PART 28

13 19 0
                                    

Leon melakukan aktivitasnya lagi di depan layar laptopnya. Namun, sesekali ia tetap mencuri pandang kepada Alexa yang tengah membersihkan ruangannya.

Alexa sudah selesai melakukan tugasnya. Ia sudah merapikan dan memasukkan alat kerjanya ke Atas meja.

Leon yang mengetahui Alexa akan pergi segera bertindak. Dengan sengaja ia menyikut cangkir kopi itu hingga jatuh ke lantai. Cangkir pecah, kopi berantakan.

"Tolong bersihkan ini!" ucap Leon beranjak dari duduknya dan berpindah ke sofa yang ada di ruangannya.

"Iya, Pak."

Alexa mengambil serpihan-serpihan cangkir itu dan mulai membersihkan kopi yang tumpah. Kini pekerjaan di ruangan Leon benar-benar sudah selesai. CEO dingin itu tidak memiliki ide lain agar Alexa tetap tinggal.

"Jangan lupa tugas baru kamu," ucap Leon.

"Iya, Pak. Setelah ini saya akan ke dapur dan mengecek menu makanan untuk bapak."

"Saya tidak ingin makan di kantin. Jadi saat istirahat nanti bawakan tiga makanan untuk ku, Varrel dan ...."

"Edgar? Kan dia gak berangkat, Pak."

"Ya sudah. Tetap bawakan tiga ya."

"Iya, Pak."

Alexa keluar dari ruangan Leon. Varrel masuk dan tersenyum menghampiri bos sekaligus sahabatnya itu.

"Habis kamu apakan Alexa?"

"Apa maksud pertanyaanmu?"

"Kok lama banget keluarnya? Aku sengaja gak masuk tahu."

"Apaan sih gak jelas banget kamu."

"Halah, sikap kamu sekarang beda, Leo. Keliatan banget lagi kasmaran."

"Berhenti ngomong begitu terus. Lagian Alexa itu pacar Edgar. Mungkin aku bersikap beda karena nama Alexa sama dengan nama teman kecilku."

"Jodoh gak ada yang tau. Kali aja pacarannya sama Edgar ternyata dia jodoh kamu."

"Varrel, tolong hentikan," ucap Leon dengan intonasi rendah.

"Tumben gak galak? Jangan-jangan si es kutub mulai mencair, nih."

"Ada apa denganku? Apa sikapku berubah karena OB itu?" batin Leon.

Leon mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Ia segera keluar ruangan dan meninggalkan Varrel yang tengah duduk dan akan memberikan laporan harian.

CEO dingin ini melangkah begitu terburu-buru. Setiap karyawan yang berpapasan dengannya selalu menyapa atau sekedar memberi senyum. Meskipun mereka tahu bahwa Leon tidak akan menghiraukannya.

Di lantai bawah, Leon berpapasan dengan Alexa yang hendak menuju kantin untuk melihat menu makan siang. Tiba- tiba Leon menarik lengan Alexa dan membawanya keluar.

"Pak, ada apa?" tanya Alexa bingung dan malu karena menjadi pusat perhatian para karyawan yang melihatnya.

Leon seolah tidak sadar dengan tindakannya. Ia menghentikan langkah ketika dua security di depan menghampirinya karena mengira Alexa tengah melakukan kejahatan.

ALEO [End]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora