sisi lain edo

17 0 0
                                        

_lovemetoo_

Satya dan sebagian anggota inti nya berkumpul di ruangan khusus untuk berunding. Suasana nya memang tidak terlalu mencekam, bahkan mereka saja masih bisa memakan cemilan dan minuman sembari memperhatikan leader mereka.

Prinsip mereka sederhana, selama leader mereka tidak menandakan mood jelek atau mengeluarkan aura peringatan, maka itu berarti tidak ada sesuatu yang ditakutkan.

"Ada yang berani?"tanya satya setelah melempar lembaran kertas di meja.

Edo langsung merebut kertas itu, membaca nya sekilas lalu meletakanya lagi "cih,bayaran nya cuma segitu?"ungkap edo seakan tidak puas

Edward mengangguk "kita menjadi penjahat hanya untuk 5 juta?oh ayolah,"seru nya

"Biar gue yang ambil,tinggal banting, udah patah tulang kan dia? So easy man"saut arka

Edo tercenggang mendengar ucapan arka, sangat jarang sekali pria blesteran itu mau menerima job murahan seperti ini. Memang sebenarnya ini lah cara the dark knight menghasilkan uang, dengan menjadi orang suruhan untuk memata matai, mencari data, membobol data seseorang,melukai,hingga paling parah adalah membunuh seseorang

Meskipun dari sebagian anak the dark knight berasal dari keluarga berada tetap saja mereka mau melakukannya, seperti hal nya edo, yang malah menganggap nya sebagai permainan, sementara arka mungkin hanya sebatas gabut.

Untuk kegiatan terlarang yang mereka lakukan, tentu saja akan selalu aman, ini karena kekuasaan keluarga satya dan juga arka yang ikut andil melindungi mereka. Tentu saja tidak semua anggota mau melakukan itu, hanya beberapa saja yang membutuhkan uang dan memang berani untuk melakukanya, sering nya sih anggota inti, sementara anggota umum hanya menjalankan kegiatan seperti biasa

Seperti balap liar, nongkrong bersama, hingga mungkin meladeni para musuh.

Edo tersenyum mengejek seolah tahu hal apa yang membuat arka mau menerima job murah ini "gimana sih ka, dag dig dug ser gak"tanya edo

"Gak"

Edo terkekeh, lalu berdiri dari tempat nya duduk menghampiri arka "ka, dengerin ya, MASA LALU BIARLAH MASA LALU,JANGAN KAU UNGKIT JANGAN INGATKAN AKU, MASALALU BIAR LAH MASALALU--------(Bugh)"

Edo meringis mengusap kepalanya pelan, sungguh malang nasib nya, padahal kan edo cuma bernyanyi eh malah kena pukulan.

"Jahat banget sih lo ka, sakit nih sakit kepala edo"rujuk nya

Arka melotot garang "mau lagi?"

Edo menggeleng, berpindah kebelakang satya, "duduk, gue belum selesai"tegur satya

Edward tertawa, menepuk pundak edo dua kali "sabar ya do"

"Lakuin secepatnya"ucap satya menatap arka

Arka mengangguk "siap, gue cabut dulu"ucap arka

Sekarang, semua anggota inti telah bubar, tersisa edo dan juga satya di ruangan itu, edo cukup peka dengan tidak pergi langsung, sahabat nya itu pasti ingin bertanya tentang kejadian tadi siang

"Siapa"ucap satya tegas

"Stevy,"jawab edo menyebut satu nama,

Satya mengernyit, "biodata nya?"

"Masih bawahan lo bro,sama sekali gak penting"ejek edo tanpa memberikan bukti jelasnya

Satya mengangguk, "boleh gue yang ambil?kayak nya gangguan mental gue kumat deh sat hehe"ucap edo tertawa

"Jangan dibunuh,"final satya

Edo menghela nafasnya kesal,"yah...yaudah lah"

Malam hari nya sekitar pukul 21.10 WIB edo sudah nangkring diatas motor besar nya menunggu gadis yang sedang ia incar keluar rumah. Sebenarnya edo sudah berada di depan rumah stevy sejak setengah jam lalu, tapi tidak kunjung menemukan ide apa yang akan ia gunakan untuk membawa gadis itu keluar.

ATHEASTORYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang