Selamat membaca
_lovemeetoo_
Malam ini basecamp terlihat lebih ramai dari sebelumnya, para anggota inti sekaligus leadernya terlihat sedang menikmati kebersamaan mereka. Yang lain nya juga saling bercanda ria, sambil menikmati fasilitas yang satya sediakan
"gue ada nyanyian nih, lanjut in ya"ucap edo semangat sembari memetik gitar nya sesuka hati.
Mulai dari reno, dirga, arka, hingga satya ikut mendekat. Bahkan semua anggota dark knight yang disana pun ikut memperhatikan apa yang akan edo lakukan
Tring....."rrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhhh"awal edo
"Dari mana datang nya cinta-----Dari facebok turun ke WA" nyanyi edo menggunakan nada nya sendiri
Reno tertawa "dari mana datang kecewa----Pas ketemu mukanya beda" sambung reno mengikuti
Semua orang tertawa, bahkan cowok bernama marsel sampai memukul reno saking gemas nya "sialan, suka bener aja lo ren"ucap nya lalu mengambil mangkuk dan sendok untuk diketuk mengikuti irama edo supaya lebih meriah
"Dari mana datang nya kaya---dari nabung semangat kerja"saut dirga sedikit lebih waras dari pada yang lainya
"Dari mana datang nya hutang---dari gengsi nyenengin ayang"saut fian di samping reno ikut menikmati
Satya tertawa mendengar nyanyian fian "hahha curhat lo fi,"seru nya mengejek, meskipun membuat yang lain terkejut karena satya ikut nimbrung, disambut tawa semua orang
"Dari mana hilang nya ayang---Dari story di komen TEMAN"saut arka melanjutkan lagu
Sepertinya arka masih terjebak di masalalu, "dari mana hilang nya perawan---dari chat an lanjut ke kost an"sambung cakra
Edo berhenti memetik gitar nya, melemparkan bantal mengenai kepala cakra yang mulai tidak stabil di balas tawa semua orang.
"Kotor kepala lo, masih untung gak gue lempar gitar"ucap edo
Cakra tertawa meskipun sedikit kesal "lempar aja lempar, itu gitar punya satya kalau tau"ucap nya
Sementara edo yang merengut kesal atas jawaban cakra, satya justru berseru "gapapa do, gue ikhlas"
"Eh ngomong ngomong nih, temen nya si thea cakep tau"seru edward sambil tersenyum membayangkan orang yang dibicarakan
Arka mengernyit, memasang wajah yang terlihat sekali tidak suka, teman nya thea kan cuma dua, siapa yang di maksud sahabatnya
"Siapa?dinda ya?atau laura?, Pasti dinda sih, dia lebih oke, tapi laura boleh juga, sedikit ke selera gue sih dia"tanya edo
Belum juga edward menjawab, sudah terkena lemparan kacang dari arka saja. "Lo kenapa sih ka, sensi banget"gerutu edward mengusap rambut nya
"Iseng"saut arka
"Sialan lo, do, lo tau?udah punya pawang belum"tanya edward mengabaikan arka tadi
Edo tertawa melirik sekilas wajah masam arka, ada apa dengan pria itu, seperti gadis lagi haid aja, sensi banget "haha belum sih, kenapa mau nomer nya?"
Edward mengangguk semangat "emang punya?bagi dong"ucap nya
"Punya, nanti gue kasih"
Brak
"Latihan sama gue ed"seru arka berdiri menatap tajam edward setelah memukul meja di sisi nya dengan kasar
Edward melotot, ada apa ini, apa salah nya "anjir, gak, bisa bangun di hospital gue"tolak nya mentah mentah
"Sekarang"tegas arka
"Apa sih ka, cuma perkara gue mau deketin laura, lo emosi gini, atau-----"jeda edward menatap raut terkejut arka, semakin menyipitkan matanya seolah lagi mengintrogasi
Lalu edward tertawa, seolah mendapat jawaban dari pertanyaan nya "hahaha laura mantan lo ya?sialan, bilang dong njing, kan gue gak akan berani deketin, santai ka santai, gue gak suka nikung temen kok"saut nya lalu beranjak pergi, diikuti arka yang langsung pergi ke kamar dengan perasaan malu karena tadi sudah emosi tanpa alasan ditambah rahasia terbongkar
Edo menatap satya begitupun sebaliknya, keduanya tersenyum penuh arti "hahaha masih belum move on dia sat"ucap nya
Satya mengangguk menyetujui "lebih baik"
Bayangkan sendiri bagaimana nadanya ya
Sampai jumpa di part berikutnya
Akan kunikmati proses dengan sabar.
Tidak akan protes jika memang jelek,
Sangat berterimakasih jika menganggap ini bagus.
Kalau ada kesalahan, silahkan kasih tahu ya
Luv luv luv buat kalian
_love mee too_
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Lãng mạn. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
