_selamat membaca_
"sejak awal gue ini pecundang yang terikat hutang sama bokap gue, karena hutang juga gue diikat untuk melakukan hal yang gak mau gue lakuin. Satu satunya yang nyata adalah perasaan gue buat dia, tapi gue juga dipaksa untuk merusaknya"
"Anak pungut yang hidup bagaikan boneka,itulah gue, dan lo pikir gue bisa apa buat bahagian dia?, Kalau gue bisa ngelawan,gue pasti ngelawan buat dia sejak dulu, tapi balik lagi,dari awal gue ini pecundang"
Satya tersenyum smirk, meneguk segelas wine di tanganya dengan elegan, dia terkekeh renyah seolah mengejek hidup pria di hadapanya "maka teruslah jadi pecundang,"komentarnya pergi dari hadapan pria itu saat itu juga
----------------
Sudah tiga hari sejak kembali nya thea kerumah, tapi tidak ada sekalipun tanda tanda gadis itu keluar kamar. Setiap beberapa jam sekali, thesa berusaha membujuk thea untuk keluar tapi sama sekali tidak di respon
Makanan dan minuman yang dibawanya dan di taruh di depan pintu juga tidak di sentuh sama sekali, sekarang thesa merasa khawatir dengan keadaan adiknya itu
Setidak nya di rumah ini hanya ada thesa yang mengkhawatirkan thea sekarang. "Thea, gue minta maaf, keluar yuk"bujuk thesa
Tok tok tok
"Thea,"panggil thesa
Tok tok tok
"Thea, gue janji bakal memperbaiki semua nya, dengerin penjelasan gue te"teriak nya
Tok toj tok
Thesa semakin gelisah, hari sudah mulai gelap, dan thea masih tidak kunjung membuka suaranya sedikitpun. Sungguh, ia merasa sangat gagal menjadi saudara sekarang, pantas jika thea marah kepadanya atas sikapnya selama ini, tapi setidak nya gadis itu harus sehat untuk bisa memarahinya kan
"Thea,jangan marah kalau gue dobrak pintu ini ya"teriak nya
Tok tok tok
"Ada apa?"tanya satya yang tiba tiba menerobos masuk ke dalam kediaman raheja,
Tentu saja thesa kaget, tapi karena dia satya maka thesa tidak terlalu mengambil pusing lagi
"Tiga hari, thea gak keluar tiga hari"ucap thesa kebingungan
Satya membulatkan matanya syok "goblok dan lo diem aja huh"teriak nya gak habis pikir
Brak
Dengan sekali tendang pintu itu terbuka, satya berlari menghampiri thea, keadaan gadis itu jauh dari kata baik baik saja
Thea meringkuk di bawah lantai, dengan wajah yang sepucat mayat, suhu badanya sangat panas, saat di gendong satya pun, thea hanya memejamkan mata sambil meracau tidak jelas. Beberapa sayatan dan bercak darah juga mengotori lengan thea, membuat satya menggeram marah
Menggunakan mobil milik thesa, satya membawa thea kerumah sakit, terus mengenggam erat tangan thea hingga memasuki UGD.
Hampir satu jam lamanya satya menunggu dan sekarang thea sudah berada di dalam ruangan vvip di rumah sakit itu
Satya menghampiri thea yang masih asik terlelap di atas ranjang, membenarkan letak selimutnya, satya duduk di samping thea sembari mengenggam tangan gadis itu.
"Thea----jangan sakit-----gue gak suka"ucap satya menatap sendu wajah pucat gadis nya.
"Saat lo punya gue disisi lo harusnya lo kuat te, bukan lemah kayak gini"gumam satya
Satya menghembuskan nafasnya lelah, perlahan dia mengelus rambut thea dengan sayang "kalau lo mau giur, gue sendiri yang akan bawa giur ke sisi lo apapun caranya, jangan khawatir hm"bisik nya lembut
Cup
Satya mencium kening gadis itu beberapa detik, lalu menatap wajah pucat itu dengan sendu, tangan nya dengan lembut turun mengusap pipi chuby thea dengan hati hati, seolah ia takut akan merusaknya.
"Tidur nyenyak thea, gue akan disini sampai lo bangun"ucap satya
Tidak ada yang baik dari thea, gadis itu terlalu stres dan tertekan atas apa yang telah terjadi di hidupnya, hal itulah yang membuat thea nyaris bunuh diri dengan tidak makan dan minum, sekaligus menyayat lengan nya berulang kali.
Bersyukur karena thea tidak bertidak lebih jauh, demi apapun satya ingin sekali membunuh mereka semua sekarang juga. Melihat tubuh lemah thea jauh lebih menyakitkan dibandingkan melihat gadis itu bersama pria lain.
------------------
"Arka tunggu"teriak dinda berlari menghampiri arka.
Lihatlah, seperti satya, arka juga tidak kalah menyebalkan, pria itu hanya menoleh sekilas setelah mendengar teriakannya lalu kembali berjalan lagi mengabaikanya.
Hap, arka berhenti melangkah, membalikan badanya menatap dinda malas
"Nyebelin lo,"decak dinda melepaskan cekalan tangan nya pada arka
"Apa"tanya arka, merasa sedikit tidak nyaman saat semua orang di sekelilingnya mulai memperhatikan dirinya dan dinda
"Dimana thea, jangan bohong, gue tau lo pasti tau dimana sahabat gue"ucap dinda beruntun
Arka menaikan satu alisnya, tertarik dengan pembahasan gadis itu, terkekeh sinis "sahabat"ulang arka menatap dinda remeh
"Kenapa lo"tanya dinda
"Masih bisa menghargai sebuah hubungan ternyata"ejek arka
Dinda berdecak kesal "dari dulu kali,lo nya aja yang gak tau"
Arka melangkah sedikit lebih dekat dengan dinda, menundukan badanya agar sedikit bisa menyamakan tinggi mereka. Kali ini pria itu menatap mata dinda tajam.
"Pengkhianat,"ucap arka menegakan kembali badanya, berniat pergi tanpa menjawab pertanyaan dinda sebelum nya
"Gue gak pernah selingkuh ar,"teriak dinda seketika menghentikan langkah arka, tanpa ragu dinda mengucapkan apa yang ingin dia katakan sedari dulu dihadapan semua orang.
Tentu saja semua orang yang mendengarnya kaget, termasuk arka, pria itu membalikan badanya kembali menatap dinda.
Dari awal mereka bertemu kembali, arka sama sekali tidak berniat bahkan berharap tidak ada yang tahu tentang hubungan keduanya di masalalu,tapi malah dinda sendiri yang membongkarnya
Dinda berjalan mendekati arka, "gue tau lo gak akan percaya semudah itu ar, tapi lo harus tau ar, gue gak pernah selingkuh dari lo"ucap nya lagi.
"Semua yang lo lihat waktu itu gak sesuai sama apa yang terjadi ar. Gue dijebak, tapi melihat kemarahan lo, gue gak pernah berani untuk menjelaskan apapun karena gue juga salah karena menemui orang itu tanpa izin lo"
"Arka, tolong berhenti untuk menyebut gue penghianat, sakit ar, hati ku gue sakit"ungkap dinda
Arka bahkan tidak bereaksi apapun, pria itu terus memperhatikan dinda mencari celah kebohongan didalam nya, setelah beberapa detik arka mengalihkan perhatianya. "Thea di rumah sakit"ucap arka dan pergi
"Apa gak ada kesempatan buat gue sama sekalia ar?" Gumamnya
_terimakasih_
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romance. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
