Halo halo hai
Selamat membaca,
Semoga kalian bahagia selalu dimanapun kalian berada
_thea berlyn raheja-
Satya meneguk ludahnya susah payah, rasanya seperti seseorang yang ketahuan selingkuh oleh pacarnya, tatapan thea yang terlihat sedih, kesal dan juga khawatir membuat pikiran satya bercabang kemana mana.
Satya tersenyum manis, menatap thea dengan hangat, dan penuh cinta
"Thea,"panggilnya hendak menyentuh rambut thea seperti biasa tapi gadis itu menghindar
"Thea lihat satya gendong laura"tanya thea
Satya mengernyit, lalu mengangguk. "Satya jadi teman nya laura?"tanya thea lagi
Satya menggeleng, lalu tersenyum manis mendengar dan melihat sendiri respon yang thea tunjukan padanya
Yang jelas satya sangat yakin, jika dia telah mendapatkan posisi khusus di dalam hati thea, hanya butuh sedikit langkah lagi untuk satya bisa benar benar merebut hati gadis itu
"Gue cuma bertanggung jawab, dia luka karena kelalaian gue kan, dan....bukankah dia temen lo?"tanya satya
Thea mengangguk tapi tidak ada senyum di wajah nya "thea takut,"lirihnya
Greb, satya membawa tubuh mungil itu dalam dekapan nya, sambil mengelus rambut panjang halus gadis itu dengan penuh kasih sayang, berusaha untuk membuat gadis itu tenang
Mencoba menyakinkan thea bahwa apa yang gadis itu takutkan perihal dirinya dan laura tidak akan pernah menjadi kenyataan
"Gak ada yang perlu lo takutin, gue hanya memihak lo, gue hanya memilih lo, bukan yang lainya,"bisik nya lembut
Suara lembut dan menenangkan itu terdengar sangat indah di telinga thea, giur memang segalanya dalam hidup thea, tapi kini, thea menambahkan list baru orang terpenting di hidupnya setelah giur.
Perlahan thea membalas pelukan dari satya tidak kalah erat, tidak ada tangisan, hanya senyuman yang akhirnya tercetak di wajah cantiknya. "Terimakasih, dan maaf"
Satya mengangguk, lalu mengangkat tubuh thea dalam gendonganya, seperti bayi koala satya membawa thea kembali ke kelas, semua orang kembali berbisik bisik tentang nya.
Tapi satya, bukan orang yang akan memperdulikan hal seperti itu. Dia hanya peduli kepada hal yang dia anggap penting.
Dia akan tetap tenang selama tidak ada yang mengusiknya, tapi, jangan harap dia akan tetap diam jika menyangkut keluarga, dark knight dan juga thea nya. Camkan hal itu
Di dalam kelas, satya terus memandangi thea yang bercerita banyak hal, cukup membosankan karena topik yang thea angkat adalah soal giur, karena itulah, satya hanya fokus pada wajah cantik di sampingnya tidak dengan apa yang dia ucapkan
"Pertama kali ketemu giur, dia itu sangat sangat sangat menggemaskan, hehe basah kuyup karena thea siram dari atas, tapi dia enggak marah, dia cuma natap thea kesel tahu. Dia baik kan, terus terus semenjak itu thea selalu diem diem ke belakang cuma buat lihat giur baca buku hahaha"ucap thea tertawa begitu bahagia mengingat pertemuan pertama nya dengan giur
Thea tersenyum malu malu "eh, terus ketahuan sama giur, terus diajak bicara, dari situ giur jadi temen thea, giur selalu ngajak thea bercanda, giur ngajak thea jalan jalan, giur selalu belain thea, giur juga selalu ngobatin thea hehe, terus pacaran deh gitu satya"
Satya mengangguk seolah mendengarkan, "oh gitu ya"
"Oh iya, kenapa satya pindah sekolah?"tanya thea tiba tiba mengalihkan topik
Satya tersenyum "karena lo"
"Maksudnya?"
"Gue mau lihat lo lagi setelah malam itu, karena lo spesial jadi gue memutuskan untuk tetap disisi lo"jelasnya
Thea menatap satya terharu, tidak ada kebohongan dalam setiap kata yang keluar dari mulut satya, perlakuan satya kepadanya selama ini membuatnya merasa sangat spesial, diperlakukan seperti itu oleh seseorang tentu saja membuat thea tersentuh hingga tanpa terasa thea pun mulai menangis
Dan satya kembali menghapusnya dengan sangat lembut, "thea beruntung yah, punya keluarga yang lengkap, pacar yang ganteng, sahabat yang cantik dan baik, ditambah punya satya, temen yang sempurna hehe"ucapnya
'lo kembali membohongi diri sendiri thea, apanya yang beruntung?, Cih, semua orang yang lo sebutkan hanya memberikan luka dan penderitaan. Kecuali gue, tapi, gue tidak sempurna, lebih tepatnya, tidak ada yang sempurna' batin satya menatap thea lekat.
Satya menghela nafasnya lalu bangkit dari kursinya sesaat setelah edo datang mendekatinya dari arah pintu.
"Gue pergi dulu sebentar, lo ditemenin edo dulu gapapa kan"ucap satya mengusap rambut thea lembut.
Seperti keinginan satya, edo datang meninggalkan dinda dan laura demi menjaga thea di kelas, tersenyum tipis menatap senyuman thea yang tidak luntur meskipun satya sudah menghilang dari pandanganya.
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini thea, lo memang mendapatkan sisi lain dari satya, tapi lo belum mengetahui sosok satya yang sebelumnya bukan?,"ucap edo bersandar dikursi sambil tersenyum penuh arti
Tidak ada jawaban dari thea, edo berdecih
"Well, lo cukup beruntung karena dapat perhatian lebih dari satya, tapi lo juga cukup bodoh jika menganggap semua ini akan tetap ada beriringan dengan keberadaan pacar lo itu"sambung satya
.
.
.
Hehe up lagi nih
Dah lama gak ketemu,
Btw mau curhat dikit
'Sempat kemarin aku ingin melepasnya, tapi dia kembali hadir dan membuat ku menarik kembali keputusan itu. Pada akhirnya, aku tetap ingin mempertahankan rasa ini, dan terus memegang kenyakinan ku kepadanya'
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Romance. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
