PART 34

11 18 0
                                    

Kring... Kring...

Leon meraba ponselnya dan bangun. Kali ini ia memang sengaja bangun lebih pagi. CEO yang masih berpenampilan berantakkan ini segera keluar kamar tanpa mencuci muka terlebih dahulu.

Leon menuju dapur. Hanya ada asisten rumah tangganya yang bersiap untuk membuat sarapan.

"Mbok, ada kantong plastik gak?" tanya Leon.

"Gak ada, Den. Ada juga kantong plastik bekas belanjaan."

"Iya gak apa-apa."

"Sebentar," ucap Asisten rumah tangga dengan sanggul cepol di belakang itu mengambil satu plastik cabai dan mengeluarkan isinya. Kemudian memberikan plastik itu kepada Leon.

Pria berusia 27 tahun yang masih mengantuk ini segera pergi ke gudang. Ruangan tempat menyimpan barang- barang yang sudah tidak lagi di pakai. Sebuah ruangan dekat dapur itu pun jarang sekali di masuki atau di bersihkan.

Leon menyalakan lampu. Banyak sekali tumpukkan barang serta buku-buku usang milik keluarganya. Setiap sudut ruangan itu di penuhi dengan jaring laba- laba. Namun, tidak ada satu pun laba-laba yang terlihat.

Leon tidak menyerah. Rasa kantuknya menghilang demi kejutan untuk Alexa. Ia mencari dengan teliti di setiap barang yang terdapat jaring binatang berkaki delapan itu.

"Ketemu!" ucap Leon menangkap satu laba-laba kecil dan memasukannya

Satu per satu Leon berhasil menemukan persembunyian anak buah Peter Parker itu. Leon semakin bahagia. Sudah ada delapan laba-laba yang ia simpan di kantong plastik.

"Selamat menikmati, Alexa," ucap Leon sambil mengambil beberapa pula jaring laba-laba.

Pewaris tunggal Grady Group ini mematikan lampu dan keluar gudang. Bahkan ia memberikan senyum kepada asisten rumah tangganya yang tengah meracik bumbu.

"Den Leon kenapa? Udah bertahun- tahun gak liat senyumnya," batin wanita yang sudah bekerja selama dua puluh tiga tahun di rumah Grady ini.

Leon menaruh plastik berisi laba- laba itu di dalam mobil agar tidak lupa. Kemudian ia bergegas mandi dan bersiap-siap berangkat lebih pagi.

"Alexa, gak sabar pengin liat ekspresi kamu," ucap Leon ketika ia tengah merapikan dasi merah marun yang dikenakannya.

Leon turun membawa tas kerja. Kedua orang tuanya belum terlihat serta sarapan belum matang.

"Mbok, siapin saya bekal ya. Saya sarapan di kantor aja."

"Belum ada yang mateng, Den."

"Goreng telur deh yang cepet."

"Iya. Tunggu sebentar, Den."

Menunggu asisten rumah tangganya memasak telur, Leon duduk di sebuah kursi di dapur sambil terus membayangkan Alexa. Sesekali ia terkekeh sendiri. Membuat pembantu itu takut malihat tingkah anak majikannya.

"Den, ketawa sama siapa?"

"Gak, kok. Tadi ada pesan lucu aja," kilah Leon sambil menunjukkan ponselnya.

ALEO [End]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora