"Siapa yang ngizinin bahas Amanda di sini?" ucap Varrel menirukan Leon.
Leon melirik ke arah sekretarisnya. Tanpa kata, hanya sebuah tatapan tajam yang begitu menusuk.
"Sorry. Oke, aku ganteng aku diam!" ucap Varrel merapatkan bibirnya.
"Bisa saja berita itu hanya isu," jawab Leon singkat.
"Entah isu atau kabar nyata. Aku cuman nyaranin ke kamu, kalau kamu masih mencintainya, bukankah kesempatan untuk merebut hati Amanda kembali? Lagi pula sekarang Amanda sudah tahu kalau kamu pewaris tunggal Grady Group?
"Tidak perlu repot-repot ikut campur urusan pribadiku!" tegas Leon.
"Stop, please! Waktu kumpul bertiga kayak gini tuh jarang terjadi. Enggak usah bahas masalah gak penting gitu bisa gak?" ucap Varrel melerai perdebatan antara edgar dan Leon sebelum masalah memuncak.
Alexa yang awalnya canggung, semakin canggung dan tidak berselera untuk makan. Padahal, berbagai hidangan laut sudah tersaji di atas meja. Namun, gadis manis rambut sebahu ini hanya makan satu suap nasi dan ikan bakar untuk menghormati Edgar atas traktirannya.
"Xa, makan yang banyak, dong. Biar badan kamu makin berisi," ucap Edgar sambil meletakkan satu centong nasi kepiring yang ada di hadapan Alexa.
"Iya, Xa. Kamu harus makan, biar gak kurus banget," ucap Varrel.
Alexa hanya tersenyum. Dengan terpaksa ia menghabiskan makanan yang sudah disediakan kekasihnya. Bukan karena lapar, Ia hanya ingin segera pergi dan menjauh dari Leon.
"Gar, pulang," pinta Alexa.
"Ayok."
Edgar menggandeng tangan Alexa di depan Leon dan Varrel. Mereka pergi meninggalkan dua pria berjas yang belum selesai menikmati makan siang mereka .
Di dalam mobil Alexa menangis. Ia tak bisa lagi membendung air mata yang sedari tadi ingin tumpah mengalir membasahi pipinya. Edgar pun bingung karena Alexa menangis dengan tiba-tiba.
"Xa, Kamu kenapa nangis? Apa ada yang sakit lagi?" tanya Edgar khawatir.
"Gar, apa Leon mencintai wanita lain?" tanya Alexa.
Bagi Edgar, ini adalah kesempatan agar Alexa tak berharap akan CEO angkuh itu. Ia menceritakan semua tentang Leon. Saat mereka bersama sejak CEO dingin itu pindah ke ibukota dan sampai mereka kuliah. Edgar pun menceritakan awal pertemuan Amanda dan Leon di kampus.
Saat itu, Varrel, Leon dan Edgar tengah duduk di kantin kampus. Menikmati es teh manis kembali mengerjakan tugas kuliah. Mereka bertiga terkenal di kalangan mahasiswa karena ketampanan, kepintaran serta kesederhanaan. Tak ada yang tahu sosok asli dari Leon yang merupakan pewaris tunggal perusahaan Grady Group.
Leon hendak pergi ke toilet. Ia beranjak dari duduknya dan tanpa sengaja menabrak Amanda hingga terjatuh. Sebagai seorang pria yang merasa bersalah, Leon membantu Amanda bangun. Di situlah Leon berkenalan dengan Amanda. Dengan Edgar dan Varrel sebagai saksinya.
Perkenalan terus berlanjut. Hingga tanpa Varrel dan Edgar ketahui, ternyata Leon sudah menjalin hubungan dengan Amanda. Sepasang sejoli itu menjadi pasangan termesra dan menjadi pasangan favorit di kampus. Perjalanan cinta mereka bertahan hingga tujuh tahun lamanya.
Leon mengalami hal yang buruk ketika melihat berita di televisi. Berita pernikahan anak konglomerat dengan seorang wanita yang sangat ia kenal. Mempelai wanita itu adalah Amanda, kekasih yang amat dicintainya.
"Leon ditinggal nikah?" tanya alexa pada Edgar.
"Iya" jawab Edgar untuk melanjutkan ceritanya. Leon yang jatuh ke dasar jurang yang terdalam begitu terpuruk. Ditambah ayahnya yang mengalami sakit jantung dan mengharuskan meneruskan menjadi CEO Grady Group. Sejak saat itulah Leon yang ramah, baik dan sopan menjadi Leon yang kaku, dingin dan angkuh terhadap siapa saja.

ESTÁS LEYENDO
ALEO [End]
General FictionLeon Jonathan Grady adalah pewaris tunggal dari perusahaan Grady Group yang bergerak di bidang alat transportasi. Leon merupakan pria yang selalu tampil sempurna dan di kenal angkuh oleh para karyawannya. Alexa Olivia Jonshon merupakan perempuan ber...