_selamat membaca_
Satya membawa thea memasuki mansion keluarganya untuk pertama kalinya, beberapa karyawan wanita melotot tidak percaya, sementara para karyawan laki laki hanya menunduk tidak berani berkomentar apapun
Dengan lembut satya menuntun thea memasuki rumah nya, gadis itu mengedarkan pandanganya, sangat menakjubkan, rumah semewah ini tidak pernah ada dalam pikiran thea.
"Kamu pulang sayang?"tanya amel menghampiri keduanya setelah mendengar berita tentang kembali nya satya kerumah
Satya tersenyum lembut, mendekatkan thea kepada ibunya "thea bunda"ucapnya memperkenalkan gadis disampingnya itu
Amel tersenyum bahagia, binar kebahagiaan menyala begitu indah di mata ibu satu anak itu, dengan cepat dia memeluk thea, mengambil alih thea dari satya. "Bunda udah lama pengen ketemu kamu sayang,"ucapnya mengelus lembut surai rambut gadis itu
Thea yang mendapat pelukan tiba tiba dari seorang ibu tercenggang, hatinya terenyuh, untuk pertama kalinya dia bisa mendapatkan kasih sayang seperti ini. "Ayo, bunda antar ke kamar kamu ya," seru amel lagi menuntun thea menjauh
Semua perilaku amel membuat satya tersenyum, ia tahu bagaimana sifat ibunya itu, lembut dan penuh kasih sayang, hal itulah yang membuat satya yakin membawa thea ke rumahnya, amel menerima thea seperti satya menerima thea.
Satya duduk di sofa dengan santai, menunggu amel kembali turun kebawah "dengar, siapkan makanan terbaik"ucapnya memerintah seorang pelayan rumahnya.
"SATYA, THEA SUKA APA?"teriak amel heboh
Satya tersenyum tipis "bunda masak aja semau bunda, thea pasti suka"ucapnya menjawab
Amel bertepuk tangan dengan girang, dia segera pergi menuju dapur, tapi sebelum itu dia kembali muncul mengarahkan sebuah centong nasi ke pada satya, menatap satya galak "jangan ganggu thea dulu ngerti"ucapnya memperingati
"Satya pergi dulu, tolong jaga dia buat satya"
Satya menatap tajam bangunan rumah raheja di depan nya, membuka paksa gerbang masuk rumah itu, lalu memasuki secara tidak sopan
Semua orang menoleh, melihat bagaimana cara satya memasuki rumah itu, menendang keras pintu rumah mereka sampai rusak, melumpuhkan satpam rumah mereka yang berusaha keras mencegahnya tadi. Dan kini memandang tajam setiap orang yang ada diruang tamu itu.
Satya mengeram marah, apalagi saat netranya berpapasan dengan raheja "siapa kamu?"tanya raheja
Satya menyungingkan senyum mengerikanya "arsatya mandala xie,"
Raheja melototkan matanya terkejut begitupun dengan hilda, sebagai sesama pengusaha,marga keluarga xie sudah tidak asing bagi mereka.
"Jangan pernah menyentuh thea mulai dari sekarang"ucapnya tersirat penuh ancaman untuk mereka semua yang ada disana
Satya maju beberapa langkah semakin mendekati raheja, "atau semua yang kalian punya, hancur"sambung nya tegas
Sekarang matanya melirik kearah thesa, pria itu menatapnya sendu, tapi satya tidak peduli, bagian mana yang harus ia kasihani untuk thesa atas perilakunya terhadap thea selama ini. Sekarang, satya justru berharap, pria itu tidak akan pernah mendapatkan kesempatan lagi.
Hidup dalam penyesalan selamanya adalah suatu hal yang satya harapkan untuk thesa, masih teringat jelas di ingatanya, tentang bagaimana perilaku thesa selama ini kepada thea
"Ingat ucapan gue thesa erland raheja"ucapnya lagi.
Thesa tahu dia telah membuat kesalahan yang sangat fatal dalam hidupnya, andaikan dia tidak terlalu mendengarkan ucapan tania dan juga ayahnya, semua ini tidak akan terjadi, thesa tidak akan menyakiti orang yang sudah jelas memiliki hubungan darah dengan nya.
Hari dimana thesa melihat bagaimana thea rela mengorbankan kesucianya hanya demi bertemu kedua orang tuanya, menangis kencang memeluk kedua orang tuanya membuat hati thesa teriris, hari itu dia telah sadar, hari itu juga thesa berharap bisa memperbaiki hubungan keduanya
Tapi, saat malam pertunangan tania dengan giur, melihat thea menangis dan berteriak marah hanya karena pria itu membuat thesa kembali muak, thea selalu melihat giur, thea selalu memuja giur, hal itu membuatnya muak sekaligus cemburu. Tapi thesa terlalu gengsi untuk mengungkapkanya, berakhir kembali membuat luka di hati adiknya itu.
Thesa mengejar langkah satya yang hendak pergi dari rumahnya, "gue mohon jangan jauhin gue dari adik gue sendiri"pinta nya memohon
"Lo gak mengerti apapun sat, lo gak paham apapaun soal gue ataupun thea, please, jangan ciptakan jarak diantara gue dan juga adik gue sat"sambung thesa sedikit emosi
Satya menyunggingkan senyumanya "gue harap lo menderita,"ucapnya lalu pergi tanpa memperdulikan thesa di belakang nya.
Hancur sudah harapan thesa, seolah kehilangan seluruh kekuatan nya thesa terjatuh ke lantai, menatap nanar kepergian satya yang semakin menjauh, sekarang bagaimana? Jika satya saja tidak berada di pihak nya dan malah menentang nya, bagaimana dia bisa menemui thea?, Bagaimana thesa bisa melawan pria kuturanan xie itu?, Bagaimana caranya, thesa sangat frustasi sekarang
Plak
Thesa bangkit lalu menampar kuat kuat tania, mata nya berkilat marah memandang gadis itu, lalu bergantian menatap kedua orang tuanya "gue nyesel, gue menyesal karena udah percaya sama omongan busuk kalian semua"ucapnya
_terimakasih_
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romansa. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
