Selamat malam
Selamat beristirahat
Semoga sehat dan bahagia selalu dimanapun kalian berada.
_athea berlyn raheja-
Laura berjalan perlahan di belakang satya untuk mencari tahu kemana pria itu akan pergi sekarang, semua nya lancar, dari saat satya keluar dari kelas hingga kini, satya berhenti di area belakang sekolah,
Taman belakang sekolah, tempat dimana thea pertama kali bertemu giur, sekaligus kisah pertama cinta mereka dimulai. Tempat ini jugalah thea sering mengalami pembullyan karena tempatnya yang sepi dan jarang di lewati siswa
"Maju kedepan gue"seru satya tanpa menoleh
Laura menegang di tempatnya, rupanya dugaanya salah, satya memang sudah mengetahui ada yang mengikutinya sejak tadi, pria itu hanya diam membiarkanya saja.
Laura tersenyum canggung karena ketahuan, "hai satya"sapa nya ramah
Satya mengangkat satu alisnya seolah mengatakan 'kenapa'.
"Gak ada sih, gue cuma penasaran tadi kenapa lo pergi kan masih jam sekolah"jelasnya
Satya mengernyit lalu tersenyum smirk "terlalu mudah di tebak"ucapnya
"Apa yang mau lo cari tahu laura? Perasaan gue thea?, langsung saja. Gue emang suka thea"lanjut satya
Senyum di wajah laura berangsur hilang dengan jawaban satya barusan, tanganya mulai terkepal karena kesal. Bukan kesal dengan satya melainkan karena thea, berani sekali gadis itu meraih hati satya
"Lo lupa dia udah punya pacar satya"
"Inget, tapi gue gak peduli"jawab satya menatap laura tajam
"Lo gak akan bisa, karena thea cuma memandang giur, baik dulu, sekarang atau kedepanya, hanya giur yang akan thea inginkan" bantah laura
Satya maju selangkah semakin mendekati laura, "gue mampu menyentuh inti hati thea dengan cara gue"
"Lo gak bisa, gue tahu itu"
Satya semakin tertarik dengan ucapan laura barusan, "gue bisa"ucapnya penuh penekanan
"LO GAK AKAN BISA SATYA,"bentak laura
"Lo gak mengenal siapa gue, bagaimana mungkin lo bisa menilai gue bisa atau enggak"
Laura tertawa renyah, sialnya, hal ini membuat satya sedikit emosi. "Memang,tapi gue mengenal thea, tidak ada yang lebih penting buat thea dari pada giur. Lo bisa apa dengan fakta itu hah"sambung laura
"Gue bisa bunuh giur kapan aja"jawab satya
Sekali lagi laura merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan satya, gadis itu mematung di tempatnya, jawaban yang tidak pernah dia duga. Mau dianggap main main, ekspresi satya tidak menunjukan hal itu, dia seolah serius dengan ucapanya.
Greb. Satya mencekik leher laura dengan kuat, sedikit mengangkatnya hingga membuat kaki laura berada beberapa centimeter dari tanah. Laura meronta kesakitan di lehernya, sekaligus merasa sesak untuk bernafas.
"Turunin gue"rintih laura
Satya tidak bergeming, dia semakin mengeratkan cengkramanya "harusnya lo berpikir dua kali sebelum mengusik gue"ucap satya.
Laura terus berusaha mengambil nafas dalam dalam meskipun sulit, tidak ada kepeduliaan sama sekali dalam wajah satya untuknya, "tolong"lirih nya memelas
Brak. Satya membanting tubuh laura hingga terlempar beberapa meter dari tempatnya berdiri, lalu berjalan mendekati nya lagi, laura yang belum selesai menormalkan nafasnya kembali dibuat takut "wajah lo cantik, mau gue percantik lagi hm?"ucapnya menyeringai
Tanpa sadar gadis itu merangkak mundur menghiindari satya. "Satya gue bisa teriak"ancam nya
Satya tertawa remeh, mengeluarkan sesuatu dari balik celananya, sebuah pisau lipat yang membuat mata laura melotot ketakutan.
Satya kembali mencekik leher laura dengan kuat, lalu sebelah tanganya yang bebas ia gunakan untuk memegang pisau, menyentuhkan ujung pisau itu di pipi mulus laura tapi tidak segera menancapkanya.
"SATYA"teriak edo bersamaan dengan itu, hampir saja satya akan menancapkan pisau miliknya untuk membungkam mulut gadis itu.
Satya menoleh sebentar lalu kembali lagi menatap laura tajam "edo, mau main sama gue?"ucapnya sambil menatap laura
Laura sudah menangis ketakutan, apalagi saat mendengar ucapan satya barusan, entah apa artinya, yang jelas, laura tau itu tidak akan baik untuknya
"Sat, dia cewek"ucap edo
"Sejak kapan lo peduli perbedaan jenis?"balas satya
Edo berdekhem sebentar,jujur saja dia juga takut sekarang, "sat, lo nyuruh arka buat nangkep anggota alaistair kan, dia dia udah ada di gudang biasa"
Satya tidak peduli, cengkramanya memang sudah terlepas, tapi dia masih memegang pisau yang sekarang sudah ia arahkan di leher mulus laura.
"Ssttt jangan nangis, tenaga lo akan berkurang nanti"ucap satya
"Tolong hiks lepasin gue hiks"isaknya
Satya mendekati laura lalu berbisik "sayang sekali gue gak berniat"
"Sat, dia sahabatnya thea"sela edo
Satya memejamkan matanya sebentar karena mendengar nama thea, "oke, lo bebas"ucap satya
Satya sudah pergi, tapi edo masih diam di tempat yang sama menyaksikan laura yang menangis keras, leher gadis itu memerah karena cengkraman satya barusan, pipinya juga sedikit terkena goresan karena pisau satya tadi.
"Gue gak mau tahu soal motif lo sebenci itu sama thea, tapi perlu lo tahu bahwa thea ada dalam perlindungan satya dan satya bukan seseorang yang bisa lo usik dengan mudah. Sekali dia terusik, lo akan dalam bahaya."jelas edo berjongkok menatap laura
Edo menghela nafasnya berat, tidak pernah dia sangka hari ini akan tiba. Dia yang tidak pernah menghentikan aksi satya, atau membela siapapun kecuali dark knight, kini berani menghentikan kegiatan satya
Edo menghentikan nafsu satya yang sedang membara, dia menyelamatkan orang yang sudah berani mengusik satya.
"Ayo, gue obatin luka lo, dan gue harap lo gak akan buka mulut soal hal ini. Mungkin sekarang gue bisa melindungi lo dari satya, tapi tidak untuk lain kali. Karena jika lo sampai buka mulut, dan buat keributan bukan cuma satya tapi lo juga akan berurusan sama semua anggota dark knight"jelasnya lagi
Laura mengangguk lemah, sungguh dia sangat merasa takut sekaligus ketakutan, bayangan wajah satya yang sangat menyeramkan tadi masih tercetak jelas diingatan, tidak bisa laura bayangankan jika edo tidak datang menolongnya, apa yang akan terjadi padanya nanti
Dialah, pemegang kendali dark knight, sebuah gengster dengan prestasi menyeramkan di jalanan, sekaligus putra tunggal keluarga xie yang kabarnya memiliki kekayaan yang berlimpah ruah
.
.
.
.
Yeyy akhirnya
Salam hangat dari autor
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHEASTORY
Storie d'amore. . . "apa aku juga tidak berhak bahagia?" . . . "im thea not tania" . . .
