_selamat membaca_
.
.
.
Satya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju polos putih nya dan juga celana kolor pendek nya, kulit mulus pria itu sangat memanjakan mata, apalagi para pelayan di rumah ini tidak sedikit yang masih remaja.
Ada dua orang pelayan wanita yang berada di dalam kamar satya menyiapkan semua kebutuhan sekolah pria itu,
"Maaf tuan muda mau sarapan di kamar atau meja makan,"ucap salah satu pelayan di sana
Satya menatap gadis itu sekilas "keluar,"ucapnya justru menyuruh mereka untuk segera pergi
Kedua pelayan wanita itu menunduk "semua sudah siap, kami pamit undur diri tuan muda"
Satya bahkan tidak berniat membalas ucapan mereka, dia lebih asik untuk segera bersiap sekolah, lalu turun ke bawah untuk sarapan bersama.
"Morning sayang, lihat, bunda udah masak nasi goreng spesial buat kamu"ucap amel riang
Satya menghampiri ibunya lalu mencium singkat pipi wanita itu, "masih terlalu pagi buat satya makan itu bunda, buah aja cukup"ucapnya
Amel mengangguk mengerti, "karena itu bunda udah bawain kamu bekal," menunjukan kotak bekal berwana hijau itu ke hadapan satya
"Makasih bunda, satya pamit dulu"ucapnya berpamitan lalu mencium singkat pipi ibunya dengan penuh cinta
Kali ini satya tidak menggunakan motornya, melainkan mobil miliknya yang jarang dia gunakan selama keluar dari mansion itu, bahkan suara mesin dari mobil milik satya terdengar sangatlah mahal, apalagi melihat body mobil itu, sungguh mencerminkan seorang sultan
"Wih, my leader, tumben lo bawa nih catty bro?"sapa edo riang memperhatikan mobil hitam satya,
Arka mendelik mendengar ucapan edo "catty?"beonya tidak suka
Arka tertawa mengejek "lucu juga nama mobil lo sat, catty hahaha"saut arka.
Brak
Edo, arka dan satya kompak mengalihkan pandanganya, di depan sana tepatnya di tengah kerumunan, terlihat sosok laura yang seperti biasa sedang memarahi seseorang, satya tidak bisa melihat nya secara langsung wajah orang itu karena banyaknya kerumunan
"Siapa sih?"tanya arka ikut penasaran
Edo masih memperhatikan laura dari kejauhan, mencoba menebak siapa gadis yang menganggu laura itu "ar lo pergi aja dulu sama satya, gue kepo soalnya" ucap nya cengengesan
Arka mengernyit "peduli banget lo sama laura?"tanya nya penuh selidik
Sementara satya sudah pergi menjauh dari keduanya untuk menerima telefon beberapa saat lalu, arka yang sudah tidak peduli dengan laura memilih untuk segera pergi ke kelasnya.
Edo berjalan mendekati kerumunan, berniat menguping lebih jelas apa yang telah terjadi
"Lo itu sampah gak berguna" mendoro0ng mundur tubuh thea pelan dengan telunjuknya sambil terus menatap permusuhan kepada gadis itu
Plak
Laura memberikan tamparanya yang kedua "dimanapun lo berada, lo selalu ngasih kesialan"
Plak
Thea meringis pelan merasakan panas yang menjalar di pipinya, laura kembali berucap "manusia kayak lo itu gak berhak bahagia"
Bruk
Dengan kasar laura kembali mendorong tubuh thea hingga terjatuh mengenai tong sampah di belakangnya, membuat isinya berantakan ke lantai, "hahahaha emang disitu posisi lo"geram laura lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romansa. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
