuh cinta, dia sudah menyerahkan hatinya kepada seseorang, dia bahkan sudah membuang kunci pintu hatinya, siapa lagi yang akan memasuki ruang kosong itu nanti?

"Thea berlyn raheja, kenapa lo harus sebodoh ini hm. Ah, apa yang dimiliki si bajingan itu yang gak gue miliki thea, sampai membuat lo secinta itu sama dia dan gak ngasih gue kesempatan sama sekali----" satya mengelus rambut thea dengan lembut

Menatap sendu wajah damai thea, "i love you, gue cuma minta lo bahagia, sebagai imbalan dari permintaan lo waktu itu, jadi----harus ditepatin oke"

"Kedepan nya, ingat lah thea, gue selalu berdiri di samping lo, meskipun dimana pun gue berada gue selalu ada disisi lo, mendukung hidup lo, apa yang lo lakukan,apa yang lo makan, bagaimana lo hidup, orang orang yang lo cintai, gue selalu mendukung kehidupan lo, mimpi lo, harapan lo, keinginan lo,kesedihan lo,kemarahan lo,emosi lo,situasi lo. Gue cinta lo thea, gue juga akan selalu merindukan lo nantinya. Jangan pernah lupakan,gue selalu ada disisi lo, ngerti hm"jelas satya seolah thea mendengarkan nya dengan baik padahal terlihat jelas bahwa gadis itu sedang tidur

Satya terkekeh renyah, "gue keluar dulu ya bentar, selamat istirahat cantik,"pamit satya sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu untuk mencari udara segar

Tanpa satya sadari, setelah kepergian pria itu, seseorang masuk ke dalam ruangan thea. Sejak awal dia memang sudah menunggu kesempatan ini, dimana thea beristirahat dan satya pergi meninggalkan gadis itu

Orang itu mendekati ranjang milik thea, mengusap lembut pipi chuby gadis itu. Dia adalah thesa, entah sejak kapan, pria berstatus kakak dari gadis yang saat ini terbaring itu menjadi sangat malu dan harus berpikir ribuan kali hanya untuk menemui adik nya sendiri.

Yang jelas, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana rumitnya perasaan thesa saat ini, melihat wajah adik nya membuatnya merasa sesak, sampai membuat air mata yang tidak pernah turun itu akhirnya mencair membasahi pipinya

"A---adek, mau dengerin penjelasan abang?"

"Mau ngasih kesempatan buat abang?"

"G--gue masih abang lo kan te?" Gumam nya purau

"Hiks, abang jahat banget ya sama thea, sampai thea berpikir milih buat ninggalin abang------thea-----mau yah, dengerin abang"

"Adek---hiks---A-Abang minta maaf"

Thesa mengusap air mata nya kasar, "abang tunggu dirumah besok ya sayang, kita perbaiki semuanya dari awal lagi, thea mau kan dek?"

Cup

Terakhir sebelum pergi, thesa mencium kening adik nya, ini adalah pertama kalinya thesa mencium adiknya sendiri selama seumur hidupnya, bisa dibilang, saat ini thesa menyesal, sangat sangat menyesal

"Cepet sembuh adek nya abang yang paling cantik"

ATHEASTORYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang